Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Palestina–Bumi Cinta

4 Komentar

sajak yang terhenti subuh tadi

sesak di hati

sabak di mata

kuteruskan siang ini

benak mendidih

jantung memerih

jiwaku pedih

mengapa kebiadaban tak mampu dihentikan?

padaMu Ya Rahman, Ya Rahiim

kami  panjatkan harap

cintaMu luas tak berbatas

*************

Menyabak mata, kudengarkan lirih lagu Michael Heart pagi ini…nggak sanggup meneruskan puisi yg kutulis subuh tadi.

Mari kirimkan doa dan alfatihah untuk Sdr kita di Palestina, dan aktivis yang berjihad…lakukan yg mampu dilakukan…(status FB ku).

Ya Ghaffar, ampuni aku berprasangka padaMu, karena belum membebaskan saudaraku di Palestina. Kebodohanku…KehendakMu tak mampu kubaca.

Jadi ingat Bumi Cinta-nya Kang Abik yang kuselesaikan beberapa waktu lalu, yang didalamnya ada kisah Linor, seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad  yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Dari kisah hidup Linor, diketahui bahwa dia ternyata aslinya adalah bayi Palestina dari Ibunya yang syahid, seorang relawan dokter bernama Salma. Salma yang wafat pada peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Hati memerih membayangkan biadabnya Zionist. Ya Aziz, izinkanlah agar paham zionist segera berakhir dari muka bumi ini…

Tulisan lamaku tentang Palestina.

Tulisan terbaru yang menyadarkan dari relawan yang ikut kafilah Freedom Flotilla.

Iklan

4 thoughts on “Palestina–Bumi Cinta

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Sungguh perilaku yang biadab. Semoga segera turun azab

    iya mas alam, manusia paling biadab di muka bumi, semoga lenyap deh paham zionist itu.

  2. Mohon maaf saat ini hanya meyampaikan undangan-pernikahan-sang-sahaja-dengan-pagi-beningbila memang memungkinkan untuk datang di persilahkan, salam sehat selalu , semoga diberkahi, amien

    makasih undangannya kawan, doa aja buat penganten 🙂

  3. Cinta, komeng bundo ditelan si aki ya.. 😀

    sebelum ketelan aku tangkap duluan bundo, *hugs bundo*

  4. Israel berulah lagi… tidak mengherankan sebenarnya. Karena itu sudah menjadi karakter mereka: dulu, sekarang, dan selanjutnya…
    Semoga kita tidak termasuk kategori orang yang hanya diam menyikapi penistaan yang mereka lakukan.

    iya minimal doa yo diak. kalau lai banyak kepeng tuh buliah lah dikirim ka sinan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s