Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Hari yang berat, terima kasih sayang…

16 Komentar

“Dikerjain” Nay semalaman, membuatku terlambat shalat, terlambat ke kantor pagi ini (krn tidur lagi hehe…). Nunggu-nunggu janji diskusi dg beberapa teman organisasi lain, nulis dulu ah…Menulis cinta.

Semalam Nay merengek-rengek nggak karuan, ngajak main, ngajak mancing, minta gendong, minta didorong-dorong di baby-walker, manjat-manjat, merobek-merobek kertas dsb sampai pagi.

Tadi malam Nay melewati malam yang berat, ingat ‘mimik’nya, tapi dia tak mau memaksaku karena sepertinya sudah mengerti, mimik nggak boleh lagi karena sudah basi. Namun berdekapan denganku, mau tak mau dia pasti ingat mimik lagi, kasihan banget si cantikku, seperti sakau…Ya Tuhan, nggak tahan melihatnya. Abang yang memintaku bertahan agar berhenti saja, menyapih saja walau masih kurang 2 bulan lagi. Soalnya sekitar November -Desember nanti rencananya ada tugas jauh dan agak lama. Kalau tiba-tiba disapih, takutnya si cantik itu jatuh sakit.

Try-out-nya sudah dimulai awal bulan ini sejak kakak pengasuhnya berhenti, katanya Nay sudah besar dia mau berdagang lagi. Jadi kalau siang Nay aku tinggal tanpa mimik ASI lagi, dan bisa berjalan biasa saja karena bantuan abangku tersayang. Namun malamnya doi masih lengket sama Mama, sekali atau dua kali masih mimik.

Tanggal 20-24 lalu, ketika ikut pelatihan ke Ja-Bar, aku ragu untuk meninggalkannya, awalnya nggak mau ikut, tapi atas saran abang dan Ibuku, aku pergi juga. Mereka bilang baik mulai disapih saja. Toh malam Nay hanya mimik 1-2 kali. Akhirnya, walau berat aku tinggal juga 5 hari, dan otomatis ASI-nya berhenti.

Tanpa teman sekamar di pelatihan, sebenarnya lebih enjoy, bisa gila bebas sendirian ;), tapi ingatan pada anakku sering membuatku nangis sendiri *cengeng dot com*, apalagi ketika dada terasa sakit karena Nay enggak mimik dan harus mengeluarkan ASInya, rasanya bersalah dan kejam banget. Tiap malam selalu terbayang sentuhannya mengelus-elus pipiku kalau lagi dikeloni. Berat banget yah memisahkan anak dari ASI. Aku tak mengalami ini atas dua anak terdahulu, mereka berhenti sendiri karena aku tinggal siang hari bekerja. Aku masih pulang jam makan siang, tetapi kedua anak lelakiku itu lebih menyukai susu sapi (makanya jadi super aktif kali yee!). Ufi berhenti sendiri umur 13 bulan dan Uqan masih 7 bulan, padahal aku masih ingin menyusuinya lebih lama, dianya yang nggak mau.

Dilema Ibu bekerja ya, aku bersyukur bisa bekerja di tempat yang menghargai hak-hak staf, ingat loh perempuan, menyusui dan membawa anak ke kantor untuk disusui adalah hak anak dan Ibu, kantor yang mesti menyediakan untuk kita–ada undang-undangnya. Walau siap berjuang untuk hak-hakku, aku tidak perlu melakukannya. Alhamdulillah sekali punya bos yang baik hati, pengertian, malah doi yang menyarankan aku membawa Nay ke kantor daripada capek bolak-balik pulang menyusui. Bosku malah membawakan ayunan untuk Nay (walau dia tidak pakai dan nggak suka diayun). Aku berharap perempuan bisa memperjuangkan hak-haknya ini. Banyak sekali perempuan yang dizalimi di kantor-kantor sialan bonafid atawa pabrik-pabrik, dsb. Tidak diizinkan menyusui bayinya. Baca tulisanku ini.

Aku bersyukur pada Allah punya abang, suami yang sangat membantu. Soal anak, abang lebih hebat, kalau anak rewel serahkan saja padanya, akan diam. Sebagai anak tertua dari 8 bersaudara, abang terbiasa mengasuh adik-adiknya dulu. Dan alhamdulillah, abang manusia tersabar yang pernah kumiliki….(hehe egois banget ya kata-kata ‘kumiliki’ πŸ˜‰ Dengan sabar abang membawa Nay jalan-jalan kalau rewel ingat mimik, jadi sebelum rewel Nay sudah tertidur duluan di sepeda. Hobi Nay naik sepeda Papa keliling kompleks πŸ˜€

Cerita abang waktu malam aku tinggal, dia membuat ayunan buat Nay, Nay sebelumnya tidak tidur di ayunan, selalu aku peluk, tapi sekarang dia malah suka diayun. Kata abang sebagai pengalih perhatian dari mimik. My love juga melakukan banyak cara lain agar Nay nggak rewel. Setiap malam sejak disapih abang yang menemaninya sampai jauh malam, dia jadi susah tidur. Aku sudah duluan ngorok heheh..soalnya kalau Nay dapat sentuhanku pasti nangis ingat mimik. Tadi malam dia ingin mengerjai mamanya kali ya, masa Papa aja yang capek! Tapi sekitar jam 04.30-an aku menyerah, aku kasih Nay ke abang dan tertidur…

Ah my love terima kasih untuk cintamu, terima kasih untuk ketabahanmu anakku sayang..Nay begitu tabah, tidak terlalu rewel seperti anak-anak lain yag disapih.

*****

BUAT TEMAN-TEMAN, AKU SEKALIAN MOHON MAAF LAHIR BATHIN, BUAT KELAKUAN YANG SENGAJA ATAU TIDAK, MENYAKITI HATI–MARI SONGSONG RAMADHAN YANG INDAH DENGAN CINTA….

Ruang Biru, 29 Agustus 2008

Iklan

16 thoughts on “Hari yang berat, terima kasih sayang…

  1. kasihna Nay, hehehe, eh mau pelatihan apa ke JaBar uni? mampir ke bdg ga? :mrgreen:

    komunikasi, dah lewat cat πŸ˜€

  2. eehh, udah lewat ya pelatihannya πŸ˜† *oon dot com*

  3. wah si cute lagi lincah2nya tu Ka’Meiy.. Izzah ma cuma coba2 bikin koreo. cz kangen gak gerak. he.he..
    Mohon maaf lahir batin juga ramadan kita sambut dengan hati yang damai…:)

    sama ya izzah, happy ramadhan πŸ™‚

  4. ..periode -disapih- adalah periode yg paling berat bagi anak2 dibawah umur 2 tahun.. tapi kelak itu akan membawanya ‘siap akan banyak hal’ ketika dewasa.. ajaran agama sih menganjurkan agar anak2 di-sapih sekitar umur 2 tahun.. jika menunda2nya, karena alasan gak tega dan sebagainya, malah menunjukkan bhw sang ortu tidak sayang pada masa depan si anak.. πŸ˜‰ ..

    iya sih mas, kasihan, tp harus tega :d

  5. Tanpa teman sekamar di pelatihan, sebenarnya lebih enjoy, bisa gila bebas sendirian

    The Wild Word of The Week!

    hehe tau aja si ito ini, jeli! πŸ˜‰

  6. Wuah asik juga ya punya anak… :mrgreen:

    Jadi pengen punya anak πŸ’‘

    Tapi istri aj lom punya… 😳

    ayo mas, cari dulu πŸ˜‰

  7. selamat menunaikan ibadah puasa,, mohon maaf lahir dan batin ya

    selamat ramadhan juga zul , semoga indah

  8. dikantor bisa menyusui yach?
    dikantorku kayanya gak boleh 😦 . Ibu-ibu menyusui, membawa-bawa box pendingin untuk menampung ASI

    Selamat menunaikan ibadah puasa..

    seharusnya boleh dan harus difasilitasi okta, ayo tar kalo udah lahir babynya diminta haknya dona πŸ™‚ thx yah

  9. wew…. itulah pengorbanan bunda yak …

    memang bunda lebh terikat secara batin dengn sang anak … shg wajar klo sush utk melepasnya …..

    sebenarnya bukan pengorbanan, kewajiban πŸ™‚
    salam kenal afwan, thx dah kesini

  10. Uni, itu di pinggir sungai atau kolam ya… Salam buat Uda ya Ni… Selamat berpuasa…

    pinggir sungai ded. mokasi yo ded, met puasa juo πŸ™‚

  11. Diperbanyak aja sabarnya ya meiy…. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

  12. katanya emg susah ya kalo nyapih anak, suka ga tegaan. tapi alhamdulillah waktu anakku berhenti sendiri, kayak ufi en uqan. wah uni punya suami ideal dong..

  13. pak zul: Insya Allah pak zul. amiiin πŸ™‚
    rhadia: wah indak ideal rhadia, yg pasti lebih baik dari aku yg suka eror πŸ˜‰

  14. wah menyapih memang kitanya yang gak tega ya ni…Dulu alif gampang banget, dan gak rewel..paling dia cium2 aja, karena mimiknya saya kasih lipstik. DIa takut, kok berdarah. Duh Nay…anak pinter

  15. selamat puasa ya meiy……wih, udah seminggu lewat baru ngucapin selamat puasa…

  16. Dulu dikantorku kalo ada yang “memeras” susu untuk taruh dibotol aja harus sembunyi-sembunyi digudang, entah hari ini digudang IT, besok di gudang finance, besok di gudang GA. Pokok tiap hari roadshow dari gudang ke gudang tergantung yang ready stock PIC gudang mana.
    Aku sendiri pernah menemani salah satu teman untuk proses memeras ini digudang IT, menurut aku teramat sangat ga hiegienis.
    Perkembangan terbaru, karena semakin banyak komplain dari KIPS (kelompok ibu pemeras susu), akhirnya ada satu ruang klinik yang dijadikan tempat “memeras”. Tempatnya jauh lebih bersih (karena kan ruang klinik dokter jaga), dan jadwal memerasnya pun jadi lebih teratur, jadi sekali kegiatan memeras bisa lebih dari lima ibu-ibu berkumpul (yang kadang lebih mirip arisan hehhe). Dan nikmatnya lagi karena ada sofa disitu, sedangkan kalo dulu waktu digudang duduknya pun harus diatas kardus monitor, atau kardus dokumen..
    Yach meskipun belum seindah yang ada di tempat kerja kamu meiy, tapi setidaknya sudah ada perkembangan menuju sesuatu yang lebih baik.

    Selamat puasa yach… maaf diucap-in udah di hari ke 11.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s