Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Tim kami

1 Komentar

Catatan perjalanan Bangladesh 8

Catatan perjalanan ke-7
Dari workshop ini aku belajar banyak hal, mulai dari materi Workshop yang tercakup dalam Buku Panduan bagaimana hidup harmonis dengan gajah, juga metode belajar- mengajar aktif, interaktif yang menyenangkan dan menarik seperti melalui gambar, drama, game dsb. Yang paling mengesankan adalah pertemanan dengan sesama anggota tim. Kami ‘dipaksa’ bekerjasama walau sebagian besar baru pertamakali bertemu, yang menghasilkan suatu keakraban sendiri dalam 15 hari bersama siang malam. Kami harus bekerjasama agar setiap program sukses. Dalam satu pelajaran/kelas, biasanya ‘dikeroyok’ 3-4 orang educator dan intern, disitulah kami harus berdiskusi terlebih dahulu dan menyiapkan agar presentasi berjalan baik dan menyenangkan bagi peserta dan pendidik. Bonus yang lain ialah bisa jalan-jalan melihat negeri orang, menambah wawasan dan alhamdulillah mengingatkan akan kebesaranNya betapa beragam dan indah alam ciptaanNya.

Berpose di hutan Gazni, Sherpurdi jembatan hutan gazni

Seperti yang telah aku tulis sedikit di catatan sebelumnya, Workshop ini adalah Program ZOO, aku dan Wawa diundang oleh mereka dan difasilitasi oleh IEF. Sedangkan tuan rumah adalah WTB. Tim kami terdiri dari 13 orang Educator/Trainer  dan 2 sopir. Kami hampir selalu bersama, belajar, mengajar, makan, jalan-jalan…Mr. Anwar yang aku & Wawa sebut ‘Ayah’, benar-benar seorang Tuan Rumah yang baik. Beliau tidak akan makan sebelum semua peserta makan, termasuk sopir, office boy, dll. Selalu menanyakan sikon kami semua, apa kebutuhan dsb. Heidi yang baik seolah-olah Ibu bagi kami, juga selalu menanyakan kondisi, ngobrol dengannya asyik sekali, selain DR. pemilik Sanctuary Gajah ini pintar, juga lucu. Lihatlah senyum kompak kami neeh 😀

Di foto kiri-kanan: Lipi, Samia,  Meiy, Marimuthu,

Mr. Anwar,  Mayeen, Wawa, Heidi, Gawsia, Sunny

edu-team

Anggota team: Dari ZOO (Zoo Outreach Organization): Daniel, Ilmuwan ahli serangga & lingkungan, dan Marimuthu, pakar pendidikan, serta Mamatha seorang volunteer, Guru sebuah sekolah international di India, asyik cara mengajarnya. Dari FFIaku pencinta gajah dan alam saja sih 😀 dan Wawa, yang mewakili guru, Cik Gu yang cantik ini adalah Guru SMU Harapan Medan serta Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara. Lalu Heidi Riddle yang punya Riddle’s Elephant and Wildife Sanctuary, juga staf di IEF (aku lupa jabatannya). Kemudian Bangladeshi; Ayah alias Prof. Anwarul Islam Dosen Fakultas Zoology Universitas Dhaka, dan tetua di WTB, serta murid-murid Ayah yang sedang mengambil gelar Master di bidang Zoology, Mayeen, Samia, Lipi (baru tamat bulan ini), Gawsia murid Prof. Anwar yang sekarang sedang riset untuk thesis-nya di Cambridge University, Sunny dari Universitas Chittagong, Dan Samiul murid Ayah juga, tapi aku lupa nama Universitasnya. Mereka semua cerdas dan berani tampil, masih muda-muda sekitar 22-26 tahun.

Samia-Mamatha-Heidi-Wawa-Meiytim di gazni2

Layaknya suatu perjalanan, tak mungkin tak ada sandungan atau kesulitan. Bagiku itulah seni dari sebuah adventure. Kukatakan pada temanku, ketika kami menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan misalnya suhu yang terlalu panas waktu pertama datang, sopir yang nyetirnya asli gila-gilaan, menyesuaikan lidah dengan menu yang hampir sama setiap hari dengan bumbu-bumbu yang kadang aneh (sebagian besar biasa sih), dan hal-hal kecil seperti ada teman yang kami sebut ‘si Lebay’, yang kadang-kadang suka menginterupsi cara seseorang mengajar. Aku sendiri selalu menganggap itu sebagai dinamika pemanis saja. Tapi secara keseluruhan mungkin 95% perjananan ini menyenangkan. Alhamdulillah..
Wah di Zoo sudah ada beritanya loh, baca yah!SHERPUR TEAM

For all my friends in the team:

I thank you very much for the great and wonderful time with you all. Frindship, hospitality. I will remember it as happy time in my life. Hope we could see each other sometimes and you all to visit Indonesia, especially my elephant team and me. 🙂

It is wonderful and fantastic days!

*Note: kucoba masukkan foto ke Picassa (belum selesai), tapi sewaktu mau copas  di  kanan blog pake apa sih namanya itu *trailer?* kok yg ketangkap cuma satu topik saja ya…(lelaki Bangla) padahal byk judul.

Coba link ini:

Coba lihat fotoku disini.

Iklan

One thought on “Tim kami

  1. Ping-balik: Kerinduan serupa bumi mendamba hujan « Alam Takambang Jadi Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s