Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Masih

11 Komentar

surrendering.jpg
Memang penuh ruhku denganmu
hingga melimpah
hingga sesak
runtuh
23 Jan 08

gambar pinjem dari sini

Iklan

11 thoughts on “Masih

  1. walah, bisa disambungkan neh, ke posting terbaruku. serius.

    *sok mensejajarkan diri dengan uni yg agung*

  2. venus: sedihpun runtuh kebumi, kembali
    nesia: postinganmu kereeen abis, penulis sih ya 🙂
    artja: ha, mana puisinya?

  3. Ping-balik: Seperti Kemarin « Pantai Keempat

  4. Meiy, aku suka puisi-puisimu..
    aku belum ‘berani’ mosting puisiku, he..he..
    baru jadi penikmat sajo.

    salam tuk kel di Medan.

    *sekali-kali mampir ke blog buku-ku ya..

  5. double sayang postingannya…hehhee

  6. uni, aku kira puisinya panjang, aku cari-cari lanjutanya gak ada.
    aku kira posting yang paling baru, isinya puisi versi lengkapnya, ternyata bukan..

  7. artja: makasih banget ya tja, cool!

    echy : nice to know u echy, ok tar ya…

    ichal: masih dong hehe

    dian: sayang juga di delete di, ada komen dr fren hehe aku
    eror

    okta: hehe puisinya nipu ya 😀

  8. di saat malam menjelang ku terdiam seorang diri tiada teman yang menemani bulan mengintip malu tahu aku lg terpaku diam membisu ku bertanya pada angin malam apa yang terjadi pada diriku kini malam terasa sunyi menyayat hati ku semakin terbawa ilusi ku bersedih ku menangis meratapi nasib hidupku yang ngak pernah ku sadari kenapa semua orang yang yang ku sayang semuahrs berlalu ku terasing menanti kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s