Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Wong Ndeso Goes abroad….

5 Komentar

Catatan Perjalanan: Bangladesh 1

Wong Ndeso goes abroad….

Puluhan mungkin ratusan kali perjalanan mengajarkan padaku untuk tak panik menghadapi persiapan yang belum sempurna…Mau berangkat ke Dhaka tanggal 21 Juni, visa belum di-approved hehe…Aku mencoba santai, kalau sudah takdir berangkat ya pasti berangkat, kalau tidak ya sudah nikmati saja…Akhirnya jam 11 siang Sabtu itu, Pak Selamat, admin FFI-SECP mengantarkan passport ke rumahku…Ah ternyata jadi juga berangkat. Makasih Bapak! Penerbangan kami pukul 15.45 wib, tapi harus sudah di bandara jam 14.00. Berangkat dari rumah naik becak motor langgananku (buat apa naik taxi mahal aja…) disambut hujan lebat di depan Bandara Polonia, syukurlah ada abang ojek yg punya jas hujan…sampai deh! Aku memang deal dengan suami kalau mau pergi tugas gak bakal diantar-antar, itu hanya bikin sedih dan anak-anak jadi nangis.

KLIA-4 JUL 09

Medan-Kuala Lumpur lompatan pertama, ternyata perjalanan yang sangat singkat, hanya 55 menit. Pantas saja banyak orang kaya Medan yang hobi shopping ke Malaysia, KL atau Penang, juga berobat. Walaupun merugikan devisa, tapi kata mereka sih karena disana pelayanannya lebih baik, canggih dan murah, dibanding jika mereka ke Jakarta.

DSCF0178Itu memang kami temui di KLIA alias Kuala Lumpur International Airport, terpaku di bandara yang luaaaas, besaaar dan panjaaang (halah apaan sih hehe)…saat sampai pukul 17.40 sore. Aku dan teman seperjalanan, Cik Gu Wawa, terpesona dan santai menikmati kecanggihan fasilitas bandara, santai karena kami punya beberapa jam menjelang pukul sepuluh malam untuk berangkat ke Dhaka, ibu Negara Bangladesh. Tak bertanya-tanya kami jalan aja di bandara yang sepi banget dibanding luasnya, cape juga jalan, udah 2 kiloan mungkin, gak sampai-sampai ujung ya?…Kami lihat ada escalator tapi kok diam ya…hehe lalu liat-liat orang, nyoba-nyobain…oh ternyata otomatis kalau dipakai aja baru jalan, hebat penghematan energi. . .sambil berdua cekikikan…Karena berjalan jauh banget aku haus, air kan dilarang dibawa di pesawat, larak-lirik kanan kiri nemu banyak kran mineral… gratis euy! Lalu…dengan pedenya aku nyoba nyemprotin ke mulut seperti di TV atawa film. Creeet, walah malah nembak mukaku huahaha…temanku Wawa tertawa ngakak. Mayan seger kok! Hehe…walo basah juga jilbabku dikit 😉 Beginian sih ada di Medan gratis dari PDAM, tapi aku kan gak pernah minum langsung dari kran…Hahaha…berdua lanjut ketawa ketiwi, saling ledek “wong ndeso goes abroad!”

“Yoo, nyobain Aerotrain!” kata Wawa…Kami naik tuh kereta api, mirip-mirip busway-lah kira-kira, lalu jalan-jalan melihat-lihat shopping mall, ngeliat aja, mau shopping gak berani dong ah, mahaaal. Lalu mulai lapar, nukerin dolar kami ke ringgit buat makan malam…nyari-nyari makanan ndeso yang nggak asing di lidah…Nemu resto yg punya franchise sama dengan di Medan, pesan makanan biasa; nasi rendang plus spaghetti, ternyata oh ternyata rasanya kok beda ya dengan di desoku? Hueks benar-benar kagak enak! Mana porsinya ampyuuuun sungguh luar biasa, 1 porsi bisa buat 3 orang kalee! Sayang akhirnya dibuang separuh tuh makanan, mana mahal-mahal.

Tepat jam 22.20, kami berangkat ke Dhaka, untuk menghadiri Workshop “Getting along with Elephants-HECx”, yang akan diadakan di 3 lokasi terpencil di Bangladesh; Rangunia (Chittagong), Sherpur, dan Netrokona. Sebelumnya aku sempat kirim sms dan ngisi facebook sebentar dari hape.

Terkagum-kagum pertamakalinya naik pesawat super jumbo serupa itu, berapa ya penumpangnya? Perkiraanku 450-an orang gitu deh (43 baris x 8 lajur + business class), melajulah kami membelah angkasa malam. Lumayan, turbulence, cuaca jelek sempat membuatku tidur bangun, terkaget-kaget dan mengucap astagfirullah, subhanallah, dsb, oleh getaran pesawat yang cukup hebat, tapi aku tetap berusaha tidur. My friend Wawa menjerit-jerit tertahan…heran kok aku bisa tidur hehe…Aku sengaja tidur menghemat energi karena besok pagi-pagi sekali akan melakukan perjalanan panjang ke daerah terpecil 9 jam perjalanan darat…

Allhamdulillah pesawat mendarat di Dhaka sekitar jam 02.00 dinihari (sekitar 4 jam terbang dari KL). Thanks God we are save and sound! Usai ngurusin ini itu di Imigrasi pukul 03.00, termasuk scan untuk bebas flu babi, bertemulah kami dengan tuan rumah yang menjemput…tak sulit karena ternyata langsung Heidi Riddle supporter kami yang sudah kukenal yang menjemput bersama Mr. Anwarul Islam dari Wildlife Trust of Bangladesh. Wah merasa bersalah dan senang juga karena bos yang menjemput. Kata Mr. Anwar dia tidak mau menelantarkan tamunya…kasihan juga dua orang tua ini begadang nungguin kami.

Mr. Anwar, selanjutnya kami sebut Ayah, menyetir sendiri dan mengantar kami untuk menginap di Guest House University of Dhaka, tempat beliau sehari-harinya mengajar sebagai Dosen, Professor bidang Zoology. …Kami sampai sekitar pukul 03.30 dinihari tanggal 21 Juni 2009. Selamat datang Dhaka!

Iklan

5 thoughts on “Wong Ndeso Goes abroad….

  1. Wah,…. pantesan menghilang,.. uni dari dakha ya,……. mantap Uni,.. ditunggu kelanjutannya

  2. avar:
    iya avar, kerja bonus jalan2 hehe…gak pigi2 juga sering mengilang skrg lg pengrn nyepi avar…mokasi alah singggah ke blog sepi yo!

  3. Kapan ya bisa, eh maksudnya berani, naik pesawat 😀

    diberaniin dong mas, di tunggu di polonia ya, tour sumatra pake pesawat dulu hehe…asyik kok bisa di atas awan 😀

  4. Entahlah… Mungkin suatu saat nanti, jika saya tidak punya pilihan moda angkutan lain. Biasanya, ketiadaan pilihan membuat kita berani melakukan apapun. Bukankah begitu? 🙂

    betol bgt mas, juga cinta, mungkin ketika anak2 ato istri yg dikau cinta maksamu naik pesawat, pasti ikut hehe

  5. Ping-balik: Perjalanan Dhaka-Chittagong « Alam Takambang Jadi Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s