Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Senyum kemarin

18 Komentar

ke-camp

Mama iseng & ekor

“Melihat-lihat gambar gajah yang difoto dari belakang, Naysa (Cica) bilang:

“Ma, gajah nggak punya pantat ya, tapi ekor. Kalo Cica gak punya ekor, mama juga kan?”

“Pantat gajah ada Ca, ini, ” sambil nunjuk gambar gajahnya, “ekor juga.”

“Mama gak punya ekor Ca, tapi Bang Uqan ada tuh.”

“Bang Uqaaaan! liat dong ekornya?” Naysa pergi untuk melihat dimana ekor Bang Uqan.

“Halah Mama, ngajarin anak yang bener ya!,” dipelototin Papa.

Aku emang suka banget ngisengin anak-anak, biasanyanya sih untuk merangsang pikirannya, lalu setelah itu baru kuberitahu apa yang aku maksud πŸ˜€

Kusikat kau

Anakku Uqan hobi banget nyanyi, tapi kadang-kadang liriknya rada aneh dan lucu. Salah satunya kemarin:

“…Kau hancurkan aku dengan sikat…muuuu….

…Cinta ini membunuhku…” Bang Uqan dengan suaranya yang serak, seksi sih menurutku :))

“Yaa ampyuun Bang Uqaaaan, bikin marah D. Massive aja nih anak, hehe…sikap Qan, bukan sikat, sikat gigi kaleee,” kataku.

“Sikap itu apa artinya Ma?” mulai deh kotbah Mama.

*Salah siapa ya anak-anak jadi suka nyanyiin lagu orang dewasa?* Yang pasti untuk Uqan, salah Mama-Papanya lah ya..

Anjing biru

Mendengar salak anjing di gang sebelah:

“Suara apa tuh Ca?” tanyaku.

“Anjing Ma, guk guk, guk,” Nay menirukan suaranya.

“Cica pernah ketemu anjing itu gak?”

“Pernah Ma, waktu kemarin jalan-jalan naik sepeda sama Papa.”

“O ya? anjingnya cantik? berapa ekor? suaranya gede tuh!”

“Cantik Ma, warnanya biru, dua Ma!”

“Biru?” kaya langit itu?” Mama sambil nunjuk langit sore yang kebetulan biru cerah.

“Iya, Ma, anjingnya senyum sama Cica, kaya gini,” Cica senyum tanpa kelihatan giginya. Lucu banget.

Lalu dia melanjutkan cerita dengan lebih heboh, menuangkan khayalan bocahnya, anjingnya bahkan bisa menari segala.

Belajar dari anak pertama dan kedua, kusadari bahwa mendidik anak tak butuh waktu khusus, sejalan saja dengan aktivitas yang kita lakukan, kalau bisa libatkan dia dalam kegiatan kita (yang memungkinkan loh, bukan kegiatan “private” dengan ayahnya hehe), itulah waktunya belajar. Apalagi bagi orangtua yang sangat sibuk, kek Mama Cica yang sok aktipis itu harus pandai memanfaatkan waktu bersama.

Anakku Ufi dulu bahkan nggak sadar waktu kuajari membaca, usia 3 tahun sudah lancar, tapi gak dipaksa sih, sambil main-main saja. Berhitungpun begitu, kadang kalau lagi masak dia mau ikutan bantu, aku suruh menghitung buah, sayur, dsb. Tapi waktu itu aku berhenti kerja, jadi full time mother…hiks..hiks…sekarang aku Ibu yang payah, sering kerja keluar kota/hutan.

Iklan

18 thoughts on “Senyum kemarin

  1. anak anak melesat bagai anak panah………ia memiliki jalanannya sendiri……..Selamat jadi ibu yang baik!!

    betul mas, jadi inget ‘petuah’ kahlil gibran, kira2 bgt juga.

  2. aku jadi tertarik tentang anjing yg warna biru itu, meiy. kenalin donk πŸ˜€ bisa senyum lagi

    hihi aku juga jadi pengen piara anjing biru di πŸ˜€

  3. pinter yah anaknya … cerdas dan teliti .. πŸ˜‰

    mudah2an beneran jadi orang pinter dan berakhlak mas yud

  4. “kau hancurkan aku dengan sikatmu…”

    itu pasti nyanyian plak di gigi.

    ceritanya lucu, perlu, justru!

    hehe, plak gigi yg lucu ito πŸ˜€ *nyengir dg unjuk gigi*

  5. post yang lucu dan asik…salammmm
    salam kenal mas, syukurlah ada yg ketawa, kdg aku merasa lucu,oranglain belum tentu

  6. hehehe lucu uni.
    semoga besar nanti bisa secerdas ibunya.
    hehe

    amiin, uni lebih bahagia kalau mereka berakhlak baik, baru cerdas

  7. Uni beruntung dikarunia anak-anak yang cerdas,…. Hmm,,,, Pengen ketemuan ne,… kapan Ke Padang ni?

    doakan ado kesempatan yo avar, ortu iyo taragak pulo

  8. dunia yang indah. dunia masa kecil. dunia kanak-kanak.
    ah jadi kepengen

    masih bisa pak zul, dg anaknya

  9. Manusia membangun keribadiannya dengan letakkan fondasi sedari sejak lahir; pikiran, perasaan, dan naluri pada arah yang benar. Selamat mendidik; dari alam dan sekolah konvensional.
    ambo banyak belajar dr tulisan bapak, walau kdg gak sempat komen, mokasi pak ewa

  10. hmm.. senangnya menjadi seorang ibu πŸ™‚

    ayo cepetan :d

  11. hmm… paling ga suka kalo anak kecil pada nyanyiin lagu orang dewasa. bisa2 dewasa sebelum waktunya
    makanya uni merasa itu salah kami mus, ada seorang teman uqan yg hobi bgt nyanyi, tiap hari main di rumah, apa saja, dari dangdut sampai rock, Uqan ikutan.

    tp zaman informasi kebablasan ini sulit bgt membedungnya, yg uni dan abang lakukan adalah mendampingi anak, menjelaskan pada mereka mana yg pantas dan tidak…ya mengawasi juga kek pulisi hihi, sambil ngeri2 sedap bah!

  12. Waduh ne kalimat bener2 udah buat aku ketawa terpingkal – pingkal barusan…. πŸ˜€

    ” Kau hancurkan aku dengan sikat…muuuu “.

    Lucu banget dech…. πŸ˜€
    hehe ketawa bareng yo mas

  13. Hehehe… lucu2 banget sih anak2nya….
    Semoga kelak menjadi anak2 yang terus membanggakan…

    Insya Allah Mas, susah2 gampang mengurusnya

  14. Lucu – lucu anaknya Uni…Keluarga yang bahagia πŸ™‚
    Mudah2an yo Ajo, doakan

  15. Salam buat anak2nya ya Uni..
    ok kelana

  16. Umur 3 tahun sudah bisa baca?
    Jangan lupa berbagi tips ya Kak

    tipsnya sederhana Alkifah, anak jangan dipaksa, belajar sambil bermain, dan ingatlah tiap anak berbeda. mungkin saja anak kita gak mau belajar baca, tapi suka hal2 lainnya. yg penting sikon saat anak kita target untuk belajar, dia berada dlm keadaan rileks (kata dr ahli sih otaknya alfa)

    anak keduaku orangnya tidak suka diajari, maunya belajar sendiri, trus kalau gak ngerti baru nanya, kalau yg pertama senang kalau kita ajari.

  17. Uh… anak-anak selalu lucu … :mrgreen:
    Sanang mambaco carito Uni πŸ˜€

    Alhamdulillah rahmat Allah Ed, juga cobaan sebenarnya

  18. Mey … Uda kecewa ama Mey … kenapa ngak dikomen novel Markas Gerilya … padahal ada dua tembakkan. Pertama soal hutan buat Mey. Kedua, saoal parasitologi, virus sama Hemma (Marshmallow). Semoga kedua adiak Uda paham dan membantu. Kalian saling berkomunikasi ngak? Kita buat novel dahsyat yuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s