Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

perih riuh aku jauh

10 Komentar

ketika udara riuh bertuba
ketika gemuruh jiwa menerpa
meski hati luruh
ku pilih menjauh
tak guna mengeluh

semua kata t’lah hampa
tak bermakna

Iklan

10 thoughts on “perih riuh aku jauh

  1. semua ada maknanya kok

    bener anang, puisi bebas dimaknai…

  2. iya iya jangan ngeluh…merepet aja 😛

    medan sekali ya di…:d

  3. uniiii apa kbr? dedeknya Alif sudah gak sbr ingin keluar. mohon doanya ya ni

    baik nai, miss uuuu…insya Allah doaku utkmu dek 🙂

  4. tidak ada kata-kata tapi diam seribu makna..
    btw, gimana khabar uni? lai sehat2 se?

    kata kadang berharga, kdg diam diperlukan, yo al..
    alhamdulillah baiak al. maaf yo uni jrg BW, kdg alah liek2 blog al, kdg ambo copas bawo pulang, alun sempat komen lai

  5. hm… terlalu emosional puisi ini…
    tak seperti puisi2 tentang alam

    sabar ya!

    emosi kutumpahkan dlm tulisan, agar tak keliatan dlm perbuatan hehe…
    kan MT guru kesabaranku, sekalian penyebabnya aku belajar sabaar huaaa…

  6. I smell negative aura in this post. Hehe..

    puisi bebas diterjemahkan, bagiku lebih baik kutumpahkan rasa negatif dlm tulisan drpd dlm perbuatan…(tp ini blm tentu negatif sih, artinya hanya aku yg tahu hehe)

    I completely different person in real life, especially after expressing all poisonous thoughts out of my mind :))

    salam kenal, makasih sudah mampir bro.

  7. Hehehehe… jadi inget lagunya bang Iwan,
    ‘Bila kata tak lagi bermakna
    Lebih baik diam saja’

  8. Mozes:
    diam kdg diperlukan utk tahu makna…
    tumben zes mampir ke sini 😀

  9. bagaimana kalau puisinya diinterpretasikan sebagai sikap atas janji-janji caleg uni?

  10. kalo mencium ini puisi sih nggak negatif, tapi kalo mencium si uni itu baru namanya negatif, he..he, kalo MT bilang puisi kamu yang ini emosional, kalo saya bilang, ini puisi ber-basah2 tapi nggak ber-darah2, whualahh, apa lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s