Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Keindahan sederhana

13 Komentar

inaiPagi ini selesai menyetrika, aku duduk di kebun belakang, melakukan pernafasan ringan membuang rasa berat di kepala agar hilang. Mungkin karena kebanyakan tidur, ’balas dendam’ sebab 2 bulan terakhir kurang tidur, menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah, banyak fikiran menghadapi kendala-kendala kerja yang ada-ada saja di luar perkiraan…Alhamdulilah hari ini mulai cool down dan bisa update blog…:)

Aku lalu menghirup aroma kenanga dan daun jeruk purut seperti yang biasa aku lakukan kalau hidung atau kepala terasa kurang enak. “Resep”  ini aku temukan secara tak sengaja sewaktu kembali ke Aceh usai tsunami dulu. Menjadi relawan membantu beberapa dokter German, menjadi interpreter. Mereka mengimunisasi masyarakat agar tak terkena wabah sebab banyak mayat. Kemudian pulang ke Darussalam, naik motor. Hidungku perih sekali, kepala nyut-nyutan, mungkin karena debu tsunami dan aroma mayat yang ribuan. Di rumah mertua tak ada obat, aku mencari sirih, sudah mati. Ada beberapa pohon yang bertahan diantaranya jeruk purut, spontan aku cium aromanya…terasa lega….kuhirup lebih dalam lagi, sampai akhirnya hidung dan kepala terasa lega. Sampai hari ini kalau gejala flu resep ini mempan buatku! Aku termasuk orang yang menghindari banget obat-obatan kimia selagi masih bisa.

Dan alhamdulillah juga, kepalaku jadi ringan dengan memandangi pohon-pohon, bunga-bunga yang mekar; bunga raya, mawar, kenanga dll. Serta ’resep dukun’ ala Meiy hehehe 😀

Subhanallah, senang sekali bisa diam-diam mengamati beberapa ekor burung liar (aku tak tau namanya), berloncatan dengan riang di pohon seri dan memakan buah-buahnya…Aku mencoba beku tak bergerak agar mereka tak pergi. Teringat kata-kata ‘suhu burung’ temanku Tisna yang ahli burung...jangan berisik kalau mengamati burung!

Karena tak pernah diganggu, cukup banyak burung yang datang ke taman kami, malah ada sepasang perkutut yang selalu datang berduaan–mesra banget–memakani remah-remah makanan dan apa saja yang mereka temui di kebun. Abang kadang-kadang menaruh beras atau remah roti dsb…dan diam-diam bersama Naysa mengamati sambil senyum-senyum. Pagi kemarin dia menarikku yang lagi sibuk nyetrika juga! mengintip burung madu kecil di dahan suplir yang tengah asyik mematuk-matuk sesuatu…

Aku bersyukur pada Allah telah dipinjami kebun sederhana ini yang bisa membawa kesegaran jiwa raga…walau belakangan tak begitu rapi, tapi aku malah semakin mengagumi ciptaan Allah. Betapa tidak…rumput-rumput liar yang dicabut kekasihku ditumpuk, belum sempat diolah jadi kompos, tanpa kami sadari telah ditumbuhi oleh sisa-sisa akar sayuran kangkung, potongan ubi jalar telah menjadi pohon ubi dengan daunnya yang berwarna merah-ungu, indah. Sayur malah sudah sering dipanen, dan bunga-bunganya yang putih aku rangkai, tahan satu hari.

”Bang, tar dari mana tuh ubi dapat makanan ya? numbuhnya nempel gitu…di bawahnya tembok…” tanyaku pada si Hubbie.

”Biar saja,  kata abangku, ”kehidupan akan menemukan jalannya.”

Duh si abang kaya scientist aja ah!

Pernah aku komen di blog teman…di kebunku timun suri dilempar aja tumbuh…aku menyesal takutnya teman mengira aku sombong, padahal sedikitpun tidak bermaksud begitu…Justru aku mau bilang, betapa suburnya tanah kita…sisa biji timun yang dilempar abang ke tumpukan rumput yang baru dicabutpun lama-lama menjadi buah. Subhanallah…Apalagi yang rajin mau menanami lahan.

Makanya aku sering sedih melihat petani kita yang kebanyakan malah miskin di tanah subur ini, sebab tanah-tanah pertanian justru dimiliki oleh mereka yang berdasi dari kota. Pelaku agribisnis malah bangga mengembangkan tanaman-tanaman dari luar terutama Thailand.

Keindahan itu tidaklah perlu mewah, bagiku bisa menikmati setangkai mawar yang mekar di kebun sudah membuatku bahagia. Apalagi kalau sang kekasih menyelipkan kembang yang mekar pagi itu di rambutku…*padahal belum mandi*

Keindahan sungguh tak mahal, bagi yang mau, bisa kok memelihara tanaman, bunga, di pot. Aku baca malah di Jakarta ada yang bertanam padi di genteng rumah dan berhasil…ASAL..MAU!

Cobalah menanam & tentunya merawat! Pasti akan tahu nikmatnya sewaktu memetik buah. Atau sekedar menikmati indah kelopak bunga, hijau daun-daun tanaman hias, dsb..Di rumahku sendiri tanaman pot lebih banyak, walaupun halaman luas tapi aslinya ditembok karena bekas bengkel. Banyak tabulampot (tanaman buah dalam pot) juga. Jadi tak ada tanah bukan halangan buat menanam pohon.

Yang lucu, Naysa suka meniru papanya…kadang-kadang memetik bunga sesukanya sendiri, bunga langka yang hanya mekar sesekali…dan mempersembahkan padaku…

”Ini buat Mama cantik…” Bahagia banget menerimanya sambil gemes duh sayang…bunganya….! Nay lalu lirik-lirik papanya…”marah gak ya?!”

Si Papa cengar-cengir…gemes, ”Icaaaa…duh itu bunga langka and mahaaal. Sayang…”

bunga kangkung

Bunga kangkung liar yg aku rangkai dg satu bunga raya (kembang sepatu)

mawar melati

Mawar & melati dari kebun

Iklan

13 thoughts on “Keindahan sederhana

  1. Salam green peace ! 🙂

    makasih fren..hijau lestari

  2. *mencoba membayangkan wangi mawar itu*
    dan napasku ikutan lega meiy..! 🙂

    indahnya pagi bersama naysa dan papanya
    hahha nasya pinteerrr.. bunganya cantik ya, petik aja buat mama! sun buat naysa.. mmuuaacchhhh

    sun lagi dari naysa bundo…mmmuaaach..hari ini ikut ke kantor ‘bantu mama’ 😀

  3. sorry meiy ga sengaja, ternyata laptop abis dipake sama rein.. lupa logout 🙂 **yg diatas itu komenku ya..
    ah diam2 aku sering ngintip rein, sesama pencinta rain 🙂

  4. Tapi Nasya pinter, gak bakalan kasih mamanya bunga yang murahan… jadi metiknya yang bagus kan…

    hehe…tapi sayang kalo bunganya cuma mekar sekali setaun, bgt lah ya anak2 suka niru

  5. benar-benar cara pengungkapan yang berkesan. Jadi pengen merasakan wanginya bunga itu
    tanam mas bunganya 🙂

  6. aku jadi ngerasa ada di manaaaa gitu saking asyiknya membayangkan keindahan kebun mama naysa….salam sayang dari bandung selatan

    kadang imaji yg ‘membunuh’ des hehe…padahal biasa saja, hanya rasa syukur krn di kota yg sesak berpolusi aku masih bisa menikmati kebun sederhana 🙂

  7. Subhanallah…., nice view sist, sejumput goresan lukisan nirwana tlah ku intip melalui blog ini…., nice blog sist, keep on movin!!! 🙂

    Makasih fren dah mampir, salam kenal ya..

  8. weeiiissss..cantiiiiiiiiiksss ban9ed ibu mey 🙂
    bun9a kan9kun9 kaya bukan bun9a kan9kun9,indah nian….**mata berkedibkedib..

    hemm makasi resepna yah,aku ju9a anti obat2 an, nanti aku tiru boleh ya?

    bin9un9 man99ilna ibu apa tante yah hehheh

    *salam .. 🙂

    boleh banget wind…ah panggil apa aja, uni (kan aku masih 21…x 3 maksute hehe), bunda, mandeh…asal jangan Oom aja 🙂

  9. Maap, Meiy…Kayaknya tanah kita yg subur, dilempar kayu aja bisa numbuh, gak seberapa dibanding tanah ditempatku 😀 di Amrik sini. Hanya karena 4 musim aja yg membuat pohon gak bisa numbuh saat musim dingin. Tp kalo musim semi, wuih…subur2x semua and giant !

    Apalagi aku dari Batam yang tanahnya gersang hikhik..Nanam apa aja kurus2x semua hasilnya, kadang mati kalo gak dipupuk. Di tempatmu pasti mayan subur and gembur ya tananya !? Soale aku perhatiin, bunganya gede2x eh. Sehat 😀

    sehat krn di kasih pupuk alami di. iya aku cuma lihat gambar aja musim semi di sono, ih cantiknya ya di…:)

  10. Meiy, kalo bisa tolong sms-in no hape kamu ke nomor ini ya, 081387720364 ini nomor aku sementara. Ada yang pengen aku tanyakan.

    ok ban 🙂

  11. wah, thanks dah kunjungan balek ke gubug intelektual maya ku…..ya sobat, ternyata salah satu judul photo di postingan ku hampir sama dengan judul postingan di atas : “sederhana itu indah…” emang sist dah pernah kerja di pembuatan terowongan? sobat kerja di telkom kah? di bagian galian kabel? hehehe piss sist!! 🙂 *kaboooooooorrrrrr….

    iya aku dulu kerja di dumez http://en.structurae.de/firms/data/index.cfm?ID=f001704 (perusahaan konstruksi) yg bekerja membuat tunnel2 bawah tanah, waduk2 besar di dunia. waktu itu menembus gunung yg menghubungkan gunung di asam pulau (padang pariaman) dan danau singkarak di sumbar untuk Pembangkit listrik. aku pernah bertugas membuat laporan lapangan jadi beberapa kali sebulan harus masuk perut bumi! batu2 dsb, subhanallah indah!

  12. wah….indah nian…padu padan rangkai an bunganya….^_^ jd pengen dech….

    Nice Posting bundo….

    *oiya izin manggil bundo ya…blh ga???

    Salam

    –callmeEno–

  13. indah nya dunia qw qta jaga bersama yeaaa………..
    by:fri
    -dha neeeezzzz n rahma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s