Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Menggusur, memang enak!?

11 Komentar

Pasti tak ada yang senang melihat tayangan penggusuran rakyat di TV oleh yang berwenang kan? (atau ada?). Begitu juga aku, miris sekali kalau melihat hal itu, tapi kali ini kami yang terpaksa melakukannya. Begini ceritanya.

Ibu yang dulu bantu nyuci di rumah sangat kesulitan keuangan, dia ingin berdagang untuk meningkatkan penghasilan dan minta izin suamiku untuk jualan di depan pagar rumah. Abang memberi izin dan menjamin pada pemilik rumahku yang semula melarangnya, bahwa akan aman-aman saja, baik dari segi keamanan maupun kebersihan sebab kami minta syarat begitu kepada si Ibu yang mau jualan ini, meskipun kami jadi kehilangan bantuan cuci/strika serta sedikit gangguan ribut pembeli. Niatnya bantu orang.

Hampir tiga tahun kami ikhlas terganggu privacy kalau sedang di dapur yang langsung berhadapan dengan warung, namun lama-kelamaan frekwensi gangguan semakin tinggi, ribut sampai jauh malam dan sebulan belakangan mulai dibuka untuk judi! Sejak satu warung berjarak 200 meteran dari rumah sudah ditutup– kata abang sepertinya karena pemilik rumah di depan warung sudah terganggu juga dengan kegiatan minum-minuman keras dan perjudian di warung itu. Dulu mereka tetanggaku, walau beda agama, mereka juga taat terhadap ajaran agamanya. Setahuku tak ada agama yang melegalkan judi.

Kami mulai berembuk untuk menegur si pemilik warung, pas sekali juga Ibu pemilik rumahku datang dan melihatnya, langsung meminta dipindahkan. Nggak cocok banget, disebelah rumahku ada mushalla, di depan rumah orang berjudi! My God!

Abang menyampaikan secara baik-baik pada anaknya, agar pindah saja dari situ, eh sudah beberapa hari tak ada tanda-tanda akan pindah, perjudian sampai jauh malam semakin mengganggu, mana mau Ramadhan. Akhirnya suamiku ngomong lagi pada si Ibu warung, tau jawabnya? Dia marah-marah , katanya sih, “susah berhubungan sesama orang sekampung, orang nyari rezeki halal saja dibuat susah! Dimana-mana orang di kota ini ya berjudi, kan bukan aku yang berjudi, ” katanya.

“Halal? menfasilitasi judi halal apanya Bu?” kata suamiku, dia diam cemberut dan bilang “tanggung, nanti aja kututup kalau Ramadhan,” katanya arogan. Untung bukan aku yang pergi, kalau aku yang pergi tak obrak abrik, tak sobek-sobek tuh mulut hehehe.. Untung misoa sabar.

Sejujurnya ada rasa khawatirku sebab yang berjudi di sana so pastilah preman, tapi setahuku itu preman-preman pendatang. Justru preman lokal gak pernah mengganggu, selama ini tempat tinggal kami aman nyaman saja. Rumah ditinggalpun nggak pernah kehilangan apa-apa. Aku takut si Ibu yang sakit hati menghasut preman, itu mungkin saja terjadi. Tapi alhamdulillah si abangku tersaysay itu selalu menentramkan, katanya, “Tak ada kuasa yang lebih dari Allah. Niat kita baik. Gak papa, kalau mereka tetap nggak pindah nanti kita lapor Kepala Lingkungan.”

Abangku alias suami kadang-kadang membuatku ngeri-ngeri sedap juga πŸ˜€ (orang Aceh man;)! Sepanjang aku mengenal “orang Aceh” ini, pernah sekali sebelum nikah abang sudah menunjukkan ketegasannya. Waktu itu kami difitnah preman kampung yang nggak suka abang dekat denganku, mengancam mau mengeroyok. Abang lalu mengantongi rencong kalau kerumahku, aku takut tapi dia bilang, “kalau kita benar nggak usah takut, membela diri wajib. Musuh nggak dicari, tapi ketemu lawan jangan lari.” Itu yang membuatku tenang disampingya, apalagi waktu itu masih remaja yang mencari tokoh heronya hehe…

Dan hari pertama puasa ini, warungnya belum dipidah, tapi kursi-kursinya sudah diangkut. Alhamdulillah, mudah-mudahan penggusuran lancar jaya. Harus tega!

Iklan

11 thoughts on “Menggusur, memang enak!?

  1. katakan tidak untuk judi, jangan terlambat!

  2. Si Abang manggul rencong karena berani atau minta hati dari si Adek πŸ˜€ canda ah πŸ™‚

  3. Wah….judi judi…. no Judi

  4. orang aceh toh…sama donk ama adek iparku πŸ˜€

    itu si ibuk galak amat yak.mbokya akting kayak di sinetron. nangis2x gitu..jangalah pak digusur……trus guling2x di tanah.

  5. wah salut bisa tegas. tp emg bener kata abang, tak ada kuasa apapun di dunia tanpa izin Allah. en setuju ma yg laen: judi? noway. semoga Allah memberi petunjuk kepada saudara kita yang masih terlena oleh kemaksiatan. amiin..

  6. kek lagunya roma irama,… judii… ckckck
    say no judi jeung.
    apalagi dibulan puasa seperti ini. wes, tiadakan aja dah…

  7. untuk keburukan kita memang harus tegas dan tega!
    tidak ada kata kompromi untuk kejahatan,
    salut dg ketegasan anda dan suami… πŸ™‚

  8. wah abang ngeri ngeri sedap ..duh uni bahasanya sedap πŸ˜›

  9. orang aceh + orang sumbar, tinggal di sumut.

    what a perfect mix! itu namany juice sumbagut.

    πŸ˜€

  10. hmmm…….memang skrg yg salah sering gak merasa salah sih, malah lebih galak. Jadi kita yg melihat dari luar, gak bisa bilang kan yg menggusur itu pasti salah…mudah2an cepat selesai urusannya ya Meiy, dan gak ada eksesnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s