Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Hanya ini yang bisa kukatakan

14 Komentar

Buat Anti:

nikmatilah perjalanan

merengkuh masa depan

sebab hanya ini yang bisa kukatakan:

kalau kau pulang

ingatkan kala kita kayuh biduk di danaumu

menyanyikan puisi cinta

dan cita

yang kita gambar di riak telaga

saksi riak Singkarak yang jelita

bukitbukit sepi mengelilingi

mimpi kita

sampaikan rinduku

pada Merapi -Singgalang yang menyimpan cintaku

di kota kita, kenangan tak mati

nikmati kembali hari-hari

walau aku tak lagi bisa menemani

sampaikan saja rinduku pada biru laut, pada camar putih

yang menari bersama angin–dulu sekali kutitip ingin, padanya

sampaikan kangenku pada ombak yang mesra mencium pasir pantai Muara

kubayangkan kau susuri lagi jejak kita

menapaki kenangan di sana

hijau bukit-bukit Limau Manis (ah masihkah mereka hijau?)

sejuk angin di teras kampus

remaja-remaja yang manis

ah waktu!

menderu serupa angin,

meninggalkan kita terpana

kau tahu

kisahku masih sama

mencoba tersenyum

setelah menangis tak bersuara

sudahlah

tak usah kau dengar kisah yang itu-itu juga

walau jatuh bangun

aku tetap akan tersenyum

sebab aku memilih bahagia.

RuangBiru, September 17, 2008–12.20 pm

for my buddy Yanti Riswara, Good luck, met berjuang untuk kesekian kali ya! 🙂

Foto jadul 😀

Iklan

14 thoughts on “Hanya ini yang bisa kukatakan

  1. hehehe, singkarak yang selalu memberi energi bagi musafir kelelahan.

    *sering lewat situ kalo ke jkt naik ALS dulu*

  2. Ni, aku baca puisi ini kok membangkitkan rindu yang entah akan bermuara ke mana ya ni?

    Ah Aldy? ada apa dengan nama itu Ni ? 🙂

  3. Toga: danau ku itu, coba dulu aku kenal dikau, tak mintai pajak xixixi

    unai: hehe ada aja nai. fans jadul yg agak gila aja sih nai, bukan bekas pacarku yah 😉 hihihi

  4. mencoba membaca dan menghayati

    santai aja mas 😉

  5. mantap bana

    yg mantap danaunyo ur?

  6. Ternyata, “hanya” saja sudah sangat bagus, mampu membuat orang terkenang, apalagi kalau tidak “hanya”….

    iya ‘hanya’ mas krn aku tak bisa menemaninya atau skedar bertemu waktu diminta hiks..hiks..

    salam kenal ya

  7. duh… siapapun anti, dia pasti bahagia sekali mbaca puisi ini meiy. indah sekali, pasti dia membacanya berulang kali.

    ah dia puisi juga tja 🙂

  8. yang namanya anti, yang tengah, kanan ato kiri?
    ikutan good luck dech, semoga sukses selalu
    hehehe…
    sahabat karib yach meiy?

    ayo tebak…hehe kiri, tengah aku, lalu, gak usah tanya yah 😉 sohib dari kecil okta,

  9. dukungan yg mantap utk sahabat…..pasti akan selalu dia kenang…

    that’s what friends r 4 ndang 😉

  10. hihihi, jaman dulu banget. style kuno…

    teman jadul tapi selalu up todate lo wem

  11. indah kok….. !!!

    makasih mas, salam kenal 🙂

  12. Begitu liat fotonya nyaman banget 😀 tempatnya teduh ya Meiy, Indaaaahhh …

    tempatnya indah dith, di pantai Kata, Pariaman. lebih indah krn ditemani sohib tercinta 🙂

  13. baca puisi ini…. jadi terimgat kenangan lalu nih …

    ini juga kenangan dan masa skrg mas. salam kenal ya, thx dah mampir

  14. Assalammua’allaikum Wr Wb

    Dalam banget puisi-Nya,,hehehe ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s