Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Ramadhan jangan pergi

12 Komentar

Ramadhan sebenarnya ulang tahunku menurut kalender Hijriah, tapi aku tak pernah diberitahu tanggalnya, hanya tanggal masehi. Barusan aku tanya Tante Google, ketemu situs  Islam ini, dapat deh, ternyata tanggal lahirku 11 Ramadhan. Alhamdulillah, aku dilahirkan  pada bulan yang indah dan suci ini.

mawar putihRamadhan memang selalu membawa nuansa tersendiri di hatiku. Sesuatu yang tidak bisa digambarkan dengan kata, yang jelas selalu ada perasaan tak ingin Ramadhan cepat berlalu.

Terinspirasi tulisan Mas PS tentang Ramadhan di masa kecil, jadi pengen nulis juga, sekalian ngilangin males update blog 😀

Sebagai anak-anak dulu, yang paling berkesan di bulan Ramadhan adalah bisa bermain bebas malam hari, bukan shalat tarawihnya hehe…. Hari lain mana boleh! Usai shalat, yang lokasinya di dekat rumah sepupuku di pusat kota, kami bergabung dengan anak-anak pasar yang “bandel” menurut orang tua. Entah mengapa mereka yang tinggal di pasar dan asrama di anggap anak nakal. Padahal asyik banget main dengan mereka, soalnya mainannya kalo nggak petasan ya kejar-kejaran sepanjang jalan kota yang masih sepi kendaraan. Plus bisa puas jajan bermacam peganan yang membuat ngiler di seputar Mesjid Raya Jihad Padang Panjang, Sumatera Barat. Kalau dipikir-pikir sekarang, saat aku selalu cemas anak-anak nggak mau dilarang main mercon, aku senyum-senyum sendiri, ingat betapa bandelnya aku dulu, ngerjain orang dengan berbagai petasan…Akhirnya aku nasehati saja jangan dekat-dekat orang bakar petasan.

Menginjak remaja *malu-malu dikit nih ceritainnya* tak lagi main kejar-kejaran, bersama teman-teman aku berpindah tarawih dari satu mesjid ke mesjid lainnya di kota kecil kami. Asyiknya luar biasa karena lebih banyak becandanya daripada mendengar ustadz ceramah hehe…Parahnya lagi, menginjak SMA ketika mulai first love, motivasi utama rajin tarawih adalah karena mesjidnya dekat rumah si Koko (demenan waktu itu ;), dari mesjid kelihatan loh jendela kamarnya hahaha…Dasar abg yang baru jatuh cintrong ngeliat atap rumahnya aja senangnya bukan main. Sayangnya waktu itu, ‘doi’ belum Muslim, jadi gak bisa shalat sama-sama. Kemudian doi jadi mualaf lho!

Siang Ramadhan biasanya kami disuruh ortu mengerjakan pekerjaan yang kreatif. Hampir di setiap Ramadhan dulu sekolah libur. Ibu mengajari kami (aku dan adik perempuanku Dewi) bermacam keterampilan, memasak, menjahit, dsb…favoritnya sih menjahit strimin (bener gak ya itu namanya?)–yang paling membuatku sebeeel…. Adikku berhasil menjahit dan memasak dengan baik. Aku males dua-duanya…Banyak hasil karya Ewi dipajang di rumah, aku hanya punya satu jahitan bunga matahari agak kecil, yang dibuat terpaksa hehe. Aku sering jelous sama adik lelakiku yang dibebaskan ngelayap kemana aja…

Tapi biasanya aku senang kalau disuruh merapikan rumah saja, mendesain, berasa obsesi jadi interior desainer terpuaskan. Daripada bantu masak dan jahit-jahit, aku lebih suka disuruh mencat pagar, atau manjat-manjat apa kek gitu. Satu-satunya ‘pekerjaan  perempuan’ yang aku suka hanyalah merangkai bunga pagi-pagi…Soalnya…si doi suka lewat bawa herdernya di depan kebun hueheuehue…Dan bunga, siapa yang tak suka melati yang wangi dan mawar yang cerah ceria?

Kadang aku melukis ikut-ikutan Papa. Kalau teman-temanku datang, gangku tersayang HAMMY ANGELS  (HAMMY  = Henny+HArmita, or Meiy+Meme+Yens), kami pasti nyanyi bareng, Henny dan Meme suaranya bagus, Yens jago gitar dan biola, aku jago mengatur mereka! (berasa Manager). Sore biasanya kami jalan-jalan ke pasar lihat-lihat aneka jajanan yang membuat liur menetes.

Kalau puasa Ibuku biasanya menyiapkan menu istimewa kesukaan anggota keluarga, yaitu gulai tambunsu (usus sapi) pakai telor, gulai ikan gurami, dan selada ala Uwoku (nenek) nan lamak bana.*

Kini, ketika jatah usia terus berkurang dan tak tahu kapan akhirnya, aku begitu haus akan banyak ilmu spiritual yang mungkin selama ini tak maksimal aku pelajari. Harapanku menjalani Ramadhan tahun ini, selain diampuni dosa-dosaku sejak akil balig hanya agar usai Ramadhan bisa berakhlak lebih baik dihadapanNya & sesama manusia. Soal iman, taqwa aku tak tahu, mungkin  masih jauh, hanya DIA yang tahu, aku berupaya saja.

Iklan

12 thoughts on “Ramadhan jangan pergi

  1. 🙂 “…..Mengenang masa kecil yang menakjubkan, sungguh indah…! bikin geli 😉 dan pengen senyum-senyum sendiri mengingatnya.
    Namun waktu itu telah berlalu.

    Hari ini harus lebih indah lagi dari masa-masa indah itu, Aamiin……” 🙂

    Salam Ukhuwah,

    Iya insya Allah ikhtiar agar hari ini lebih baik, salam juga fren, makasih ya sudah komen 🙂

  2. selalu ada kesan yang indah memang ketika kecil dulu, lucu dan membuat kita tertawa .wah aku juga suka tug usus sapi, wah kalo ke senen banyak tuh , enak tenan.selamat berbuka ya

    makasih teman, selamat berbuka dg tambunsu 🙂

  3. Selamat HUT 11 Ramadhan = 01 september … semoga sukses dlm cita & cinta serta senantiasa dlm lindungan Allah SWT. Amin!

    btw … postingan yg menarik … membuatku ikut melayang penuh nuansa masa kecil pada bulan puasa … alangkah senangnya … 🙂

    Alhamdulillah amin, makasi ya Mas, Ramadhan memang indah

  4. sayangnya ramadhan harus akan pergi sepuluh hari lagi… udah beli baju baru? hihi

    semoga hikmahnya menetap di hati ya anang. udah beli kolor buat anak2 hehe

  5. Indah memang uni ketika kita bisa mengenang cerita masa kecil dulu…Biasanya masa-masa itu selalu dipenuhi kenangan manis dan terlalu indah untuk dilupakan he he *kok kayak mirip lagu ya:)*.

    Semoga dengan semakin berkurangnya jatah hidup kita, maka akan semakin membuat kita sadar diri bahwa hidup ini hanyalah sebuah perjalanan untuk menuju satu titik, yaitu perjumpaan dengan Kekasih Sejati, mudah-mudahan kita diperkenankan untuk melihat Wajah NYA kelak, amiin…

    Wah rita asik bgt komennya yg sejuk, iya semoga dipeluk Kekasih sejati 🙂

  6. Happy Milad meiy.., semoga selalu dialiri daya olehNYA untuk menjadi rahmatan lil’alamin..

    hwaaa… ibu kita masakannya sammaaaa…!!! duh ngacai niyh **hmm ibuku kapan pulang yaaa.. 😀

    Mokasi bundo, amiin. iyo sabana lamak, titiak salero hehe 😛

  7. Kunjungan pertama. Salam kenal. Semoga puasanya membuahkan hasil.

    Makasih mas, senang nambah teman. amiin 🙂

  8. Salam Takzim
    Selamat ulang tahun ya di fase kedua romadhon lahir putri eno baik..
    Salam Takzim Batavusqu

    makasih ya mas, semoga sukses ramadhannya.

  9. Yah, kalau cuma untuk melawan adik yang terkesan lebih kreatif karena bisa memasak dan menjahit, gampang: pajang saja gajahmu di rumah 😀

    hehe sayang mas waktu itu aku belum berteman dg Theo (nama tusker jantan di camp)…:D

  10. si “Koko” ini sering sekali muncul yach :p
    memang cinta pertama, kata orang usianya tidak pernah lama tapi kenangan nya sepanjang masa
    :p

    hehe diinget rupanya ama si koko ini jadi malu, lama ya Okta gak kesini. tadi aku ke blog kamu blm update ya, keknya busy bener 😀

  11. iya masih blom update.
    jadi bisa nya cuma blog walking aja. 😀
    ya kaya begini nich.. jalan2 aja hehehehe..

  12. masa kecilyang indah mbak, saya juga sering flashback kejaman masa kecil saya.. bahkan kalu ingin saya masa kecil lagi pulang sekolah temen2 kumpul bareng2 mandi di sungai yang bersih dan jernih.

    apalagi puasaan benar2 masih murni…sekarang jangan tanya rumah saya sekarang (Jember) sudah ramah apalagi dengan areal kampus Universitas jember, universitas muhammadiyyah jember, universitas2 lainnya… jalan sudah padat, ramai, bising, sungainya juga sudah kotor..

    jujur saja saya lebih suka tempat sepi dari pada ramai seperti di rumah orang tua sekarang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s