Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Hidup mesra bersama gajah–Getting Along with Elephants-HECx

6 Komentar

Catatan Perjalanan Bangladesh 3

rangunia-ws

Catatan Perjalanan ke-2

Workshop atau lokakarya ini adalah pelatihan untuk Pendidik/Guru dan tokoh masyarakat terkait, mengenai “Bagaimana hidup harmonis dengan gajah/Getting Along with Elephants-HECx” (HECx= human-elephant coexistence), ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang sering terjadi konflik antara manusia-gajah. Diselenggarakan oleh ZOO (Zoo Outreach Organization)-India, dengan tuan rumah Wildlife Trust of Bangladesh. Aku dan Wawa di undang oleh mereka (ZOO & WTB) dan di support oleh International Elephant Foundation (Heidi), sebagai utusan Fauna & Flora International-Sumatran Elephant Conservation Programme.

Konflik gajah dan manusia yang memang sering terjadi sejak dulu, adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, atau belum bisa dicarikan solusi menyeluruh selama manusia masih saja mengeksploitasi alam atau habitat sang raksasa. Dan hanya Tuhan yang tahu kapan berhenti!

DSCF0182Bagi masyarakat perkotaan, isu ini mungkin aneh dan terasa ganjil, tapi tidak  bagi masyarakat yang hidup di pinggir hutan yang ada gajahnya. Gajah masuk ke perkebunan milik mereka dan memakan hasil kebun, terjadi ‘perebutan’ yang kadang memakan korban nyawa. Manusia menyalahkan gajah, gajah tak tahu itu bukan miliknya. Mereka hanya mengikuti alur jelajahnya yang sejak dulu sama, yang kini dijarah manusia. Menurutku hewan hidup menurut sunatullah, manusia yang suka melanggarnya.

ZOO membuat suatu Buku Manual/Panduan Pendidikan bekerjasama dengan negara-negara yang yang daerahnya rentan konflik gajah;  Nepal, India, Srilangka, Bangladesh, Indonesia, Thailand, dll, dimana telah dan akan dilaksanakan Workshop semacam. Aku sendiri kebagian yang Indonesia Country Chapter, diawali dengan survei tingkah laku, mengolah hasilnya dan mengumpulkan fakta-fakta/data-data tentang human-elephant conflict di Indonesia yang mencakup sejarah, tradisi, peta, aksi, undang-undang, dsb. Dan nanti Insya Allah menyelenggarakan juga di Indonesia.

drama-hecx

Belajar lewat drama

Inti HECx atau human-elephant coexistence adalah hidup harmonis bersama gajah, jadi bukan solusi total buat permasalahan konflik gajah-manusia. Melalui panduan ini, Pendidik diajarkan “Apa yang boleh dan Apa yang Tidak Boleh” dilakukan di daerah konflik, yang nanti akan diteruskan pada murid, masyarakat, aparat, dsb.  Misalnya disarankan menanam pohon yang tidak disukai gajah, melapor ke Departemen Kehutanan atau yang berwenang bila terjadi konflik, jangan bertindak sendiri, atau kalau terpaksa berhadapan dengan gajah liar larilah dengan zigzag, jatuhkan barang-barang untuk menarik perhatian gajah, mencari bukit yang terjal, dsb. Lebih baik belajar juga tentang tingkah laku gajah untuk menghindari konflik, terluka dan meninggal.

meiy n gawsia

Yang tidak boleh misalnya; bertindak sendiri mengusir atau menyelamatkan gajah liar yang masuk perkebunan, jangan memakai wangi-wangian yang menarik penciuman gajah jika berada di daerah rawan konflik, jangan mendekati gajah liar walau kelihatan jinak, jangan memakai pakaian yang terang atau menarik perhatian, dsb…

Panduan ini diajarkan dengan metode mengajar aktif & inovatif melalui beragam kegiatan yang menarik misalnya, drama, menggambar, games, diskusi interaktif, dsb.

*Elephant picture credited to Rezia. Gambar peserta workshop dalam kelas “Belajar Sejarah Gajah lewat gambar”

RumahCinta, Ayahanda Medan-7 July 2009

Iklan

6 thoughts on “Hidup mesra bersama gajah–Getting Along with Elephants-HECx

  1. eh kapan hari aku nulis buat tugas sekolah tentang gajah2x ini hihihi nyontek dikit dari blogmu. teman2x di kelas pada ketawa pas aku nulis para gajah juga diajari ke toilet 😀 biar pd tau mereka, gajah Indonesia pintar2x hahha

  2. hehe asyiiik, tos dulu buat dian…gajahnya aja pinter ya di, apalagi orangnya xixixi 😀

  3. Betul2 ilmu baru buat saya nih: prosedur yg hrs ditempuh saat kita diuber-uber gajah… Tapi, kapan dan di mana saya bisa mengujinya ya meiy 😀

  4. Mas PS: Pengen mas…ikutlah denganku ke Tangkahan, suka ada gajah liar datang. naik pesawat dulu yah hehe

  5. Pesawat? Kepingin sih coba-coba naik, but….. I hate it! 😀

    jangan katakan hate, tp like, gmn? tar gak bisa naik haji dong mas, kalo naik mobil kapan nyampenya hehe

  6. Ping-balik: Rangunia, Chittagong Workshop I, 22-24 Juni 2009 « Alam Takambang Jadi Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s