Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Serunai buat Melati

6 Komentar

: Pipit Padi

Serunai cinta itu dik, mendayu-dayu di hatiku

Serasa tlah hadir

Dibawa angin semilir dari ranah kita

Menyejukkan hati mesti baru desaunya

Sajak itu dik,

Menyentak-nyentak batinku

Serupa menarikan rantak dihari lalu

Menghentak rasa terindah

Mewujud renjana

Cita-cita terlupa

Mari rengkuh

Irama irama

Bersama aliran kata

Yang keluar dari jiwa

RuangBiru, 28 Agustus 2009

Iklan

6 thoughts on “Serunai buat Melati

  1. Puisi yang indah, saya gak bisa menuliskan yang seperti itu agak melayu tapi mnenindonesia

    kaya melayu ya fren? hehe

  2. masih bolehkah aku melihatmu menarikan rantak seperti di hari lalu..?

    wew gak pantes lagi kalee mande, dah mirip gajah hehe

  3. bagus-bagus! Ini puisi melayu ya?

    puisi medan fren πŸ™‚

  4. Ondeh .. saraso tabang dibaok angin angan ko mambaco puisi Uni ..

    Kampuang aman ni .. kadang hujan .. kadang gampo .. alah 2 hari alah jarang mati lampu .. alhamdulillah lah .. lai pulang Uni rayo? πŸ™‚ jalang-jalang juo kampuang tacinto ko πŸ™‚

    insya Allah pulang lan, basuo awak, doakan se jadi, alun pasti lai

  5. Salam Sahabatku….
    Kunjungan perdana ini, salam kenal aja dulu…
    Maaf, saya memang hanya mantan manusia bejat, tapi sumpah, saya sudah benar-benar insyaf.
    Satu yg membuat saya yakin bahwa saya pasti bisa berubah menjadi orang yg lebih baik, yaitu Kebesaran Alloh. Nothing Impossible, ndak ada yg ndak mungkin.
    Selama kita mau berusaha, pasti jalan untuk itu akan terbuka.
    Maka dari itulah kali ini saya akan berbagi sedikit kisah hidup saya selama masa transisi itu, kalo sahabatku berkenan, saya tunggu motivasinya buat saya di Mantan Copet Itu Akhirnya Jadi Seorang Pengusaha.
    Trimakasih Sahabatku.

    Makasih sudah mampir mas, salam kenal ya.. Allah Maha Besar, Maha Kasih, hanya dia yg berhak menilai iman makhluknya πŸ™‚

    Salam.

  6. Puisi merupakan ungkapan jiwa…
    Puisi luapan emosi
    Puisi coretan kelam yang dalam
    puisi merobek gumpalan darah
    puisi sebuah karya hamba yang snantiasa bertafakur

    Insya Allah fren, makasih ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s