Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Ditertawai nurani 1

13 Komentar

Serial Detox 2

Sebelumnya: detox 1

Ketika menyiapkan bahan sebelum ke lapangan, anakku Ufi ikut melihat-lihat barang apa saja yang mau dimasukan mamanya ke ransel.

“Ma, ini buku apaan, pinjam ya!” Ufi mengambil 2 buku yang mau kubawa ke lapangan.

”Buku Om Anu,” kataku. ”Jangan dibuka segelnya, baca yang itu aja.”

Sibuklah dia mengamati buku itu. ”Oh ini buku baru ya Ma? Kok ini kaya teman mama Om C dan Wak Tejo?”, sambil membaca ada 2 temanku di dalam buku tsb.

”Lho kapan Om Anu ke sana Ma, ketemu Om C dan Wak? Kok Mama gak bilang-bilang, Ufi kan mau ketemu.”

”Dia gak ke sana.”

”Jadi, gimana dia bikin ini?” Ufi meneruskan membaca.

”Yang dulu Mama pernah cerita Fi, Mama bantu wawancara.”

”Lho kok ini ada juga teman Mama Tante Ana yang ketemu di Padang lebaran itu? Emangnya Om Anu ke Padang juga ketemu dia?”

”Nggak Fi, sama. Mama yang wawancara pakai telepon.”

”Nih tante bule, siapa Ma namanya? yang makan sama kita di Mc D dekat Mesjid Raya kan?!” Ufi menunjuk foto sahabatku di halaman depan.

”Iya dia juga diwawancara Fi, masih ingat kan Tante Nyentrik, tapi kayanya gak masuk. Baca ajalah.”

Dia melanjutkan baca, tapi rasa kritis ABG-ku itu muncul lagi.

”Nggak *aci lah Ma!, berarti ada bohongnya dong Om Anu itu! Liat nih ditulisnya pulak kayak gini,…” dia membaca beberapa baris obrolan langsung seolah-olah Sang Penulis yang datang langsung bicara dengan sahabatku yang ditunjuk Ufi tersebut.

”Kok Mama gak ada, dulu kata Mama, Mama masuk di buku ini.”

”Mama nggak mau Fi, dulu udah bilang sama Om Anu itu, nggak usah dimasukkan, Mama bukan contoh yang pas buat bukunya, Mama bukan orang hebat, mungkin juga di potong ama penerbitnya.”

”Halah tetap aja bohong.”

”Tapi kan dia yang nulis kok Fi, bukan Mama.”

”Kan berdasarkan wawancara yang Mama buat, mama tulis juga kan?”

”Iya Mama wawancara dan nulis kisah 5 orang, termasuk Mama. Yang masuk hanya dua kisah Fi. Udah biar ajalah nak, buku dia kok yang tulis.” Ufi meletakkan buku itu.

”Gak jadi baca?”

”Gak ah.”

Akupun diam tak ingin meneruskan pembicaraan. Aku tak mau membicarakan kenapa aku dan lelaki yang dipanggilnya Om itu tak lagi berkomunikasi, anak-anak tak perlulah tahu urusan orang tua. Namun sejujurnya kepalaku tak diam.

Saat menerima bungkusan itu di mejaku, aku kaget, syukurlah ternyata penulisnya cukup profesional, masih ingat pada teman-temanku yang telah dimanfaatkannya. Ya di manfaatkannya lewat bantuanku! itu kata hati emosiku. Luka lama tergores lagi. Berdarah. Sebuah kisah pahit persahabatan, pertama dalam hidupku. Kuharap yang terakhir. Tak pernah ada orang yang sejahat itu padaku selama hidup. Dendam, benci amarah, bak bara, hidup mati. Setiap sakit kutukar nama Tuhan. Nyatanya sulit menjadi orang baik ya.

Namun nurani berkata-kata, selalu mengarahkan telunjuknya ke mukaku sendiri. Begitulah kita, ketika hubungan baik, begitu mudah melakukan sesuatu untuk orang yang dekat, yang disayangi. Ketika ’hado’, chemistry apapun namanya…telah saling berseberangan, begitu mudah menyalahkan, membuang. Dulu aku bantu dia dengan ikhlas, tak sempat berpikir itu sebuah kebohongan. Tapi ketika aku marah, aku melihatnya berbohong. Aku tak ingin menghakimi, itu pendapat anak ABG polos 14 tahun, putraku yang tak ingin kuracuni hatinya dengan kebencian. Aku mencoba tersenyum, karena dia juga membuang upaya yang susah payah aku lakukan untuknya, disela-sela waktuku yang sangat padat. Tak ada aku sama sekali disana. Juga bayang-bayangan waktu berlalu, saat-saat sulit kuusahakan untuk ada bagi mereka, dia dan anak istrinya…sudahlah…

Namun kembali nurani berkata; kalau ikhlas tak perlu ada tanya, mengapa, kenapa…Lakukan lupakan, itulah ikhlas. Mungkin aku memang tidak ikhlas. Persetanlah. Jadi ingat temanku pernah menulis ”mengapa kita sesekali tidak boleh memutuskan sesuatu dengan emosi? Emangnya aku malaekat?”

Bersambung ke Ditertawai nurani 2

*nggak aci = nggak syah/nggak betul.

Iklan

13 thoughts on “Ditertawai nurani 1

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Emang bukan malaikat, Mbak tetapi mencoba untuk ikhlas juga gak ada salahnya.
    *hanya saran
    Makasih mas alam, iya, soliloqui ini salah satu upayaku menuju, thanks ya

  2. hai salam kenal ya, mampir dong ke blogku

    salam kenal juga putra, ok tar ya insya Allah, skrg masih kerja nih

  3. yup memang benar dan sangat manusiawi, emosi merupakan bagian dari hidup kita. menurutku sangat wajar sekali-kali emosi

    makasih sudut pandangnya ya sis, memberi wawasan buatku yg kdg sok jaim hingga meredam emosi

  4. hehehe….aku juga sering emosi kok, meiy. namanya juga manusia, ya gak? 😀

    andai aku bisa emosi mencak2 se asyik kamu mbok suer 😀

  5. aku tak akan membela sang penulis
    tapi coba berpikir positiflah
    penerbitnya yang memutuskan ada berapa profil yang layak terbit seharusnya 50 orang namun dipangkas menjadi 30 dan 20 orang itu termasuklah profilku juga

    salam
    bener, kebenaran tak butuh dibela, dia akan ada sebagaimana adanya.
    kalau kamu baca teliti,
    eg.
    ”Mama nggak mau Fi, dulu udah bilang sama Om Anu itu, nggak usah dimasukkan, Mama bukan contoh yang pas buat bukunya, Mama bukan orang hebat, mungkin juga di potong ama penerbitnya.”

    kalau kamu pahami aku ingin sekali masuk buku itu, kamu salah besar. kalau penulis yg kita maksud sama (REMEMBER I DIDN’T MENTION A NAME!)…cobalah tanya padanya…”masih ingat nggak permintaanku agar aku tak dimasukkan ke dalam bukunya yg hebat itu karena aku merasa tak pantas. aku bukan orang hebat…itu jauh sebelum aku ucapkan goodbye padanya….dan dia jawab itu wewenang penerbit.”

    dan aku tahu persis itu karena aku terima draft buku hebat tsb darinya di flash disk-ku saat mampir ke rumahnya tahun lalu, jadi aku juga tahu ada profil hebat kamu disitu.

    kalau kalimat ini…
    “Aku mencoba tersenyum, karena dia juga membuang upaya yang susah payah aku lakukan untuknya, disela-sela waktuku yang sangat padat. Tak ada aku sama sekali disana. Juga bayang-bayangan waktu berlalu, saat-saat sulit kuusahakan untuk ada bagi mereka, dia dan anak istrinya…sudahlah…”

    itulah pergulatan nurani yg ingin kucurahkan di blog ku…seperti orang lain yg juga curhat asal tak menyalahi UU ITE.

    Oya terimakasih utk saran berpikir positifnya, saat ini itu gak mempan. aku sedang tertarik belajar berpikir negatif agar tetap sehat dan bahagia, aku liat di tv tuh 🙂

  6. Sekali-kali boleh kok pakai emosi, Meiy…

    Eh itu kayaknya yg bener gak aci deh, Meiy..bukan gak asi hihihi

    hehe orang medan protes, iya waktu nulis aku kebawa sense minang jadi asi, tar tak perbaiki deh. anak2 tuh yg medan, kalo aku medan palsu 😀

  7. unie..
    lakukan lalu lupakan*itu ju9a yan9 aku dapatkan dari Aa Gym..
    maka ikhlaskan,kita eman9 bukan malaikat,tapi TUHAN tau ba9aimana kita?biarkan DIA yan9 membalasnya..

    biarlah peristiwa itu menjadikan kita pribadi yan9 lebih wise 🙂

    *sok iye si wiend,perlu proses kan unie :D*


    ah aku tak hebat wi3nd, jangan ditiru yah, tuh buktinya masih suka esmossi 😛 tp sedang belajar menelan racun jadi obat *huaa ini uni apaan yah, ngajarin anak kecil yg nggak2 *LOL*

    • esmosi wajar uni,alamaiah..
      namana ju9a manusia biasa *sama 🙂

      tapi jan9an biarkan amarah bermain di hati hehhe

      kyaa..aku palin9 susah minum obat uni,apala9i racun heheh

      jadi aku minum hot chocholate ajah,uni mau?

      • iya dek, kdg yg muda itu lebih bijak lo. aku sukanya black coco, atawa kupiii, tapi ya ampyuun win, br inget, lagipuasa 😀

  8. aku yakin banget penulisnya siapa karena aku tau dia mengirimkan buku itu
    aku juga tau yang sebenarnya
    dan aku pikir mba meiy sudah cukup dewasa untuk tidak mengungkitungkit masalah ini lagi apalagi dengan postingan bagian kedua itu
    aku cukup tau yang mba meiy maksud siapa
    thanks

    wah kamu hebat dan dewasa bgt ya, tau segalanya…tau yg sebenarnya…terimakasih menambah senyumku pagi ini. coba aku tebak…salah sedikit dari yg kamu tau itu adalah…aku cemburu, hatiku tersayat sembilu, menangis tergugu-gugu…*huhuhu *lol* :))

    “apalagi dengan postingan bagian kedua itu”

    kalau memakai logika berpikir, itu berati kamu mengiyakan tulisan itu sesuai dg ‘yg kamu tau’ itu ya? ITU PENDAPAT KAMU, NOT MINE!

    CUKUP YULIASIH, waktuku terlalu berharga untuk melayani debat tak penting ini. aku tak pernah ikut campur dg hidup kamu. bahkan tidak pernah sebelumnya berkomunikasi, kamu yg tiba-tiba mengirim pesan ke fesbuk aku. kalau saja kamu tidak pakai ‘assalamualaikum’ kata-kata yg sangat suci bagiku, aku merasa berhak marah atas tuduhan kamu waktu itu, kamu tahu tuduhan tak berdasar sama dengan apa? juga informasi ttg selingkuhan si anu adalah si perempuan ‘ana’, info yg TIDAK AKU BUTUHKAN dan tidak kuminta! dan aku jawab…”aku tak heran….”

    CUKUP. aku muak direcoki oleh laki-laki yang mengaku mantan suami kamu, orang-orang yg mencoba mengorek info ttg kamu dan si anu, orang-yg menjebol fesbukku untuk tujuan yg sama. SILAKAN TINGGALKAN BLOGKU, GAMPANG TOH, BLOG INI UTK UMUM, TAPI KAMU BISA MEMILIH TAK MEMBACA, sepanjang tak melanggar uu ite, aku merasa berhak curhat di blogku sendiri.

    gunakanlah ilmu ‘Aku tahu mu’ dan ‘aku tahu yang sebenarnya’ itu di tempat yg tepat. kamu bisa mengorek2 ribuan curhatan orang di jagad maya dan mencocok2kan dg kisah kamu. kamu bisa berekspresi dg bakat wartawan gosip kamu. mengapa mengurusi hidupku?

    kalaupun aku punya urusankah, dendamkah dengan seseorang–lelaki pengecut yg suka sembuyi di ketiak istrinya–ITU BUKAN URUSANMU–NON OF YOUR BUSINESS, urusanku dan dia…BTW kamu siapanya ya kok sibuk banget?

    kamu tau…andai ‘aku tau yg sebenarnya’ mu itu, memang ada, bisa mengalahkan fakta nyata dan kejadian sebenarnya yg kualami dengan dia—aku lebih suka menjadi bersalah…daripada menerima orang yg begitu kupercaya, ternyata hanyalah seorang PENDUSTA! Oh aku bisa tobat dan meminta maaf! atau kamu sudah lupa bagaimana rasanya didustai, dalam kisah yg berbeda?

    atau perlu kupanggil lelaki yg mengaku bernama Martin itu yg turut melibatkanku dalam urusan kalian? GO AWAY FROM MY LIFE! KACAUKANLAH HIDUPMU SENDIRI!

    Selamat kamu telah memenangkan jawaban komen terpanjang, sejak aku ngeblog 2004. kau bisa ambil hadiahnya di rumahku, sebuah buku hebat, sebelum aku sempat membuangnya ke paret busuk dekat rumah.
    nikmati kembang apimu..anything will come to an end…

  9. hmm, ada tiga orang terkasihku disini : Wiend, Meiy dan Julie.. 🙂

    terimakasih dunsanak. bundo selalu bak telaga di kaki bukit, serupa kekasihku

  10. uni,..
    ini ada apa??

    kalau kamu baca kira-kira apaan dek? uni hanya curhat ttg kekecewaan, lebih sbg soliloqui (percakapan diri), lebih untuk menghujam nurani sendiri, sebab begitulah kemanusiaan kita. gampang menyalahkan orang, tapi sulit menyalahkan diri sendiri. kalau pembaca memaknai beragam itu hak mereka kan adek sayang.

    ada yg merasa lebih tahu…biar ajalah….mungkin kamu liat uni ‘mamburansang’ (tanya bundo artinya), uni juga manusiaaa…*ngeles dotcom* baru sekali ini ada yg ikut campur….ya udah. Semoga Allah menjauhkan kita dari ghibah ya…

    uni yakin orang2 dg nurani jernih kaya kamu, bundo, dan tmn2 lain, akan tahu kebenaran yg sejati. sebab kebenaran itu tak perlu dibela2. uni tak perlu membisiki separuh penduduk cyber untuk meyakinkan mereka uni orang baik. baik jahat terserah yg nilai ya dik…

    aku jadi tau buku yan9 dimaksud ituh apa,setelah baca jawaban unie ke julie..
    aku suda membaca buku itu, dan aku jadi tau penulisnya ju9a..

    kalau kamu merasa tau sayang, simpanlah dalam hati ya…uni tak masalah kamu menganggap apa thd uni, krn rasa sayang itu anugerah Tuhan, tiba2 aku sayang sama kamu sejak baca harum hutan. begitu juga dg bundo yg baik hati itu…emangnya umur kamu berapa sih wi3nd? jangan2 kamu pantes jadi anakku…tapi gpp panggil uni, itu asyik kok.

    sekaran9 uni da nda puasakan? kita minum teh maniez an9et ajah yiuks? sembari menikmati udara pa9i dihutan beserta semilir an9inya 🙂
    sejuukk dan se9arr…

    iya mending kita minum teh, alhamdulillah sudah ada nih di meja dibuatkan mas agus…
    minggu depan uni ke hutan lagi…insya allah

    bundo ju9a boleh 9abun9,setelah letih BW seharian hehe..

    seman9aad unie!

    semoga kamu baik2 saja dan bahagia ya dek. tadi uni ke blogmu, komen di tutup hehe…kalau ingin menikmati sunyi, itu baik, temukan damai dalam sunyi…bercintalah dengan Kekasih sejati

  11. unie..
    [ aku lebih suka meman99il unie,boleh yah ?]
    jadi aku punya kakak perempuan 🙂
    aku tetap men9an99ap unie yah unie aku,unie yan9 aku sayan9,curahan hati

    alhamdulillah wi3nd, boleh banget, senang deh dapat adek lagi…

    unie,adalah hak unie,semua rasa sayan9 tidak akan pudar karena hal tsbt..
    ALLAH Maha Tahu unie,aku percaya hukum tabur tuai,kebaikan akan dibalas den9an kebaikan,pun sebaliknya..

    sama wi3nd, aku juga percaya, ada hukum sebab akibat. aku orang yg takut takabur, aku tak berani menuliskan/mengatakan apa2 yg tidak aku yakini kebenarannya (Ada bukti), kita serahkan pada Allah ya dek. ini kejadian pertama selama aku ngeblog 6 thn. sebenarnya lebih ke masalah ‘undercover’. walau uni yakin bundo tahu byk soal ‘undercover’ ini, uni tak akan membisiki bundo, orang baik biasanya adil wi3nd, tak akan mendengar/melihat satu sisi saja…

    pesan uni utk kamu adek, kalau kamu punya teman 10 atau 100 orang dan ingin curhat, pilihlah 1 atau 2 saja, sebab kalau curhat ke banyak orang hanya akan membuat rahasia jadi rahasia umum. komentar tanpa di pikir di blog orang *maaf bukankamu* hanya akan menelanjangi diri sendiri.

    unie yan9 sabar yah *aduuchh maaf anak kecil nasehati uni,ampyuun unie*jon9kok

    iyah unie,aku simpan sajah,cukup tau sajalah kata anak sekara9 mah 🙂

    *trimakasi san9ad uni suda mau menyayan9iku ‘terharu ,peluk unie,aku sebel cen9en9 ban9ed,jadi nan9is neeh :oops:*

    peluk wi3nd juga yg erat :)…makasih ya, anak2 kdg bisa lebih bijak dari ortu dek…makasih sudah jadi sahabatku.

    hwaaaaaaaaa..unie kehutan la9iiii !!

    tetep titip salam untuk semua pen9huni hutan 🙂

    untuk paceet,awaass..yah,kamu kan9en yah,akukan da lama nda kehutan,jadi pacet nda isa 9i9it aku la9i :mrgreen:

    iyah,unie,maren aku cuma mau berdua sama Rein [hujan] dan DIA san9 pemilik,tapi uni da komen kan disanah 🙂

    *bundooooooooo..apa arti mamburaNsan9???,triakin bundo 😀

    jiaaaaahh..ne komen terpanjan9ku ju9a unie 😀

    uni baru pulang, besok pergi lagi. akan kusampaikan rindumu pada rimba, gemercik air, nyanyi serangga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s