Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Rimba Rinduku Menjelma Cinta

14 Komentar

aku tertikam rindu
yang selalu menyerunyeru…
memanggil-manggil kalbu ke pukaunya
desau dedaun menghimbau ingin
bernyanyi bersama angin
gemericik air dan tarian kupukupu

seperti ia perjalanan menuju tebing…
meliukliuk, mengitari asmara rantingranting
terserap pesona ketinggian
berpacu dilumat adrenalin
terengah mengeja jarak pendakian,
lelah yang indah
bergelora mencumbu gairah alam
tenggelam
dalam lembut kidung serangga
melantunkan harmoni rimba

alangkah indahnya ia
seperti ayunan awanawan yang gelisah
merindui lumutlumut, menanti angin…
mencumbui kepak semua sayap
membiar saja asmara dalam tumpukan daun
menggelepar sesuka bahagia, cinta

engkau yang ku tunggu,
helaanmu itu aliran sungaisungai
selayak ia perawan yang gemulai
menarinari, berdendang bukitbukit
mengitari pohonpohon
bukankah itu, indah?

sepi, sunyi
itu tidak kawatir
sebab kita ialah jiwa
kita menjadi sukma bersama
pada tanahmu, pada semilir milikmu
pada aku, pada engkau

dan padamu, rimba
rinduku ruah
tumpah menjelma cinta
pada gemulai liana memeluk pepohon
pada sulur-sulur yang mencari matahari…
pada kecipak alur mengaliri sungai
pada segala pesona tersimpan di jantungmu
aku padu!

RuangBiru + *dimana Mas Tato?*, 5 Februari 2010

Catatan:

Puisi ini tercipta kemarin spontan waktu komen di facebook-nya Mas Tato pada sajak: kutaburi cinta dan asmara di kotamu yang murung ~ tato a.setyawan,  Sang Pujangga itu. Bergantian kita berdua menulis bait-bait di atas.

Begitulah berteman dengan penyair awak tertular juga.  Jadilah kolaborasi penyair ecek-ecek Meiy Piliang and Mas Tato penyair beneran mencipta sajak ini. Semoga rancak dibaca sanak…

Iklan

14 thoughts on “Rimba Rinduku Menjelma Cinta

  1. dan sebuah cium pada tebing, dengan kabutnya yang basah..

    [maksaaaa..! pengen ikutan 😛 ]

  2. aku suka puisi diatas, ditulis oleh dua orang yang punya keindahan jiwa.

  3. Meiy, ada yg salah di namaku.. aku salah ketik kelebihan huruf n 😀

  4. dan aku datan9..

    mencuba memenuhi rindu dan cintaku disini

    yan9 belum tersampaikan ju9a
    untuk bertemu den9anmu..

    tapi aromamu selalu tercium wan9i..
    menambah buluh rinduku san9ad..

    pada tebin9 yan9 menjulan9

    tahukah kamu
    bahwa diruas ruasmu tersimpan jejak rinduku

    pada sun9ai..
    pada lumut
    pada rantin9
    pada smua isi rimba
    takkah kau den9ar jeritan rinduku?

    *ini puisi n9aran9 bebas versi sihutan,nda ba9us ba9us amat eman9,baru tercipta sambil baca dan liat picknya :D*

    maaf yah unie malah bikin jelek hehe..

    welkambek unie,..^^

  5. Lamo indak kamari. Maliek foto theme blog uni ingek awak akan kampuang. Manggalitik mato manarawang kampuang halaman, sakurangnyo rindu sawah jo ladang saketek terobati. Oh, ya komentar soal puisi : mantap.
    Ambo tautkan kini blog uni ko di link blog ambo, supayo labiah acok bakunjuang kasiko. Salam.
    ALRIS

  6. Puisinya rancak bana (bagus banget…) Salam kenal meily piliang, selain bangus ketertarikan saya juga karena saya satu suku ama meily …. salam rindu rimbaaa….

  7. Ambo idak pandai baca syair… cuma pandai mandengar. itupun besar ngango daripada ngangak… 😆

  8. hmm…
    sulit menilai sebuah puisi panjang secara cepat


    anyway,thanks dan salam kenal deh:)

  9. waduh kalau puisi aku nyerah deh…. lebih bisa baca bahasa pemrograman daripada puisi….

  10. ini kututitipkan puisi rindu
    yang kemaren tersimpan dilaci

  11. wow…seandainya dirimu co kayaknya banyak ce yang jatuh cinta deh..hihihihi..salam kenal yakk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s