Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

For My Uqan with love…

11 Komentar

Uqanku beberapa bulan belakangan ini paling top kelakuannya, bikin…apa ya…..pusing? enggak, mungkin tepatnya bikin gemas dan cemas. Benar-benar sudah jadi anak kampung yang kota. *Atau anak kota yang kampung sih?* Kalau pulang main pasti kaki & tangannya cemong. Pernah dengan asyiknya dia menarik-narik cacing dengan tangannya bikin aku geli jijik,suruh buang gak mau. aku bilang jangan sampai menganiaya hewan.

Aku paling oppose sama istilah kampungan (kapan-kapan aja deh dibahas), aku malah suka anak-anak sehari-harinya menjadi anak kampung seperti mamanya dulu walau tinggal di kota besar. Mereka bisa merasakan asyiknya main hujan, mengejar layangan, menangkap ikan gobi di parit, main bola, manjat-manjat, dsb dan bukan hanya asyik sendiri di depan games.

Namun…namanya anak selain membahagiakan tentunya bikin khawatir…Kalau anak kampung beneran bisa puas bebas mengejar layangan di lapangan, di sawah atau jalanan kampung yang tidak ramai oleh kendaraan, anak-anak kota mengejar layangan diantara jalanan kompleks yang tetap saja ada kendaraannya dan satu-dua orang yang ngebut tak peduli banyak anak-anak. Kalau di desa aku dulu bisa menangkap ikan di banda (kali kecil) yang jernih, anak-anak menangkap ikan di parit yang lumayan kotor, apalagi parit besar yang memisahkan daerah Ayahanda dan Pasundan, orang-orang menyebutnya parit busuk! Belum lagi main bola di jalanan, manjat-manjat pohonan yang dekat kabel listrik, ya Allah apa gak mencemaskan?

Aku mengizinkan anak-anak manjat pohon, main hujan biasanya setelah hujan lebat turun beberapa saat dan tidak ada petir, tapi Uqan kadang ngotot mau main hujan saat hujan deras banget dan petir besar-besar, *gile ye anakku ini gak ada takutnya*, padahal di medan itu petirnya mengerikan, selama aku pernah tinggal di beberapa daerah/provinsi, Medan ini yang paling banyak petir. Kalau sudah begitu kami kesulitan menjelaskan padanya jangan main hujan. Kadang sampai ngotot-ngototan gitu. Kalau sudah keterlaluan sih biasanya kami diamin/cuekin, itu yang mempan :D. Tapi dengan membiarkan anak-anak main hujan, insya Allah mereka cukup kuat, jarang sakit, bahkan Nay pun sudah biasa main hujan.

Tanggal 13 lalu waktu aku cuti Uqan tertabrak sepeda motor, rasanya darahku terbang waktu temannya lari-lari ngasih tau, “Bu, Uqan di tabrak kereta!” Tapi syukurlah waktu Uqan datang penuh darah di pelipis, tetap saja aku merasa bersyukur dia nggak parah, buktinya masih bisa jalan ke rumah. Alhamdulillah kehidupan menempaku untuk tidak cepat panik, padahal dulu waktu remaja aku pingsan kalo liat darah. Apalagi pelajaran menghadapi konflik Aceh dan tsunami dulu…Gak ada di sekolahan bok ;)!

Setelah di cek ke rumah sakit untung sekali tak terjadi luka dalam. Kapok dia memang, 2 hari! Setelah itu keluar lagi. Gak bisa dilarang main di luar halaman, padahal halamanku cukup luas untuk main anak-anak, sisa yang tidak ditaro tanaman lumayan buat main futsal-futsalan. Tapi teteeeep aja dia main di jalan, lha teman-temannya main di jalanan semua!

Tak ada yang bisa aku dan suami lakukan selain menjelaskan padanya mana yang bahaya, mana yang tidak. Melarang? Tak mungkin, gimana caranya? diikat di rumah? kadang-kadang kubilang juga kuikat kau nanti bah! Hehehe…

Saat ini kami hanya berusaha memantau Uqan main di mana, begitu juga abangnya Ufi yang suka kelayapan pakai sepeda kemana-mana. Ngasih tau agar hati-hati dan tentu saja berdoa. Ah orangtua mana yang tidak mendoakan keselamatan anaknya?

Aku hanya ingin mereka bebas tapi tahu batasan bebasnya. Jadi ingat ortuku sendiri dulu juga memberi kepercayaan dalam mendidik terutama Ibu, kalau Papa agak-agak over protective. Namun itu malah kusyukuri kemudian setelah dewasa, kalau saja Papaku tidak begitu, bisa rusak juga aku. Aku ngin mereka punya nurani, punya kendali sendiri, punya Tuhan–bukan hanya patuh di depan orang tuanya. “Patuh” sendiri bagiku adalah sebuah kata dalam tanda kutip–tak selamanya baik. Walau soal iman aku gak berani ngaku-ngaku (hanya Allah yang tahu), tapi rasanya aku gak rusak-rusak bangetlah.

Semasa remaja walaupun jadul, tetap saja ada teman-teman yang ngajakin, ngerokok, ngeganja, bahkan nge-drugs atawa nonton pelem biru, alhamdullillah aku bisa melewatinya dengan save. Orang tua gampang saja ditipu, tapi saat ada ajakan untuk melakukan sesuatu yang dilarang, kepercayaan yang diberikan mereka membuatku tak tergoda untuk ikutan nonton BF misalnya (yang waktu itu membuat dua teman SMPku bergelar MBA–married by accident–ya mo gimana lagi anak-anak perutnya kok buncit), SUER aku baru pertama ngeliat BF setelah punya anak dua, itupun kebetulan karena nginap di rumah saudara yang koleksi film ‘anu’nya berserakan saja di ruang tengah (kami diminta menjaga rumahnya). Just for fun, ingin tahu, aku pun pernah mencoba rokok waktu remaja, or sesekali kalau iseng (sejak di Medan gak ada teman yg ngajak iseng), tak pernah kecanduan, apalagi minum, aku memang peminum berat….air putih! 😀 Pernah seteguk sudah cukup hehe…waktu itu pacaran sama si abang dimarahin :(. *Halah kok jadi curhat*

Hari ini Uqan HUT ke-7, kemarin malam aku usahain nyari kado Uqan, dia minta buku tentang syurga neraka, cape nyari gak ketemu, aku gak sempat lagi ke toko buku lain, di Plaza Medan Fair adanya satu toko buku aja. Ketauan kan orang kita kurang minat baca? Alhamdulillah dia senang waktu aku dan papanya kasih ciuman dan kado buku pagi ini, Buku Belajar Shalat untuk anak lelaki kecil, dan buku Science Islam. Tapi tetep aja dia menagih: “Papa masih ngutang kado ya sama Uqan, buku neraka!”

Kami janji akan merayakan HUT 3 orang terkasih itu bersamaan hari Selasa (21 Oktober) pas HUT Naysa nanti dan sekalian HUT Papanya 27 Oktober. Besok Mama mesti ke lapangan dulu ya sayang. We love you!

Semoga kalian punya nurani anak-anakku sayang…

Ini anak2 kemarin sore: Ufi baru pulang latihan Kung Fu, Uqan pulang ngelayap, Nay baru mandi, gak mau dipakaikan baju dulu, langsung naik ke meja berebutan makan biskuit dicelup teh atawa susu, snack favorit mereka. Aku ketawa geli ngeliat mereka, kaya orang kelaparan. Kalau disuruh makan sendiri-sendiri susahnya bukan main, kalau rebutan heboh!

RB-17 Oktober 2008-HUT M. FURQAN

Iklan

11 thoughts on “For My Uqan with love…

  1. met ultah buat furqan. jadilah anak yg membanggakan buat mama papa, jgn nakal ya dek. amin

  2. hihi.. ngeliat bokep setelah punya 2 anak?

  3. cemas adalah salah satu unsur cinta…

  4. huehue… rukun bgt tuh difoto… aslinya gmn?? huehue…

  5. syukurlah Uqan gak apa2 ya Meiy….memang gak bisa dilarang. Yg terbaik diberi tau utk waspada dan hati2 ttg bahaya yg mungkin dihadapi, stlh itu terserah deh…

    kalo soalkata kampungan, menurutku sih bukan yg main spt itu, Meiy…tp misalnya kyk suka neriakin org sembarangan di depan umum hanya krn merasa sedikit saja kebebasannya terganggu org lain….that’s kampungan for me…

  6. itu anak medan, bukan anak minang ato jawa lagi. dihardik dulu baru nurut. wempi pernah negur anak-anak manjat pohon jambu di halaman rumah karena dibawah pohon itu ada pagar runcing, tapi bandel gak mau turun.

    jadinya tetangga yang langsung turun tangan, “ini anak medan wemp, hardik dulu baru nurut” :mrgreen:

  7. Selalu berdoa aja mb.. Pasti Allah ikut mengawasi 3 jagoan mb Meiy.. Btw, beneran tuh mb, liat BF stlh punya anak 2 dan ga sengaja lagi??! Hebat ibu satu ini.. 🙂 salam kenal ya.. di-link dong.. biar lbh kenal, mampir2 ya mb..

  8. Selamy ultah ya uqan,.. moga segala harapan bundanya dapat terwujud adanya,… 🙂 slam dari padang

  9. romantika jadi orang tua begitu ya meiy. ah, sesuatu yang nantinya juga akan saya lalui. semoga semua berjalan lancar meiy

  10. wah wah.. selamat ulang tahun yach..
    banyak juga yang lahir dibulan oktober. Aku juga di bulan oktober, harinya gak sama sih tapi bulannya sama hahahaha…

    Happy b’day yach..
    pinter yach minta kadonya buku.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s