Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

antara kotamu-kotaku

10 Komentar

sajak ini kekasih, menyentak-nyentak hati. beriak tak berbunyi. tapi menikam dalam, jiwaku!

kubiarkan berdiam dalam perjalanan, mengeja jarak kotamu-kotaku. kuyakin waktu kan meredam derunya

seperti biasa, kau datang dan pergi

serupa mimpi

melambungkan rasa

melimbungkan logika. pun bahagia-kecewa, bergantian

kunikmati saja

meski rindu hanya berpagut lewat pandang

aku masih saja tak belajar membiar renjana hilang

seperti rindudendam

mungkin takkan berakhir sampai mati

sebab cinta mati ketika rindu pergi

laksana kutukan

kuterima sakit-nikmat mencinta serupa ini

between Cipanas-Jkt-Medan, 24-27 Agustus 2008

Iklan

10 thoughts on “antara kotamu-kotaku

  1. lewat pandang kutitipkan ruang
    lewa sapa kuantarkan asa
    lewat lambai kuharapkan belai
    adakah renjana meluapkan rindu di kenyataan sua?
    meski kutahu, jarak dan waktu telah memenjara
    relung hati dikepastian jumpa

    meiy, puisinya bagus banget

    puisimu pendek bernas pak zul 😉

  2. kuterima sakit-nikmat mencinta serupa ini
    ….
    kunikmati siksa merindu seperti ini
    kurelakan duka mengemban cinta begini

    sejuah mana siksa merindu kan abadi?
    tak kan hilangkah meski sampai mati?

    Kuredam tak kunjung padam
    ku rejam kian mendalam
    ku pendam rindu mendemdam
    ku diam kian menghujam

    biarkan…
    Biarkan saja ia datang dan pergi
    melaju berputar mengikut jalur sendiri
    bergerak pelan bagai roda pedati
    hingga di batas titik henti….

    uni puisi uni keren abissss

    terimalah ur dg ikhlas, kalau…tak ada pilihan lain hehe…:)

  3. oimak! untuk siapa pulak ni? dari tanggalnya serasa baru. semerbak rasanya pun masih bisa dibau.

    tp bukankah ini kali yang didamba sudah di sisi
    mengapa pula lahir lagi puisi dilingkup rindu sesenyap ini?

    aha, itu bukan urusan pembaca ya ni… 😉
    hmmm…itulah asyiknya curhat ke puisi ito, ambigu, terserah yg baca aja memaknai 😉
    *ngeles*

  4. mencintaimu adalah kesalahan terindah di dalam hidupku. hehehehe….

    kata2 yg keren dhie, ‘mu’ different target yah 😀

  5. Jarak dan Rindu

    Tak terasa mentari terus bergulir lenyap
    melenggang ke barat semakin cepat
    berharap tuk tetap tatap engkau mantap
    dan engkau rapat mendekat…
    Sentuh tubuh ini hingga terbang melayang
    meski berkeluh mengaduh namun mampu membunuh jauh
    karena jarak bukan rintang penghadang
    tapi penyatu kalbu yang diserbu rindu

    maap komennya kutipan posting di blogku. biar setema hahahahahaia

    beautiful nang, thanks ya 🙂

  6. oke-an mana, cipanas apa medan ? 😀

    ok-an bukittinggi hehe, medan dong ah…;)

  7. halah itu si nenek Dian…..

    Yah, kadang kau harus punya rindu
    jika kau ingin tau makna cintamu

    hihihi…..gak konsen tp gak mau kalah…

    btw, dr dulu aku kurang ngerti renjana itu apa ya, Meiy? kasih tau doong…

    yah semacam makanan yg enak dikudap tp bikin mencret hehe…

  8. puisinya bagus.. ada rasa nyeri dan bahagia tentang kerinduan disana.. btw, kok image-nya mawar hitam yang layu ? .. eh, apa mawar-hitam yg masih kuncup ya ? … soalnya, itu kan berarti ……………….. hemm… apa ya..

    kuncup mas, salam kenal ya, keknya baru sekali ini mampir, insya Allah tar aku link ya…

  9. sajak kota terkurung dalam penjara nuansa tipisnya rindu kelana.

    ichal mana puisimu diak ?

  10. warna warni hari ku saat kau meninggalkan aku
    indah terasa dunia ini tanpa mu
    tak ingin rasanya ku melihat mu dan apa lagi dekat dengan mu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s