Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Senandung jiwa

9 Komentar

melur

1. Senandung jiwa

Tak mampu lukisan

Menampung nuansa

indah rasa

Dahaga bertemu

Renjana renjana

bersimpuh di depanMu

Aku hamba

Kau segala

Cinta merupa semesta

Peluklah selalu

Jangan lepas gamang jiwaku

Ya Rabbi.

Rumah Cinta, 15 Nov 2009-02.26 am

2. Hening

Hujan menyenandungkan lagu indah musik Mu

Malam hening hati membening

Dekap aku Kekasih

Lindap cahayaku

Senyap di bumi

Dan Kau Cahaya Maha Cahaya

Kuserahkan jiwa.

RumahCinta, 02.35

3. Aliran kasih

Tak mampu kubendung puisi yang datang pada malam

Sunyi. Sajak mengisi.

Jiwa tak sepi

Aliran kasih

Kunikmati.

RumahCinta, 02.38

Iklan

9 thoughts on “Senandung jiwa

  1. puisi yang datang pada malam..

    [Al Muzzammil 1-5]
    akan datang aliran kata itu kepadamu
    Subhanallah..

    spontan aja sih bundo…alhamdulillah, rasanya indah. aku cek Al Muzzammil dulu bundo, aku ngajinya lambat, skrg br Ali Imran. *coba baca novel, semalam tamat 1*

  2. selamat malam, puisi yang mewakili penghayatan jiwa terhadap Rabb, tak mungkin saya bisa membuat yang seindah ini

    kadang2 puisi lahir spontan saja sis, makasih kalo menurut kamu indah 🙂

  3. 4.kekasih hati

    malam-malam panjang kutangisi kata akhir yang telah kau jawab
    namun sembilu tetap saja mengahntui kataku
    bila saja katamu telah mati
    maka biarkanlah aku mengapai dirimu

    malam-malam panjang
    kemana malammu setelah
    kau tau bahwa diri
    tak ada disisimu
    terhempas gapai malam tanpa bintang

    tq puisinya mas, bagus 🙂

  4. Wah puisinya bagus-bagus…Aku sedang tak mampu berkata-kata dengan puisi, senandung kata seolah menguap, menghilang, terbang disapu angin…

    tapi rita gak terbang kan hehe..menulislah apa yg kamu sukai saja rita, tulisan kamu adem2 lo

  5. puisi, tak banyak yang dikatakan namun begitu luas yang dirasakan…..salut deh. (baru tau kalo bunga diatas namanya bunga melur…selama ini di kampungku dibilang bunga melati besar *atao mirip doank?)

    melur mmg jenis melati juga desri, di kampung uni buat obat panas

  6. pilhan kata-kata yang singkat, padat menghunjam

    makasih mas, jadi malu nih penyair sungguhan yg komen, aku kan penyair ecek2 (pura2) mas 🙂

  7. sore…saya sedang kangen untuk blogwalking seperti dulu

    hanya sekedar mampir dan membaca puisi yang mengingatkan akan diri khalisa buat saya hehehe

    sila baca mas, saya juga jarang BW

  8. saya kagum sama orang yg bisa bikin puisi tentang tuhan dan tetap menyentuh. berarti dia punya pengalaman yang menyentuh dengan tuhannya.

    and this poetry is deep 😀

    from the bottom oh the heart ya elia

  9. Pendek-pendek tapi kok langsung mengena dalam hati, ya?
    Padahal saya suka yang panjang-panjang, lho…

    suka panjang or pendek relatif kan mas, apanya dulu hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s