Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

HIDAYAH DAN CERMIN DIRI

17 Komentar

Dapat sms kemarin pagi sekali, aku menyesal sedikit merepet, “halah mo ngapain nih orang?” Dari sohibku Helene di Aceh. Biasanya doi sms aku kalau perlu minta dibeliin sesuatu atau di booking-kan tiket, hotel, dsb.dengan gaya keminggrisnya yang reserved itu—tak peduli aku sedang weekend dan berada diujung dunia dan gak punya pulsa. Malah pernah minta dibeliin minuman anu mabok teler, yang membuatku juga merepet-repet dan menyuruh office boy aja (dosa gak ya?). Aku sih gak keberatan di call, sms jam berapapun asal HP masih on, tapi tergantung chemistry juga seeh 😀

Sebenarnya sudah lama doi gak ‘keminggris’ lagi, sewaktu dia belum “Dimano bumi dipijak, disinan langik dijunjuang” bak kata orang Minang, makna singkatnya, memahami/menyesuaikan diri dengan adat/budaya dimana kita tinggal. Cewe manis ini banyak berubah empat tahun terakhir sejak tinggal di Aceh, sudah Meuaceh, menurut– Bahasa Aceh-ala-aku-dong. Sudah lebih setahun Helene berjilbab dan mempelajari Islam, dan isi sms-nya Mohon Doa sebab dia akan mengucapkan Kalimah Syahadat tanggal 17 besok (hari ini oi!), sekalian mengundang hadir ke Tangse, Aceh Pidie, dimana dia akan berikrar di depan Allah.

Kok rasanya aku senang sekali ya, astagfirullah, aku menyesal berpikiran jelek, lalu hanya bisa mengucap alhamdulillah atas hidayah Allah untuk Helene, serta menyemangati dan mengirim doa untuknya, berharap acaranya lancar saja dan hidayah itu menetap. Seolah ada aliran sejuk mengaliri darahku yang agak panas, biasa lagi PMS, agak-agak bt mengigat seseorang yang sering menyakitkan hatiku (ah stop dah).

Usai itu aku sendiri termenung, seolah sesuatu menampar diri, “sudahkah juga hidayah itu menetap bagiku?” Mengapa begitu sulit berdamai dengan diri? Ikhlas akan apa-apa yang terjadi, meski orang yang kita hargai, sayangi, menganggap kita tak ada, misalnya?

Kalau bercermin fisik, biasanya aku yang optimis ini selalu berkata dalam hati, “ah aku lumayan kok, gak jelek-jelek amit…”…hehe…sambil senyum-senyum. Konon kalau kita pikir kita jelek, kita akan beneran jelek lho…Namun saat itu juga terpikir, bagaimana cerminan sebenarnya dari hati? Ou ou ou, yang pantas mungkin terdiam, atau malu?

Dua-duanya! Sungguh yang terberat adalah jihad melawan diri.

Beri aku kesempatan memperbaiki diri ya Rabb…Amiiin.

Buat Helene Barnes: sahabat, semoga hidayah Allah menetap di jiwamu.

Rumah Cinta–Ayahanda Medan,

16 Juli 2008

Iklan

17 thoughts on “HIDAYAH DAN CERMIN DIRI

  1. Assalamualaikum buat Helene Barnes

  2. keminggris menandakan modern hakhakhak iya kalo jago bener. kalo mak pus… ya ngisin2i

  3. Alhamdulillah… salam tuk Helena 🙂

  4. Alhamdulillah.

    Mudah2an mbak Helene gak kecewa setelah masuk Islam yo ni. Pernah ada di “sinetron” ala Kanada yang cerita tentang sebuah komunitas muslim Kanada. Dalam salah satu seri, diceritakan ada muallaf yang tinggal bersama komunitas itu agar dapat belajar lebih banyak. Tapi akhirnya si muallaf kecewa berat karena muslim disana cuek abis, dan tak peduli sama hasrat belajar si muallaf. Tragis, si muallaf memutuskan kembali ke agamanya semula.

    Usai itu aku sendiri termenung, seolah sesuatu menampar diri, “sudahkah juga hidayah itu menetap bagiku?” Mengapa begitu sulit berdamai dengan diri? Ikhlas akan apa-apa yang terjadi, meski orang yang kita hargai, sayangi, menganggap kita tak ada, misalnya?

    Menampar diri setiap muslim yang peduli dengan agamanya.

  5. Jihad melawan diri adalah inti jihad

  6. alhamdulillah….cuma bisa bilang alhamdulillah, Meiy..

  7. seneng yah bisa dapet hidayah macam itu

  8. woww………wowwwww……….*speechless*

  9. asalamualaikum uni…………:lol:

  10. Masya Allah meiy. berita luar biasa…
    tuk helena Alhamdulillah dg hidayah-Nya

  11. aku juga ikutan alhamdulillah uni ^_^… btw ebloggy ngadat lagi nih…

  12. Jazaakallah khairan ya akhwat !

  13. hm… gak ada orang nya ya…?

  14. ikut ngaminin doanya meiy, deh.
    amin.

  15. Alhamdulillah… Assalamu’alaikum Helena

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s