Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Meski keruh air, jernihkan hati

14 Komentar

Alhamdulillah, sebab setiap perjalanan adalah hikmah…

Usai subuh memulai perjalanan dari Medan, mengejar target agar bisa sampai sekitar jam 10-an di Sei Lepan–ternyata tak bisa karena menunggu tim kami dari Tangkahan sebab si bos lupa jalannya, …dan kondisi jalan yang cukup berat!

Our lovely- red-ranger yg dipake tim CRU–aku captured dr panther

Seperti pada perjalanan-perjalanan rimba yang lalu, bagiku sudah sangat biasa menjadi the only woman, jadi yah kalau para lelaki sok bersikap gentleman, tak ada gunanya membantah atau sok jago diantara para ‘dedengkot’ hutan yang keseharian mereka memang adventurer. Nikmati saja. Aku disarankan naik perahu dari dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur ke lokasi Pos Penjaga Hutan yang akan diresmikan, di batas Taman Nasional Gunung Leuser . Katanya naik sepeda motor sangat riskan, jalannya berbukit-bukit terjal dan licin. Jadilah aku naik sepeda motor sebentar, jalan kaki, lalu enjoy menyusuri Sei Lepan dengan perahu bermotor tempel.

Senang tapi tetap saja hati miris melihat kondisi sungai yang tak lagi bening, kiri-kanan taman nasional yang dijarah, kebun-kebun karet, pohon-pohon air (seperti bakau, sayang aku bukan ahli biologi), sesekali melihat biawak, hanya satu burung bangau (kesepian kali) dan monyet ekor panjang. Sesekali si Bos yang memang ahlinya gajah, menunjuk-nunjuk jejak gajah liar di pinggir sungai, melintas dari taman nasional ke perkebunan. Air yang coklat keruh, tentunya karena perambahan hutan yang sudah meluas.

Banjir bandang bukan hal aneh lagi untuk daerah ini setiap tahunnya. Areal kanan sungai dari arah dusun Damar Hitam menuju hulu, adalah taman nasional yang dikuasai eks pengungsi Aceh yang persoalannya rumits bin complicated banget–ditambah oleh ‘oknum’ (enak make kata oknum :D), mafia anu ene, itu, dsb…sehingga luas daerah jajahan mereka sudah mencapai 20.000 ha! Upaya panjang dan melelahkan sudah dilakukan BBTNGL dan Tim CRU yang memang bekerjasama dengan mereka dalam program CRU (Conservation Response Unit) khususnya Mobile Unit, tim ini terkenal sebagai tim antisuap, tangguh dan aku percaya 100% sebab mengenal dekat ketuanya yang memang orang jujur. Kesedihan, kemarahan, kekecewaan bukan hal baru bagi mereka yang telah bekerja keras kadang masih dihujat, pelaku yang ditangkap kemudian dilepaskan, dsb…ah kalau ditulis muaranya pasti pada sistem yang carut marut di negeri ini. Apa istilahnya, Penegakan Hukum? O, Law Enforcement lebih keren loh! Entah dimana penegakan hukum yang semestinya? Ah lupakan…mending kerjakan sedikit tapi ada ya? Saat ini BBTNGL sedang berupaya merelokasi pengungsi tersebut, salah satu sumber permasalahan TNGL. Mending baca ini saja ya!

Ini perjalanan yang lengkap: dengan Panther kami yang setia dan tangguh walau bukan ranger, dengan sepeda motor, jalan kaki, plus perahu 1.5 jam, akhirnya sampai juga di Pos Penjaga Hutan baru yang merupakan inisiatif masyarakat Damar Hitam. Persis berseberangan dengan Taman Nasional Gunung Leuser hanya dibatasi sungai.

Pas melihat pos senangnya ternyata ada banyak perempuannya; Ibu-ibu, gadis-gadis desa yang menyiapkan kenduri. Makan-makan oi!. Mereka potong kambing rupanya.

Acara hari ini menghadiri peresmian LPRD (Lembaga Permata Rimba Damar Hitam) yang akan dilakukan my Bos dan Wakil BBTNGL yang akan melantik anggotanya. Lembaga penjaga hutan swadaya ini berdiri atas keinginan masyarakat Sei Lepan yang telah lelah dengan persoalan ‘kejahatan terhadap hutan’ dan manusia tentunya; illegal logging, perburuan liar, perambahan dsb–serta berbagai konflik, mereka kebanyakan hanya sebagai korban (atau dikorbankan?). Sebenarnya pekerjaan lembaga ini telah dimulai setahun lalu, diawali dengan pengaduan masyarakat agar Timku membantu mengusir gajah-gajah liar masuk ke perkebunan masyarakat di Sei Lepan.

Disana sudah pernah dicoba berbagai trik menghalau kembali gajah ke dalam TNGL, diantaranya dengan memasang tali yang diberi cabe dan oli (chilli-grease method), mengusir dengan bunyi-bunyian, dsb, gajahnya memang pergi untuk sesaat namun nanti kembali lagi. Saat ini sedang diusahakan membuat demplot tanaman yang tidak disukai gajah diantaranya nilam, serta survei kemungkinan lain sehingga gajah tak tergiur masuk ke kebun masyarakat–yang sebenarnya adalah bagian rumah mereka yang dijarah manusia, bukan sebaliknya! Itu yang tidak mau disadari oleh kebanyakan manusia atau pura-pura tidak tahu.

Alam tak pernah menyalahi sunatullah, manusia terlalu serakah menjarah, mencoba berkuasa dan memutar balik rumus-rumus Allah yang sudah default. Kalau manusia menyebut bencana alam apa iya? Kebanyakan karena kesalahan manusia, menurutku.

Sei Lepan-Medan

18 Oktober 2008

Photo credit: Selamat Hardi-CRU

Iklan

14 thoughts on “Meski keruh air, jernihkan hati

  1. yg ngrusakin alam siapa lg kalo bukan kita… hmm

    bukan anang kan 😛

  2. sekarang alam kita sudah mulai rusak…
    ayo selamatkan mereka

    do it ya..bukan duit 😀

  3. masih bisa tersenyum manis di atas air yg keruh…

    Kalau manusia menyebut bencana alam apa iya? Kebanyakan karena kesalahan manusia, menurutku.

    mari kita menyebutnya: PAYBACK TIME… sygnya, yg membayar seringkali bukanlah org yg bersalah…

    ya itulah ito, yg membayar justru yg gak punya uang *loh*

  4. penghijauan………………!

    bukan mata hijau ya mas hehe

  5. Mampi……………r, Global warming!!!

    silakan mampir mas…salam kenal

  6. hehe..uni ku yang gigih membela alam, sy do’a kan terus dr sini moga berhasil dan dalam lindungan Nya…

    makasihbyk doanya ded, amiiin

  7. so penjaga hutan swadaya ini tugasnya buat patroli hutan dari pembalak liar ya ? semoga sukses

    eh meiy, itu boatnya gak kekecilan ya ? tapi kamu bisa berenang han hehhee

    betul di, untung gak tenggelam ya di, orangnya segede2 gajah semua. aku pinter berenang gaya batu hehe…

  8. Uni,… salut ama tekad dan kegigihannya,… semoga semangat uni menular dalam keseharian avar 🙂 tetap semangat uni

    makasih support avar, yg hebat itu orang kampung lo

  9. Uni, sekali waktu saya pingin bisa ikut Uni naik gajah. menyusur sungai. Wah mulianya apa yang dilakukan oleh tim uni ya 🙂

    ayo lah nai, dimaksukin work plan itu ke medan 🙂

  10. selamat malam

    swmoga semangat itu terus ada ya?

    salam hangat selalu untuk semua yg menyayangimu

    makasih ya, apalagi yg lebih berharga selain semangat yo bro

  11. waaa… kangen udah lama nggak naik gajah.
    semoga sukses dengan segala programnya ya, meiy…

    makasih spiritnya ya dew

  12. wah, pengalaman mengesankan meiy. serasa ikut serta, menikmati alam dan sekaligus prihatin melihat kerusakannya.

    kapan2 ikutlah pak zul, kalo gak di medan di sana bisa juga kan menikmati alam sambil kerja?

  13. Luar biasa … saya iri dengan ‘kesempatan’ Sampeyan. Salam.

    saya juga iri dg kesempatan bapak hehe, kesempatan yg beda ya pak, nikmati saja…

  14. Senang sekali berkecimpung dengan alam, mengobok obok hutan dan sekitarnya diiringi udara segar dan bunyi gemericik air ..

    Semangat ya Mey 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s