Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Irama itu nadiku, mimpiku

14 Komentar

keluarga-sungayang-rev.jpgSambil menyetrika baju hari minggu di rumah, aku dengar radio. Baru tahu lagu ini asyik sekali…Benar juga kata Dian, nyapu-pun bisa jadi romantis kalau dilakukan dengan cinta…juga strika hehe…

Musik. Obat mujarab yang bisa nyembuhin bete-ku, mood yang kurang okay, sedih, dll. Bak hape yang kehabisan baterai aku pasti re-charged lagi kalau sudah mendengar musik yang kusuka, yah walau nggak bisa memainkannya, I love it, it chills me to the bone (ngutip Alone-nya Celine Dion).

Irama selalu melambungku jauh ke masa lalu, rumah sederhana yang nyaman di kota sejuk Padang Panjang. Kaki gunung Merapi-Singgalang, kembang-kembang liar merah-ungu di seberang kali kecil di depan kamarku, pucuk-pucuk cengkeh yang dan kayu manis yang memerah jambu. Semburat jingga matahari yang menghangatkan hati. Pagi yang berbunga, karena pagi hari biasanya aku memetik kembang di kebunku yang penuh bunga waktu itu; dahlia, mawar, aster, lily, dsb…dan cintaku yang kadang-kadang lewat bawa anjingnya *hayah* ;). Just memory. Kenangan indah.

Musik adalah rumah masa kecilku, Ibu yang berdendang, papa yang memainkan saluang, bansi pitunang atau gitar. Kadang-kadang Ibuku mencipta lagu sendiri. Pantun untuk dendang yang biasa dinyayikannya kalau ada acara-acara sekolah, hari-hari perayaan tertentu dan di rumah, kapan saja. Menurutku mereka seniman walau tak punya ambisi untuk menjadi profesional, mungkin terpikirkanpun tidak oleh mereka. Sampai sekarang kalau rindu rumah, aku otomatis berdendang ratok: risaulai………hati joalah kaditahan…mato joalah kadidindiang…:)

Papa kadang-kadang latihan menari dengan teman-teman ASKI-nya. Kalau pagi sering aku dan teman-teman yang kos di rumah jingkrak-jingkrak dulu untuk menyemangati hari, zaman disko euy!

Dan malam, aku betah begadang, biasanya ditemani oleh suara musik dan nyanyian yang dimainkan mahasiswa ASKI yang kos di rumahku atau rumah tetangga, walau sesekali slip atau fales, tapi sebagian besar indaaah, they were born to be the artists! Favoritku waktu remaja adalah biola, mana si uda yang suka mainin rancak bana hehe…

Tak jarang aku dan teman-teman juga latihan teater di rumah, kalau ngumpul nyanyi-nyanyi dengan gang-ku Hammy Angels (hiks…hiks.. kangen sama sohib-sohibku yang tak tahu lagi rimbanya). Ada Yens yang jago gitar & biola, Meme & Henny yang bagus suaranya dan aku? fales sendiri hehehe…makanya milih jadi director gadungan. Duh dimana kalian sekarang, pernah kudengar entah dari siapa, Yens jadi dosen seni musik di ASKI. Meme n Henny entahlah…Dan Larryku, sohib yang membuatku selalu ingat lagu Panbers ini ……I miss you all…, buddies find me please.

Dan lagu itu kini menari-nari dalam denyar darahku,

merindu cahaya yang pudar

ditelan asa yang hilang bersama malam menjelang

namun harap tak mudah mati

dia kembali

ketika matahari menepati janji

pada pagi

RuangBiru dan rindu

4:u. my ra

Notes:

*Bansi pitunang dan saluang, alat musik tiup dari Minangkabau yang suaranya mendayu-dayu merdu

**ASKI: Akademi Seni Karawitan Indonesia, sekarang kayanya sudah jadi Sekolah Tinggi Seni gitu deh.

Nemu foto lama, sayang dah buram, sisa tsunami.

Iklan

14 thoughts on “Irama itu nadiku, mimpiku

  1. lagu, hujan, dan aroma tertentu….

    ah ya ven…hujan, aroma rumput usai hujan…aroma kekasih hehe πŸ˜‰

  2. aiiiih…nyapu sambil goyang ngikutin musik gitu? hihihihi….boleh juga.

    btw, musim semi kali ini banyakan hujannya Bu….salju juga hahahah….aneh emang!
    global warming wie 😦

  3. Sejak kecil, ada dua hal yang menjadi pelajaran wajib dari Bapak untuk anak laki-lakinya: (1) berkelahi/beladiri, (2) memainkan alat musik.

    Yg pertama untuk “menyelamatkan” kehidupan, yang kedua untuk menikmatinya.
    awas aja orang batak gak bisa nyanyi hehe, hebat bapakmu bang

  4. musik juga obat mujarab buat aku. tapi musiknya freddie mercury hihihi

    hidup freddie!

  5. saya juga ndak isa maen musik,bisanya cuman pukul2 panci,,maklum pengen belajar les drum tapi gak kesampaian. music is my life bener banget itu,,rasanya hidup akan sepi dan nestapa tanpa musik…

    yes, let’s dance πŸ˜€

  6. tanpa musik aku gag bisa bayangin hidup akuuu πŸ™‚
    everydays is just like a music plays on my soul.. cieeeee ;p

    salam kenal!
    xoxo

    senang kenal kamu ria πŸ™‚ let it rocks

  7. musik bagian dari hidup..

  8. hello, how are u? nice blog u have, u take care… c ya in my blog.. bye now

  9. mba, sama dunk, aku jg suka musik, tp skrg kok lebih suka yg musik jadul, da ga begitu mngikuti pkembangan asal bisa ikutan nyanyi, hihihi

    mba, kenal ama mba dhinok yg istrinya Abu CII ya? temen di YM hehehe…

    kapan kejakarta, jangan lupa mampir

  10. Kalo :
    Lagi seneng denger musik
    Lagi sedih denger musik
    Lagi marah denger musik
    mau tidur denger musik

    kalo gak ada musik hikss… seeppiii..
    sayang nya sampe hari ini cuma bisa menikmati musik, gak bisa memainkan alat musik satu pun 😦

  11. blognya bagus mba,,,,, salam kenal ya,,

  12. siang uni,…dah lama ga berkunjung,…”sibuk”,..(ntah apo yg disbuk-an)
    uni,..klu avar ga sekedar suka dengerin musik,…maininnya bikin hati lebih damai,…klu ga gebuk drum seminggu aja,…bisa stress (dulu waktu kuliahan) tapi sekarang untuk main musik susah,..ga ada temennya dah pada kabur dari Padang,….

  13. Ping-balik: Teman lama, rahasia dan cinta « Alam Takambang Jadi Guru

  14. Ping-balik: Sailing… « Alam Takambang Jadi Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s