Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Ingatkan aku jangan dusta

12 Komentar

Merasa tersentak menonton acara Mama dan Aa tadi subuh, dengan narasumber seorang pemulung yang disebut ‘Manusia Gerobak’ (sayang aku nggak suka istilah ini). Entah kenapa rasanya kok terharu banget, padahal banyak kisah nyata lain di TV, tapi tak bisa membuatku terisak, atau mungkin karena melihatnya sekilas saja? Aku tak percaya dengan kebanyakan reality show, dan aku juaranya males-nonton-TV.

Bu Wati, nama perempuan itu, yang seharinya mencari nafkah dengan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dipakai dari sampah (ah pahlawan lingkungan dia!), katanya seharinya cuma dapat Rp 5.000-10,000.

Yang paling membuatku’tertampar’, betapa ikhlasnya dia menjalani kehidupan ini, anak dan suaminya tinggal di pinggir kali, dan dia sendiri hanya berumah di dalam gerobak sampahnya. Kalau sesekali mereka ingin berkumpul, katanya numpang di rumah besan. Walaupun begitu masih saja ada optimisme dalam suaranya & pandang matanya yang berseri-seri,  ketika menyampaikan cinta-citanya –harapan agar anaknya bisa melanjutkan  sekolah sampai SMU.  “Wajahnya cerah ya Ma,” kata suamiku. Di usia yang sudah 18 tahun, anaknya masih SMP sebab sering sekolah terputus karena ketiadaan biaya.

Adalah hidayah Allah dia bertemu seorang Ustadz bernama Pak Nas (Nasution) dan istri, yang membimbingnya untuk mendalami Islam. Subhanallah, sosok Ustadz ini juga membuatku begitu terharu, aksi yang begitu nyata, membimbing umat ke arah kemenangan walaupun hanya belajar dilapangan saja.

Kenyataan dia berumah di gerobak, sebuah ironi yang sering menganggu pikiranku, bahkan di lingkungan rumahku. Banyak rumah-rumah mewah-besar yang dihuni 1-2 orang, sementara saudara-saudara kita yang lain berdesakan di gang-gang, malah ada yang tinggal di rumah kardus pinggir kali. Masya Allah, Astagfirullah.

Selama ini aku tak berani menulis-nulis ayat dalam tulisan, merasa tidak qualified untuk itu, (kayanya belum pantes) namun entah mengapa ayat :

fa bi ayyi aalaa-i rabbikuma tukadz-dzibaan” (Maka ….. nikmat Tuhanmu yang mana (lagi)kah yang (akan) kamu dustakan?

Ar Rahman (QS;55)

yang aku baca sebelum Ramadhan, teringat olehku. Aku sempat diskusi dengan Abang kenapa Allah mengulang-ulang ayat itu sedemikian sering (31 kali) di surat Ar-rahman?. Muslim semestinya tahu ayat yang sangat sering dikutip ini.

Sungguh aku merasa tak banyak bersyukur, segalanya…rumah sederhana yang nyaman dan luas, walau bukan milik sendiri, suami dan anak-anak rahmat Allah, keluarga besar &  teman-teman yang menyayangi, pekerjaan yang aku sukai dan cintai, dsb, dsb… Kadang-kadang masih mengeluh hanya karena kendala-kendala kecil saja dalam hidup.

Terbayang ruangan kerjaku yang sejuk, AC mati saja bisa mengeluh. Terbayang nikmat yang ada: ruang biru kecil dimana aku bisa bekerja tenang sendirian dengan fasilitas internet, telepon, dll lengkap, kalau capek atau mau sekedar refreshing bisa jalan-jalan ke kebun belakang-menikmati awan, pohon, kupu-kupu, bahkan kuini atau jambu kalau lagi berbuah….atau sekedar meluruskan punggung di karpet di ruanganku…kadang-kadang ke lapangan dan enjoy bekerja di alam, anak-anak, guru-guru, teman-teman mahout dan gajah-gajah di camp…

Belum lagi nikmat tak terhitung tentang kemudahan rezeki, kesehatan, keselamatan lahir bathin, kenyamanan, tawa anak-anak yang membuat bahagia, dsb..tak bakal terhitung nikmatNYA.

Ya Allah sungguh aku banyak berkeluh kesah, padahal rahmatMu tak terhitung. Jauhkan aku dari mendustakan NikmatMu…

Fabiayyi aalaai robbikumaa tukadzziba..

Maka nikmat mana lagi yang kan kau dustakan??

Iklan

12 thoughts on “Ingatkan aku jangan dusta

  1. amiiiinnn ya robbal alaminnn..

    Makasih Anang…aku bolak balik komen di blogmu gagal nang napa ya

  2. baru beberapa detik yang lalu aku baca kata2 yang mirip
    di status facebook seorang teman
    “maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?”

    sepertinya diambil dari ayat yang sama. tadi nya gak paham maksudnya apa, setelah membaca artikel ini jadi paham..

    jadi teringat stiker2 yang sering ditempel di mobil2..

    “Sudahkah anda bersyukur hari ini…”

    *saya sudah, tadi pagi :D*

    padahal tiap detik kita harus bersyukur yach.. kata para pujangga tiap hembusan napas, kita harus bersyukur.. sayang kadang seringkali lupa..

    iya Okta, kalau susah kita,eh aku inget susahnya aja, lupa bersyukur akan nikmat lain yg lebih banyak 😀

  3. kalo wempi cuma ingat kuncinya uni 😀

  4. kunci kamar denny wem? ato kunci brankas hehe

  5. kebanyakan manusia adalah pelupa.. sedangkan yang bersyukur hanyalah sedikit.

    kira-kira kita masuk golongan yang sedikit itukah..? **terlalu ge-er ya meiy, mengingat perjuangan kita masih sebegini saja..

  6. Bertemu dengan orang2 “kecil” namun kuat semacam mereka, hanya rasa malu yang tumbuh dalam hati ini… 😦

  7. melihat yang lebih kuran beruntung dari kita bisa membuat kita tersadar dengan nikmat Allah yang diberikan kepada kita..
    “Siapa yang tidak bersyukur, maka azab Ku sungatlah pedih”
    salam rimba raya lestari..

  8. Tak terhitung berapa nikmat Allah yang sedang kita peroleh. Namun kayaknya banyak dari kita yang gak menyadarinya.

  9. Salam Takzim
    Jadi sedih membaca tulisan ini, diuji jiwa ntuk membumi, melihat adilnya Allah bersifat, dimana ada dua keadaan, low or high, cermati perlakuannya ambil hikmah dari penyampaiannya wahai shohibul hikayat
    Salam Takzim Batavusqu

  10. Aku jd teringat guruku disini yg selalu bersyukur dan tidak pernah memikirkan kebendaan.

  11. setan akan mempengaruhi manusia dari depan dari belakang, dari samping kiri dan samping kanan. dan kamu dapati kebanyakan manusia “tidak bersyukur”.

    kalimat yang saya kutip dari ayat al-qur’an ini (redaksinya dalam bahasa saya) ini perlu dilihat secara teliti.

    Ayat ini tidak mengatakan, “… dan kebanyakan manusia tidak sabar, atau tidak mengambil pelajaran dsb. tetapi dikatakan kebanyakan manusia “tidak bersyukur”. Jadi, menjadikan manusia itu tidak bersyukur sudah cukup bagi setan untuk tertawa puas karena banyak sudah manusia yang menjadi pengikutnya.

  12. Semoga Allah membersihkan hati kita dari segala macam penyakit-Nya! Amiiieeeennnnn…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s