Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Tentang pengembara

14 Komentar

Buat seorang sahabat, tak kutulis namamu, takut tak berkenan 🙂

dia

fajar dan surya

cahaya

indah menggairah sunyi

harapan

memulai hari

penghangat embun

simfoni pagi

memukau

juga menyilau!

pada senja dia menjelma bianglala

kadang menitis pada putih camar yang kembara

ombak yang meghentak riak hati

gelisah

dia

cinta

kadang siksa

indah mengkristal

kadang ingin kutinggal

dia

rasa.

memabuk

juga menyejuk

dia melambungmu

juga melimbung!

kadang kurasakan dia melebur bergejolak di nadiku begitu dekat,

kadang pergi begitu jauh meninggalkan sunyi, gigil dan harap yang patah

meresah.

aku tak pernah sampai pada satu akhir tentangnya. kukira soalnya sederhana, hanya sapa, sedikit berita dari pengembara, meski satu kata. daripada diam tak kumengerti.

yang kutahu aku tentram bila kembali ke perjumpaan pertama

sederhana, namun indah. Merasakan saja, tanpa prasangka

dia ada, kelana, memang bukan untukku saja

banyak yang menunggunya

kau tahu

kini aku mengerti, bukan tentang dia yang meresah

namun tentang aku

derita

bahagia

adalah pilihan

cinta tak pernah memaksa

datang & pergi

yang sejati tertinggal tanpa perlu meminta

karenanya kupilih rumah cinta

dimana aku melebur

dan akan menerima dia

kalau dia menginginkannya

***

Sejak kamu minta aku menulis puisi tentang dia, teman, ku pakai saja istilahmu–Sang Pengembara—bukan namanya yang biasa, gambaran itu menari-nari di kepalaku, hingga akhirnya kutuliskan kini, meski semula kutolak menulisnya, sebab seperti kukatakan sejujurnya, kadang aku tidak mengenalnya. Entah puisikah ini atau bukan, yang jelas inilah yang kurasa tentang dia.

Ya terkadang, kurasakan dia hilang dan menyatu dengan semesta. Seperti yang kau katakan; “Banyak jiwa yang harus disentuh dan disapa sang pengembara,” Ah, aku harus menerimanya (kebenaran) walau kadang hati menderu, dia menyapa siapa saja, dan meninggalkan cinta, kadang kufikirkan, apakah dia juga meninggalkan luka pada pencinta, harap yang patah, pada senyumnya?

Kukatakan kadang aku tak mengertinya, teman, sebab aku orang biasa, mungkin mereka yang hebat sepertimu saja yang mampu. Maaf ini bukan sebuah sindiran, tapi apa adanya yang kurasakan. Lalu katamu; justru mereka yang bukan siapa-siapa yang mengenal dia. Semoga.

Terimakasih untuk kata-kata yang bijak, menentramkan. Akan kujaga jiwa dalam rumah cinta sebab disanalah bersemayam cahaya, seperti katamu. Berjuang untuk ridha & cinta, kesejatian yang hanya milikNya. Semoga bahagia dalam perjalanan kamu menikmati CintaNYA.

RumahCinta, 27 Desember 2008

Iklan

14 thoughts on “Tentang pengembara

  1. salam dari bandung

    saya suka membaca artikel anda, jangan tanya kenapa

    artikel terbaruku ….. Kepada perempuan yang berhati kudus

    http://esaifoto.wordpress.com

    makasih sudah mampir sobat, nanti aku mampir..salamkenal ya

  2. apa ini ttg cinta yang harus kita miliki hanya untuk sang khalik?
    sebagiannya iya, thx dah mampir easy

  3. merasakan saja, tanpa prasangka

    ah, terlalu indah meiy. kadang ada sesuatu di luar kemampuan, yang malah memaksa kita untuk lebih jauh dari sekadar merasakan saja. meski tahu bahwa itu adalah luka

    mengena tepat arja

  4. “karenanya kupilih rumah cinta
    dimana aku melebur
    dan akan menerima dia
    kalau dia menginginkannya”

    kalo tidak? hehehehe..

    puisinya indah Meiy..

    kalau tidak ya goodbye hehe

  5. indahnya kelana kata dan serpihan luka dari pengembara ya?

    baitulah diak, bak lagu banang2 cinto, tau ndak? 😉

  6. Hmmm,…. Sebuah perjalanan menuju Cinta-Nya,…. semoga saya berada di jalan itu,…. tetap dikoridor waktu,….
    salam Uni,…..

    semoga bisa kita tapak cinta sejati itu yo diak

  7. antahlah… aku juga takut menuliskan namanya…

    hayooo sia tuh wem 😉

  8. Sang kekasih menebarkan cahaya-Nya dari semua sudut, maka engkaupun akan menyaksikan-Nya dalam setiap makna dan bentuk.

    Jika ruang dan waktu begitu pula hasrat telah sirna, kau menjadi bukan siapa-siapa. Disaat itulah Kekasih memenuhi jiwa dalam rumah cinta. Bukan karena hasrat dan harapmu tetapi karena cinta-Nya.

    Engkau akan melihat dengan cinta-Nya, engkau melangkah dengan cinta-Nya, engkau “merasa (men-cintai)” karena cinta-Nya. Barulah engkau mengerti, karena sang Kekasih adalah yang teringat, ingatan dan yang mengingat.

    Kau-pun menjadi sang pengembara, menebarkan cinta kesemua sudut. Hasrat-mu tenggelam dalam lautan cinta-Nya.

    Suatu saat nanti, dalam hasrat-mu pada Kekasih, kaurasakan derita itu penuh kenikmatan.
    makasih Oeban, kata-katamu sejuk nyaman bak air telaga di bawah bukit, di kampungku dulu 🙂

  9. pengembara? hhmmm….sounds cool 🙂

    *pengin jadi pengembara mode on*

    sudah bukan?

  10. salam buat sang pengembara alam nya ya ..
    semoga menemukan tambatan hatinya segera. 😀

    sudah ketemu kok mas yudh

  11. Jika kau tahu labirin cita,
    dia adalah hatimu
    jika kau tahu, makna cinta
    dia adalah rasamu
    jika kau tahu, hakikat cinta
    qalbumu jawabnya
    jika kau tahu, gelora cinta
    ketika pikirmu mengalahkan rasa

    Cinta adala kamu
    dariNya

    senangnya dapat komen puisi juga dr bapak, makasih pak ewa

  12. kita semua lagi mengembara di sini

    tul bangets bro

  13. haduh… pusing bacanya. stress, baru pulang dari kampus. tugas segunung, bikin program melulu. presentasi lagi… presentasi lagi…

    cewek jepang kawai sih, ni. suka bikin mikirin hentai ^o^

    **kaboor jooga…**

    waduh bahasa apaan ya mus, kawai, hentai hihi… mo nanya dah keburu kabur lagee *bengong*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s