Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Di luar lingkaran

8 Komentar

berdiri di luar  lingkaran

kusaksikan panggung sandiwara

tersenyum, terdiam, kadang tertawa

kadang kubiar sabak mata

menertawakan kisah

yang diperankan manusia

ada fakta, ada dusta, ada doa dan airmata

kejujuran, kebohongan, kepalsuan bertopeng keindahan

kusaksikan

dusta yang nyata di depan mata

dan mereka tertawa puas berhasil membungkus dosa

berjuta kisah

menggurat sejarah

di bumi fana

aku juga bukan siapa-siapa, hamba dan fana

khilaf dan lupa

diam-diam hanya kulantunkan doa

agar cahaya sejati selalu menuntunku

ke telaga murni

membasuh hati, atas namaMu Maha Kudus

jernih agar terbasuh cinta yang pernah menghitam jelaga

RB, 15 Oct 2009

Iklan

8 thoughts on “Di luar lingkaran

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    semoga kita tidak seperti mereka, amien

    mereka memang kadang2 ‘kita’ seperti yg dikatakan bundo teman, upayalah yg bisa membuat kita keluar dr kubangan

  2. mereka itu kadangkala adalah kita sendiri meiy.. memang tak ada pinta lain, kecuali meminta padaNYA untuk membasuh diri yang telah hitam menjelaga..

    benar sekali bundo…dan memintaNYA menggenggam jiwa kita 🙂

  3. Beribu pinta dari hati agar langkah2 ini selalu terjejak di jalanNYA, tetapi begitu sulitnya dalam kenyataan, sehingga kita selalu ingkar….Semoga pinta di hati ini selalu nyata tampak dalam tingkah kita, amiin..

    sebab Dia Maha segala, rita, jadi mau minta sejuta pintapun boleh kan 🙂

  4. Bisa jadi di luar lingkaran, tapi sebenernya nggak juga di luar lingkaran. Sebab ketika kita mencoba keluar dari lingkaran, bersamaan dengan itu kita masuk ke dalam lingkaran yang lebih besar lagi. Lingkaran dalam lingkaran …

    u got the point Oeban..bener bgt, aku keluar dr lingkaran sst yg tak sanggup kutoleransi lagi…menjadi penonton saja saat ini…introspeksi…tapi ternyata semua kita masih saja dlm lingkaran yg sama sebenarnya, as u said. tq, kebetulan lg ol sama yah 😀

  5. Salam hangat,
    berdiri diluar lingkaran sebagai penonton bisa membuat kita obyektif dalam menilai tingkah polah manusia

    bener fren, objektif dan sebaiknya introspeksi…tq ya

  6. dan di sebuah panggung megah bernama dunia, seluruh sandiwara itu diperankan dengan apiknya.
    di negeri yang berjuluk zamrud khatulistiwa itupun, sandiwara-sandiwara kehidupan itu begitu memukau.
    sampai makhkluk bernama manusia lupa, bahwa ia juga mengambil peran kecil dalam persandiwaraan itu.

    lupa, al-insan, yg khilaf, kdg alasan manusia utk mencari pembenaran dirinya…tq fren,salam kenal ya…

  7. begitulah dunia… setiap kita menjadi artis yang menjadi pemeran dalam sandiwara dunia

    mari nikmati peran kita ya liz

  8. kita juga menjadi pemeran dalam lakon sandiwara kehidupan ini……tinggal terserah kita memilih ingin menjadi siapa….begitukah uni?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s