Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Sketsa siang

9 Komentar

10-26-2008-11-29-06-am

Kabut memagut pucuk daun

kelabu

serupa sketsa di sabak mata

memilu

lengang di kebun siang ini

kuikuti tari ilalang berdesau

dicumbu angin

dingin.

kupu-kupu putih

sendiri

menyepi.

tak mengapa

aku telah terbiasa

pada tak ada

mungkin bisa memakna ada.

Nov. 4, 2008

Keboenku

Iklan

9 thoughts on “Sketsa siang

  1. oh puisinya bagus mb… tp kok keknya sedih

  2. adakah sepi dan sendri
    memijarkan cahaya
    di antara cahaya matahari?

  3. waaah bunganya matching ama celananya πŸ˜€

  4. kupu-kupu putih… wah… suka

  5. tak mengapa

    aku telah terbiasa

    pada tak ada

    mungkin bisa memakna ada

    bait yang tragik sekaligus kuat.

    barangkali begitulah sebenarnya hidup. jika kita tak bisa mengubah keadaan, mengapa tak mengubah diri agar siap dengan keadaan?

  6. aku juga tak ada untuk lalu yang indah………hanya esok yang pasti dan menyemangati…

    pa kabar, Meiy?

  7. kebunnya bagus yaaa…. πŸ™‚

  8. Di Kebun??? Tangkahan ya mbak? Maaf kalo salah πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s