Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Just do it with love

18 Komentar

Baca rumah Kayu jadi pengen nge-repost tulisanku ini, aku ganti judulnya. Pas juga aku lagi klik-klik blog lama, merujuk dari postinganku sebelumnya di facebook (Berbagi waktu, berbagi kasih.)

Kemarin aku ‘terdampar’ tak sengaja di blog lama, karena ada yang mengklik blog ebloggyku itu. Jadi terharu mendarat di blog Almarhum Bunda Inong yang baik hati. Semoga kamu telah damai bersama Allah di sana Dek Nong…Alfatihah untuk Bunda.

Untuk yang sibuk dan nggak suka di dapur

http://www.ebloggy.com/blog.php?username=Putirenobaiak&id=1&start=130

Mampir di blognya Bunda Zidan-Syifa http://zidansyifa.blogspot.com/, membuatku ingin menulis ini. Abis sering ada masakan yang aduhai yummy yummy! and cerita anak-anak yang lucu.

Dari kecil aku termasuk orang yang paling nggak suka dengan pekerjaan memasak (kalau makan enak mauuuu dunk!), aku selalu punya alasan untuk tidak ikutan membantu Ibu di dapur. Mendingan aku bersih-bersih rumah atawa mengubek-ubek tanah menanam bunga, merangkai, mendekor rumah atau sekalian manjat atap deh (ngapain ya?). Dan Ibuku pun mengerti anaknya yang kata orang neh–tomboi–nggak suka di dapur. Tapi bukan berarti aku nggak kebagian tugas rumah tangga. Resminya aku bertugas sebagai cleaning service sejak kecil sampai menikah dan tidak lagi tinggal di rumah ortu.

Menurutku, memasak itu bukan pekerjaan perempuan saja, hanya budaya kita yang membuat perempuan jadi “tukang masak” (pen-gender-an pekerjaan lebih menurut budaya). Menurutku lagi neh, tugas rumah tangga itu adalah tanggung jawab semua anggota keluarga, dikerjakan bersama-sama sesuai kesempatan dan kemampuan masing-masing. Namun menurut Ibuku, perempuan itu harus bisa masak, menjahit, berbenah, walau sedikit. Jadi aku dipaksa belajar masak oleh Ibu pas aku baru tamat kuliah. Aku beruntung, hanya sebulan aku “kerja paksa” karena bulan kedua aku dapat kerja yang pulangnya jam 6 sore jadi nggak perlu bertugas memasak lagi. Hehe merdeka!.

Sebagai orang yang nggak hobi masak aku merasa beruntung sewaktu udah menikah masih tetap tak perlu memasak karenaΒ  di mess tempat aku dan abang bekerja ada tukang masaknya, lalu sewaktu pindah ke Jakarta begitu juga, ada tanteku yang hobi sekali masak siap berbagi masakannya dengan ku. Juga sewaktu tinggal di Aceh, Ibu mertuaku yang baik hati selalu menyediakan “rantangan” untuk di bawa pulang. Katanya sih biar praktis karena anak-anak kutitip di rumah mertu dan my husband bikin usaha juga di sana dari pagi sampai malam.

Lalu apakah selamanya aku tak perlu memasak? Tentu tidak ,ada saat-saat kita tinggal sendiri dan tidak ada yang membantu seperti sekarang ini. Dan ada juga saat-saat anak-anak hanya mau makanan yang di masak mamanya.

Lama juga sih aku belajar agar bisa menyukai pekerjaan memasak dan nggak sebel kalau harus membersihkan ikan, ayam atau bumbu-bumbu yg menurutku bau, belum lagi panas keringetan, bikin nggak nyaman .

Caranya? Just do it with love!

Dengan cinta apapun bisa kita hadapi. Dengan membayangkan senyum anak-anak n suami yang senang dimasakin, rasa sebel pasti akan hilang, apalagi kalau dapat pujian, enak ato enggak pasti di bilang enak (hehe, iya mana berani mereka protes takut dibelalakin!Β  ).

Selain itu Ibu dan tante-tenteku yang kebanyakan adalah wanita karir plus Ibu RT, mengajarkan tips-tips memasak praktis padaku:

1.Β  Ke pasar cukup sekali seminggu, pagi sekali di hari libur, hingga siang atau sorenya bisa nyantai. Bagi yang sibuk bisa belanja malam hari di supermarket. Makanan yang dari pasar di cuci semua, sayuran dan telur dikeringkan dulu di baskom berlobang, baru disimpan di kulkas dengan bungkus plastik atau kertas koran. Bagi yang nggak punya kulkas, sayuran masih tetap bisa disimpan, dengan membungkusnya dengan kertas koran basah, atau seperti bawang prei bisa ditanam di pot dulu. Bumbu-bumbu bisa dihaluskan dan ditumis agar tahan lama. Juga lauk pauk bias di ungkep, rebus atau keringkan.
2. Daging, ikan, atau ayam di bumbui dulu, di ungkep, dinginkan, simpan di kulkas.
3. Siapkan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan misal bumbu dasar putih, kuning, bumbu nasi goreng dsb. (bisa nyontek dari Rudi Choiruddin, dsb). Kalau mau tahan lama bisa di tumis dulu.
4. Bagi yang suka santan, bisa menyiapkan santan di kulkas, di didihkan dulu, dinginkan, simpan di kulkas.
5. Setelah itu proses memasak jadi praktis karena tinggal celap-celup, nggak perlu waktu lama. Bagi Ibu yang bekerja, sebelum ke kantor juga masih sempat menyiapkan sarapan atau memasak untuk makan siang. Atau kalau nggak sempat sesekali, suami dan anak-anak bisa diajarkan mandiri dengan makanan yang siap masak di kulkas. Nggak perlu membersihkan atau membumbui lagi.
6. Nggak ada alasan untuk nggak bisa masak, banyak buku contekan di jual di toko, ada juga acara tv, radio, internet, dsb.

Lalu apakah aku jadi hobi masak? Ah nggak juga…tapi tak lagi membenci pekerjaan itu, tak lagi merasa itu beban, ‘coz I do it with love honey πŸ˜‰

RB, 29 Mei 2006

Iklan

18 thoughts on “Just do it with love

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Saya sekarang malah jarang memasak, lebih sering dimasakkan. Terakhir masak keknya minggu terakhir sebelum puasa, masak nasi goreng.

  2. jadi.. kalau kata uqan atau Nay, masakan Uni enak ga? πŸ™‚

  3. Alam: biasanya para pencinta alam itu bisa masak ya mas alam, tmn2ku cowo jago2 masak loh padahal mrk macho2 :d

    lang: hehe katanya sih masakan mami yg lebih enak (siapa mami? adikku! hehe…). Nggak Ding! kadang2 dibilang enak kalo sesuai selera mereka, kdg2 dibilang nggak enak kalo bukan masakan favo mrk, disentuhpun tidak. tapi konon, kata orang, perempuan minang itu udah DNAnya di program ada sense masaknya, jd setidak-enaknya masakanku–konon lagi–kata tmn2 di ktr aceh dulu, tetep enak wkwkwk (krn mrk seneng di bawain masakan gratis kalee…)

  4. Salam Kenal dariku, nice artikel πŸ˜€ Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin πŸ˜€

  5. Ambo bakunjuang uni di bulan penuh rahmad ko. Salamaik bapuaso, salamaik hari rayo. Mohon maaf lahir & batin.

  6. bisa gak bisa pokoknya harus bisa πŸ˜€ *maksa*

  7. unieeeeeeeeeeeee..

    maaf baru dataang:

    mohon maaf lahir dan bathin dulu yaaa

    maafkan jika ada tutur komeng yang tak berkenan.. πŸ™‚

    apapun jika dilakukan dengan cinta pasti indah yah unie.. πŸ™‚

    untuk urusan masak memasak jika hari libur biasanya aku masak unie..
    bosen juga ama masakan warung he he…

  8. just BW, pa kabar meiy.. ? semoga selalu dalam limpahan RahmatNya..

  9. Kalau semua dilakukan dengan cinta pasti asyik

  10. betul”!
    aku setuju!
    mungkin mulai besok, aku akan mulai masak indomi dengan cinta. Ceilah!

  11. sesekali saya masak untuk memberikan contoh makanan yg lejat pada istri Maklum istriku gak bisa masak πŸ˜€

  12. Salam kenal. Artikel yang menarik mba’ …..

  13. wah…posting yang sangat pas buat saya mbk..hehe…

    salam kenal, ias.. πŸ™‚

  14. yup
    cinta membuat kita nyaman melakukannya

    Maaf baru nongol lagi sobat
    Baru update dan BW lagi nih daku
    Salam persohiblogan πŸ™‚

  15. memasak harus dilakukan dengan cinta…
    dan memakannya pun harus dengan cinta

    peacee πŸ™‚

  16. koq benci sih
    seksi kali

    seperti Farah Queen πŸ™‚

  17. Salam persohiblogan
    Daku kembali menyapamu kawan
    Kembali ke dunia yang penuh persahabatan ini
    Rindu rasanya
    Ada puisi anget untukmu πŸ™‚

  18. Hahaha..aku juga ngga bisa masak Meiy πŸ™‚ Suamiku bisa masak, anak- anak, termasuk yg laki-laki, juga senang bereksperimen di dapur. Asisten di rumah kebetulan juga masakannya enak. Kalo kata anakku: semua orang di rumah ini bisa masak, kecuali Ibu. Haha. Tapi btw..ah aku punya cerita soal masak ini, nanti aku tulis di rumahkayu deh ya.. panjang soalnya:)

    p.s: senangnyaaa lihat Meiy mulai bikin puisi dan mulai ngeblog lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s