Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Hikmah, hakikat dan syukur

Tinggalkan komentar

Alhamdulillah, kembali bisa menelusuri  jalanan sepi pagi di sekitar kampus Unsyiah. Berjalan lagi di bawah naungan popon-pohon cemara, mahoni dll, sambil menghirup aroma daun dan wangi kembang tanjung. Tanah menguning oleh guguran daun-daun trembesi, aroma kemarau mulai terasa. Pagi begini, masih sejuk, tapi siang nanti mungkin akan sangat panas.

Aku mendisiplin diri (memaksa) diri untuk rutin olahraga belakangan ini, sudah ada warning untuk kesehatan. Dan menikmati udara yang  masih bersih, tempat kesukaanku adalah seputaran perumahan dosen yang asri, bersih dan banyak pohon-pohonnya. Kalau keluar agak siang sebab kesibukan mengurus RT, aku memilih berjalan ke arah sawah-sawah sedikit ke luar kampus, kalau di kampus jam 07.30 pagi pasti sudah ramai.

Berjalan sendirian sambil bertemu banyak hal, membuatku berpikir dan selalu mengingatkan diri untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmatNya. Ketika sehat kita lupa bahwa kita bisa sakit, ketika berada, lupa ada saat tidak ada, dsb. Aku sering bertemu seorang Ibu yang berjuang untuk berjalan kaki dengan tongkat, sepertinya latihan setelah mengalami stroke. Melihat begitu, baru ingat betapa besar nikmat Allah masih memberi kaki yang kuat untuk berjalan. Kalau mau merenung banyak hikmah yang Tuhan tunjukkan dimana saja, namun aku, kita, sering lupa.

Tuhan memberi karunia dan nikmatnya dalam setiap nafas, udara yang gratis, triliunan sel yang sehat, seluruh jiwa raga yang sehat, dsb,…Bagaimana kalau tiba-tiba beberapa sel berubah sifat jadi ganas? Kaki keram nggak bisa jalan? Pernah Tuhan menegurku dengan sakit yang tiba-tiba dulu, waktu merasa sehat sekali, sampai aku bilang; “heran kok aku nggak pernah flu ya?”  Aku salah makan sedikit, diare, dalam waktu singkat dehidrasi dan masuk UGD jadinya :(…Tuhan tentu tak suka ada kesombongan pada hamba seperti aku. Ampuni Ya Ghafur.. Ingatkanlah senantiasa Ya Rabb, agar selalu bersyukur padaMu, begitu banyak pelajaran hidup yang Kau berikan padaku, semoga terbuka nurani untuk menyerapnya.

Catatan pagi, PondokCinta, Darussalam–23 Maret 2015

Lagi mood dan kangen menulis…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s