Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

dalam waktu

24 Komentar

Satu

seribu selamat tinggal telah kuucap, terperangkap hampa. aku dikalahkan waktu. pada bayang-bayang gelap, kau menetap.

aku meradang, mencoba membuang kenang!

kini aku sampai pada batas. merenung. mengapa meragu, mengapa tak tinggalkan saja segala dusta. mengapa tak kejar cahaya, dan suci cinta digenggaman

waktu telah berkata tentang segala. batin teriak, jiwa menjerit tak bersuara. takkan bergema ke hatimu, tak kan merasa, kini. jauh sudah.

mengapa masih meragu. luka membiru. biarkan berlalu. kuterobos batas, mampukah tak menoleh lagi.

semestinya kutuntaskan semua kebodohan. berhenti. memutus harap, kalau hanya memerihkan.

kamboja-bali

dua

“Waktu hanyalah reka,” katamu suatu ketika

“dan waktu melipatku dalam semesta, ” kataku

dia nisbi, tak pasti

tak ada yang abadi dalam maya,

kuterima realita. terpana mencari makna

tapi aku tahu

waktu juga

membuktikan

kesejatian cinta.

Ya Rabb, bebaskan aku dari ragu.

kuatkan melepas rasian

tak guna

akan kugenggam cahaya

yang kadang kulupa ada di jiwa

Rumahcinta, 13-15 Desember 2008

Iklan

24 thoughts on “dalam waktu

  1. Hmm.. Uni, Sajaknya bagus. Saya suka yang ke dua…

    curhat aja ko syiddat, tulisan2 kamu juga inspiring

  2. Waktu

    Waktu adalah lintasan dimana nafasmu ada
    timbunan segala
    yang berupa dan tak berupa,
    karena dia tiada manakala kau katakan tak ada

    Waktu adalah kesempatan
    bukan buaian ketiadaan
    kehampaan
    sebab, kehampaan adalah dahsyat
    tanpa ruang tanpa materi tanpa waktu
    energi tak terhingga

    Kehampaan adalah lorongmu
    menuju keabadian

    Banjarbaru, 15 Desem,ber 2008

    wah senangnya dapat puisi balasan dr Bapak, makasih Pak, tulisanmu ttg manfaat waktu dan cukup waktu dariNYA selalu kuingat2. insya Allah

  3. rangkaian kata yang sungguh indah

    bukannya ngaco nang? just curhatan sih

  4. Puisinya seindah bunganya

    mokasih ajo

  5. indah sekali uni.
    kapan ya bisa ketemu uni lagi
    btw bole dunk mampir ke kantornya ni uni
    masih di medan khan??


    duh jadi malu sama kamu said, tiap diundang kopdaran gak datang, maklumlah kau coy, aku ini mamak2 sok aktipis, sibuk di rumah sibuk ama gajah..maaf ya 😀
    boleh aja kok kamu mampir kapan aja hari kerja, cuma kalau mau ketemu aku telpon dulu, aku sering ke lapangan Id , kdg acara di luar ktr.

  6. waktu tidak banyak bicara
    dia akan terus melangkah kedepan
    meninggalkan asa
    ‘tuk gapai masa depan

    waktu karuniaNya, selalu cukup ya Mas

  7. Waktu hanya terbagi 3 bagian
    pertama Masa lalu
    kedua masa Sekarang
    Ketiga Masa Depan

    Jgn sia-siakan masa sekarang 😀

    Lam Kenal yow

    thx, senang deh nambah teman lagi. waktu lalu utk referensi masa skrg, utk semangat masa depan

  8. dalam waktu kita bisa menyiasati namun seringkali kitalah yang disiasati waktu.

    akhirnya pun kita berserah pada waktu

    bukan salah waktu cal?

  9. Jiwa dalam rumah cinta … tempat bersemayamnya cahaya. Bukan ruh dari bejana kosong, tapi ruh bagi jiwa yang dipenuhi cinta.

    makasih pencerahannya Oeban, juga pencerahan ttg pengembara

  10. OOT: kabarku baek mbak…maaf ga pernah jalan2 ke sini. mbak gimana kabarnya?
    alhamdulillah yat, no problemo, seingat & sesempatnya saja 🙂

  11. waduh waduh..
    bacanya sampe terhanyut.. enak yach kalo bisa berpuisi, bisa curhat lewat puisi.
    duh kalo aku bikin 1 paragraf aja berminggu minggu.. hehehehehe..

    tapi kan kalo ngurusin algoritma, ritmenya cepat Okta 🙂

  12. nyerah dah aku kalo udah berpuisi 😀

    kapan hari di sekolah past test keluar puisi taon 1800,disuruh analisa pulak : a bird in a cage…bla bla….maen lingkar aja dah gue.

    hehe..salah satu cara ‘melarikan diri’ bagiku 😉

  13. Cantik, Meiy.
    *lagi pelukan sama waktu* 😀

    peluk dewi 🙂

  14. may, puisi yang luar biasa. meragu, sesuatu yang tidak boleh berlaku bagi seorang laki-laki (nggak tahu kalau perempuan). gambaran puisi yang sempat membuat saya ditinggal perempuan, karena jadi lelaki peragu. he he…

    selamat dan terus berkarya may…. salut!

    bener bgt pak zul, aku pernah meninggalkan, tepatnya nggak jadi menerima seorang peragu dimasa lalu hehe

  15. sayang bana ambo indak mangarati puisi :mrgreen:
    ba a caro nyo lai tuh…

    hihi piciang se mato

  16. mantepz curhatnya mba..
    bagi-bagi tips bisa nulis seinspiratif itu dunkz? salam kenal..

    senang kenal tmn baru, tp sayang gak ada link yah?

  17. puisinya dalem banget mbak

    dalemam laut ario

  18. Tiga

    a k u c u m a n u m p a n g k o m e n k o q , u n i . . .

    *kabur mode on*

    yah asal mus mampir aku sudah senang 🙂

  19. jadi ingat dengan “Demi …waktu …………..”
    kalau aku ingat ungu hehe

  20. di halaman depan rumah
    mawar melepas kelopak keringnya
    dan kau mencatatnya sebagai waktu

    di langit malam tanpa awan
    bintang bergeser di tengah semesta
    dan kau mencatatnya sebagai waktu

    di pergelangan tangan nadi berdenyut
    merambatkan detak kehidupan
    dan kau mencatatnya sebagai waktu

    waktu adalah cahaya, yang berbinar dari matamu saat kau selesai mengerjap
    waktu adalah udara, yang kau desahkan diantara jaga dan lelap semalam
    waktu adalah kilasan, yang muncul saat kau memikirkan waktu yang lewat
    waktu ada,
    ketika kau wujudkan dalam ibadah di kehidupan

    senangnya dapat puisi begini bagus, makasih byk artja, dikau emang penyair

  21. oot: selamat taun baru, meiy..

    met taun baru juga ven…byk smile ya! 🙂 🙂

  22. satu
    adlh isi dr masa silam aku yg hrs di kubur dlm2.Tuk RIRIN JAMBLANG’APAKAH KAMU MENYESAL NIKAH DG IWAN’

    thx ya sohib udah komen. gak ada link?

  23. Über unterschiedliche Melder werden Sie auf Ihrem Desktop informiert, wenn Sie neue Nachrichten erhalten haben.

  24. Neben einer Umstellung der Ernährung treibe ich jetzt wieder regelmäßig Sport und
    nehme zusätzlich nur noch natürlichen Lärchenextrakt Taxifolin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s