Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Kerinduan serupa bumi mendamba hujan

10 Komentar

Pulang

Catatan Perjalanan Bangladesh 9–tamat

Catatan ke-8

Kerinduan

Serupa bumi

Mendamba hujan

Eh pas hujan beneran malah banzir maaak! Hari terakhir di Netrokona, hujan lebat sejak  malam. Sungai terdekat meluap dan rumah-rumah didekatnya mulai terendam. Ayah menakut-nakuti kami, bercanda sih; “We could not go back to Dhaka if it is flooded,“ dia bilang ke aku dan Wawa…Trus dia ketawa…”Hahaha…you’ll cry..you’ll cry…” katanya melihat Wawa. Aku balas lagi, “Oh no we are okay, not worried, I will take helicopter,” kataku.

Banjir di Netrokona

banjirHari-hari terakhir, kerinduan pada rumah dan anak-anak mulai terasa. Namanya juga emak-emak yah, kalau sama Bapaknya sih hana masalah, kata orang Aceh. Selama ini aku berusaha tidak mengingat-ingat mereka. Loh kok gitu? Iya abang, hubby berpesan, kalau aku sering ingat, mereka akan ingat juga, jadi sedih, terutama Nay yang kalau malam selalu bobo di lenganku, trus kalau terbangun mencari-cariku lagi. Hiks…hiks…

Workshop berakhir tanggal 2 Juli. Siangnya hujan berhenti, dan kami jadi pulang ke Dhaka sore itu. Sekitar Netrokona sudah banjir, sebagian rumah dekat sungai besar, tenggelam, banyak sawah-sawah terendam air. Bangladesh memang sering banjir, dan itu sudah biasa kata mereka. Kami jalan malam lagi, sampai hampir subuh. Makan pagi di Guest House Dhaka, lalu istirahat sampai jam 10 pagi. Kami punya satu hari buat jalan-jalan di Kota Dhaka dan ingin shopping kecil-kecilan buat teman-teman dan keluarga.

Ini dia tarian aneh itu, manortor dg lagu Kuburan

dance-mayeen photo

Siang ke pasar Dhaka, kalau gak salah Plaza Aarong gitu deh namanya, ditemani Gawsia, Lipi dan Samiul. Kami membeli souvenir gajah-gajahan. Banyak sekali pilihan, mulai dari gambar dinding, sarung bantal, seprei, sarung hp, yang dijahit ala tradisional Garo, sampai patung, tas, baju dsb, ada gajahnya! Aku mulai hafal kata-kata “Hathi mere sati (Bahasa Hindi), atau Hati amar sati (Bangla) yang artinya gajah adalah temanku. Jadi keidean ini bisa juga kulakukan untuk Tangkahan tercinta, di sana ekowisatanya belum punya souvenir. Semoga ya!

Makan siang ditraktir Gawsia, sedap bah lama gak makan makanan barat, kami makan roti perancis itu, lupa namanya. Tapi usai makan Gawsia tanya, “Are you still hungry?” Hehe ternyata semua jawab: “Yes I am still hungry! starving!” Woalah maaak, terbiasa makan berat selama workshop, nasi kari, dll, plus cai & kue waktu tea break, makan roti jadi gak kenyang! Dasar rakus wehehe!

Pulang belanja kami mampir di Universitas Dhaka, berfoto ria; aku, Wawa, Mayeen dan Lipi di Kampus yang indah, adem dan asri ini.

Dhaka Univ 3

Pulang

Malam itu jam 10, kami diantar Ayah, Mayeen dan Husein ke bandara. Ayah turun di museum dekat rumahnya. Sedih juga meninggalkan teman-teman. 15 hari bersama telah mencipta keakraban diatara kami, sebelumnya kami saling tukar kenangan, apa yang ada di koper saja.

Bandara Zia Dhaka, lumayan besar, walau tak secanggih KLIA. Baru saja masuk untuk check-in, sewaktu koper kami di-scan, metal detector berbunyi…Langsung deh kami dihentikan, ditanyai dulu. Mana Bahasa Inggris petugas nggak jelas. “Aduh Mak apa ini?” dalam hatiku.

“You see, this…” sambil nunjukkin layar monitor gambar koper kami, khususnya koper Wawa. Ada beberapa barang di situ, kayaknya patung gajah dan mangga!

“This is iron, metal! What is this?” petugas itu bertanya.

“Oh this is hathi…” temanku Wawa langsung jawab.

“Yes Sir, hathi amar sathi. We bought them for souvenir, for families in Indonesia.” kataku.

“Oh hathi? Elephant!.” Oh ok ok…you go, go.”

Amiin…Aku dan Wawa bernafas lega . Wawa merepet. “Kok aku-aku aja ya yang kena!?, Salan deh,” katanya.

Memang sejak dari Medan setiap di periksa di pintu masuk, ada-ada saja yang bikin Wawa di geledah. Pertama di KL, Wawa di periksa gara-gara, ada semacam logam di tubuhnya kata petugas. Apa ya? Demi menjaga tulangnya yang dulu pernah bermasalah, untuk perjalanan jauh Wawa disarankan dokter memakai semacam sabuk yang ada logamnya. Untunglah setelah diperiksa ‘Mak Cik’ yang di bandara, kami disuruh lanjut. Aku ngeledek..”Pakai sabuk anti peluru sih Wa!” Waktu mau ke KL dari Dhaka juga Wawa yang ‘ditahan’ karena bawa Aqua tak sengaja…

Menghabiskan waktu menunggu jam 02.20 dini hari, kami check-in dulu, lalu melihat-lihat dagangan, tenyata pesawat ditunda jadwalnya menjadi pukul setengah lima pagi! Apa gak cemas? Takutnya sih tiket yang ke Medan jadi batal, karena kami pasti sudah terlambat untuk mengejar pesawat. Setelah aku tanya, kata petugas tak apa-apa, mereka yang akan mengurus, sebab itu salah mereka.

Iseng

Menjelang pagi, kami duduk-duduk sambil mengantuk. Tak lama berurusan dengan imigrasi, disana kenalan dengan Black African man, cukup sopan dan ramah, makanya kami jawab perkenalannya. Aku ngerjain si Black man waktu dia tanya apa aku sudah punya boy-friend. Aku jawab “Oh I have three men!”

“Three men? Wow great, great!” kira-kira begitu deh, soalnya bahasa Inggris si ‘bule’ item (bule kok item wakakak) kacau balau 😛

Nungguin pesawat delay hampir pagi di Bandara ZIA, Dhaka

zia air portNamun percakapan kemudian jadi menyebalkan ketika ada “Wak Haji” nimbrung. Katanya dia mualaf yang sedang belajar Al-Quran di Malaysia, bersorban dan memakai Gamis panjang. Kami pikir pastilah baik karena mualaf. Awalnya sih bicara sopan, tapi lama-lama kok ngobrolnya udah gak karuan yah…

Kemudian ketika si Wak Haji pamer dia punya dua istri, di Malaysia dan Bangladesh, kami bertiga tertawa cekikikan. Si Black bilang (dalam dialek Medan aja ya):

“Wah kalah kau bah, dua cewe ini punya tiga lelaki loh!”

Shock-lah Wak Haji itu (lebay lagi!). “Apa? Kamu punya 3 lelaki? Husbands or boy friends? Kamu?” tanyanya ke Wawa. Rupanya dia jago Bahasa Melayu.

“Ya sama, lelakiku ada 3 juga,” Kata temanku. Mampus kau kukerjain, kata kami cekikikan.

“Hebat…hebat…Emang umur kalian berapa?” tanyanya.

“What do you think, ?” aku balik bertanya pada si negro.

“You around 25-26, you also, “ katanya padaku.

“Wow, I look younger, eh, “ kataku.

“Kau pasti tak percaya ya umurku sekian….sekian,” kataku lagi.

“My three men are two sons, and my husband. I have a teenager, 14 yeas old!”

Mereka terganga gak percaya…Mayan juga asyik ngerjain ‘bule bego’ . Bego sih dan ujung-ujungnya pembicaraan jadi gak asyik lagi karena si Wak Haji mulai cerita-cerita tentang gadis Bali yang bisa di-booking 7-8 dolar semalam, dulu dia sering. “Kau bisa booking 5 orang sekaligus,” katanya ke si negro. Katanya lagi dia sudah tobat sekarang, makanya belajar Al-quran. Aku tersinggung dong dia menjelek-jelekkan bangsaku. Akhirnya gak kami layani lagi omongannya…Wawa cuek, aku pura-pura tidur sampai akhirnya pesawat menerbangkan kami ke KL.

4 jam terbang sampai di KL sudah pagi. Kami dijemput petugas Malaysian Air, karena tiket kami delay, kami diberi akomodasi yang nyaman sekaligus voucher buat makan pagi dan siang. Bisa tidur-tiduran dan mandi dulu di hotel. Lumayan ringgit buat makan bisa ditukar oleh-oleh.. Pelayanan mereka bagus sekali. Kami bisa-jalan-jalan lagi di KLIA sambil nunggu pesawat jam 2 siang itu. Lalu terbang ke Kota tercinta Medan.

Alhamdulillah tanpa kendala, kami sampai di Polonia tanggal 4 Juli jam 3 sore, langsung dapat semprotan selamat datang, dengan dis-infectan – anti flu babi kah?

RuangBiru, 23 July 2009

Iklan

10 thoughts on “Kerinduan serupa bumi mendamba hujan

  1. Waaaah,,suka berpetualang,ya..

    pengen juga,e..
    😀

    trima kasih
    share pengalamannya..

    (mudah2an suatu saat nanti berguna juga,bagiku)
    *kali2 bisa nyusul abroad.he3x..

    http://arko.blogdetik.com

    iya, mang hobi sih adventuring. bonus kerja. tq ya dah mampir, salam kenal

  2. ada petualang nehhh

    ecek-ecek (pura2) fren 🙂 tq dah mampir ya

  3. asyik bener uni bisa tadabur alam….melihat kekuasaan sang pecinta alam 😀

    Alhamdulillah bro…membuat kita sadar betapa kecilnya kita

  4. lagi bertualang.. eh nyampe ke blog ini sist.. salam kenal.. 🙂

    makasih ya sudah mampir, senang kenal kamu dhanie

  5. Whoaaaa…Aseek bener bisa jalan2 abroad,kapan yak q bs ikut

    salam kenal sahabat

    senang kenal kamu widdy, tapi gak ada tautan balik ya?

  6. setan bener tuh wak haji wekekekke kamu bilang donk meiy, di thailand bisa booking gratis 10 !!

    bah..delay aja dapat akomodasi ok gitu. penerbangan internasional kali ya ?! teman aku barusan dibatalin pesawatnya (mandala), gigit jari doank…kacau liburannya jdnya.

    hehe emang syoiton berjubah tuh orang. udah tau dia kali Di, wong kerjaannya gitu. Penerbangan dg MAS, bagus pelayanannya. kalo servis penerbangan indo yah begitulah *pasrahdotcom*

  7. wkwkkwkw…seru bgt ya ngerjain bule n wak haji itu

    lumayan mengusir ngantuk fren. makasih ya udah mampir 🙂

  8. Hai tukar link boleh?

    Thanks ya knjungan baliknya this my URL http://widiastuti.Blogdetik.Com

    ok Widdy, nanti aku link insya Allah 🙂

  9. keren uni ceritanya… jadi ingin berpetualang juga…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s