Feeds:
Tulisan
Komentar

Alhamdulillah…

Beberapa waktu belakangan ini hapeku gak terlalu sibuk berbunyi, bagus juga sih gak ngagetin tiap lagi konsen kerja (ciee gaya!), tapi selalu setiap berdering alhamdulillah dari orang-orang yang kusayang. Hati mungkin punya link yah, tau aja aku lagi payah hehe. Teman-teman dari masa kecil yang selalu setia; Yens & Henny, Ibu-Papa, Mamak-Bapak Mertua, Adik-adikku, Uni-uniku, dan Anti my best friend yang sudah nge-face book juga, tq deh FB! Kalian obat yang mujarab! Alhamdulillah…Ibu tiba-tiba ngirimin duit, tau aku lagi bokek, malu sebenernya, tapi kalao kata si Anti gak ada doa tolak rezeki. Kasian katanya mau jalan-jalan, eh kerja ke negeri orang, saku kempes hehe.. .Trus Yens sang musisi pujaanku yang ‘maksa’ agar aku dan anak-anak belajar musik, music for happiness katanya, not only for popularity nor for money :D . Iya deh iya deh sob, aku udah beli….pianica. dan si Cica desak-desak minta dibeliin gitar! Duh…moga-moga ada rezeki buat gitar ya! Dan alhamdulillah juga Mamak, Bapak, Vira mau datang ke Medan, jadi hatiku tak sedih sekali ninggalin anak-anak 2 minggu ke depan, terutama Nay yang boboknya di lenganku.

Dan kemarin dapat lagu ini iseng-iseng nyari lagu peneman hari:

Sejuk, bening, Iwan Fals emang keren.

Sebenarnya hal-hal kecil seperti menanya kabar saja sudah cukup bagi pertemanan dan persaudaraan ya, begitu indah. Jadi ingat dulu mamakku, Mak Purin (oom), Papanya Emil, sering menasehati, jangan pernah mengabaikan tamu, atau siapapun yang berkirim kabar kepada kita, ada orang yang ingat kita saja, itu patut disyukuri. My Love juga menasehati gitu, jadi jangan mencela kalau pada perayaan Idul Fitri misalnya, ada teman yang ngirim sms yang terkesan klise, nyontek dari orang lain. Intinya, dia ingat kita, itu sudah lebih dari cukup, ada respek, ada kasih sayang.  Mamakku memang top markotop.

Ada sahabat karib yang ‘hilang’ yang ingin sekali aku temui. Larry Sonny dan Meme (Meiliza), duh dimana kalian Sob. Juga si Yulian ‘bajaj’ Tosra. Kapan kah kau baca blogku yah? Dan tentu saja pengen tahu berita si Koko ;)

RuangBiru, Juni 19, 2009

Kutukar

Apa yang kau tahu tentang sesakku

retak hati

luka jiwa

hanya terbelenggu dendam?

Kutukar setiap jerit

sakit menjejak jiwa

dengan namaNya

Pada malam

hening membenam

Semoga bertemu beningNya

Semoga lumat segala debu

berlalu segala sendu

merapal siksa menjadi doa, kalian segala cinta

tak kubiarkan hati membatu

Kiralah aku mendendam pilu

tak dia berarti bagiku hanya debu

hanya karenamu

biar kutukar dera

dengan doa

Kubaca

masih terasa sisa sabak mata

semalam

jejak rasa

menjadi kutukan

biarlah kuredam

belajar tertawa pada lara

dan cinta yang kau makna menjadi dusta

Juni

1.

Padamu melati pernah mekar

kini terbakar sangsi

matahari

Melati

pernah semi

lalu gugur

ke bumi

2.

Tertawalah

pada sakit

pada jerit batin

memilin

bahagialah

bukankah ini kebodohanku

pilihan

sendiri

tertawakan

tetes perih

kisah yang

sudah.

RumahCinta, 14 Juni 2009–11.35 pm

Orang kampung dan indahnya pertemanan, keluarga…

Walau tak pernah benar-benar tinggal di kampung yang ndeso sekali, aku selalu merasa sebagai orang kampung, dan lebih nyaman begitu. Gedung-gedung tinggi, membuatku grogi, betapa berasa kecil dan tak punya apa-apa. Tapi kupikir, punya apakah aku buat dibangga-banggakan?

Janji bertemu dan melihat bisnis temanku Dedi dan istrinya Erni, di Indofood Centre, Sudirman, dengan pede aku naik bis dari Grogol, sepertinya nggak susah, berhenti di Bunderan HI, aku tanya seorang Ibu kearah mana ya Gedung itu? Dia menyuruhku menyeberang, hah?! Gila apa menyeberang di tengah-tengah situ?! Tak mungkin, aku turun aja dekat… apaan ya, Mandarin kek-nya…celingak celinguk nyari tuh Gedung, langsung nampak dari kejauhan, naik bis lagi, akhirnya sampai..

Ternyata kecepatan datang, antisipasi macet sih tadinya, salah gedung karena ada 3 gedung milik perusahaan yg sama. Aku ngos-ngosan bulak-balik, kayanya sih dekat, tapi gedungnya kan luas dan tinggi-tinggi, mayan sih cape juga….:D Mau telepon temanku dia masih shalat Jumat, lalu sms dijawab Erni (istri temanku), dipandu….senang akhirnya sampai di kantornya. Baru dapat minum dari Sekretarisnya, aku sempat kehausan! Celingak celinguk nyari orang jualan gak ada, namanya juga daerah elit ya! Café juga gak keliatan (padahal males juga karena suka mahaaaal). Tumben banget aku kelupaan bawa air minum. Mungkin ini yang menyebabkan aku sakit esoknya, sepertinya kelelahan karena kepanasan, polusi dan kurang minum. Satu pelajaran–aku terlalu percaya diri dengan tubuhku yang jarang sakit, astagfirullah, harusnya lebih hati-hati ya…

Senang sekali bisa bertemu dengan Dedi dan istrinya Erni yang begitu ramah. Setelah berapa tahun ya friend? Pokoknya setelah Dedi tamat dari English Dept-Unand sebagai yang terbaik dan pertama (3 tahun saja bok), tahun 1991…Wah pasangan yang asyik banget diajak diskusi. Langsung dapat pencerahan dari Sang Motivator (Dedi & Erni) tentang bisnis mereka, mengesankan dan membuat semangat.

Dua hari bersama mereka mengikuti training di Prudential yang menyenangkan…aku terkesan, alhamdulillah turut senang sahabatku telah menjadi orang yang tidak saja sukses secara materi tapi menurutku juga secara spiritual. Nampak terefleksi dalam sikapnya, udah haji loh, Semoga selalu rendah hati buddy.

Pertemanan yang tulus memang indah, aku sempat ngopi-ngopi bareng Ichal Sang Pujangga bersama Wenny adikku sore Kamis (21/05) di Citraland…Bagiku teman yang bertemu di dunia cyber (aku nggak suka istilah dunia maya) sama saja dengan teman yang sering bertemu sehari-hari, yang penting pertemanan dilakukan dengan kejujuran dan ketulusan. Duh adiak kapan kita ngopi bareng lagi? Lain kali bawa Kapal Api Aceh tapi ngopinya di Medan yaaa…Kemudian ada janji dengan beberapa teman yang batal, gak apa-apa lain kali mungkin friends!

Juga sempat ke rumah Ibuk l (tante) Di Cidodol, satu lagi rumah keluarga aku pernah tinggal. Disuguhi martabak manis yang enak gurih, mengingatkan akan masa kecil dimana almarhum ayahnya Andi sepupuku (suami Ibu) sering memanjakan kami anak-anak yang berkunjung.  Ibu sempat ‘mamaksa’ mencarikan oleh-oleh baju buat cucunya ke Cipulir walau tergesa-gesa mau balik ke Medan.. Makasih Ibu, Mbak Any & Andi, keluarga memang indah…

Walau ada kepahitan yang tak perlu aku ingat dengan seseorang, alhamdulillah perjalanan kali ini menyenangkan. Next target: pengen ketemu inspiring woman ini.

Tulisan Sebelumnya »