Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Perjalanan Air

6 Komentar

Apa yang paling nikmat setelah seharian kepanasan, berdebu dan badan lengket? Minum dan mandi air yang bening dan segar tentunya!

Sesampai di camp jam 5 sore segera shalat (telat oi), masak bubur Nay (kakaknya nyuapain) dan nggak sabar berdua Nay langsung nyebur ke sungai, duh rasanya nikmat sekali. Mandi di bawah tebing hutan yang dipenuhi pohon aneka warna, air yang sangat jernih, segar, suara hutan, dan burung-burung layang-layang beterbangan di atas langit senja yang jingga kemerahan…Betapa berlimpah nikmat Allah. Ini kerinduan yang selalu memanggil-manggilku untuk kembali ke sini, camp-ku, terjepit antara ujung hutan sawit yang berseberangan dengan hutan primer—hutan hujan Taman Nasional Gunung Leuser.

Air. Tanpa air manusia akan mati dalam hitungan jam. Namun, sudahkah kita perlakukan air dengan semestinya?

Mengetahui bahwa air bisa menyembuhkan memang sudah lama aku alami, dulu pernah Ufi dan Uqan sewaktu bayi diberi obat air doa oleh Suhu Bakhtiar teman abang, ajaib dia langsung bisa bangun dan berjalan-jalan setelah tergeletak tak mampu bangun terkena diare dan dokter menyarankan opname. Kemudian Uqan juga meminum air yang didoakan oleh Papanya diberi oleh Oom Oeban dan didoakan juga, alhamdulillah Uqan sembuh dari ITP-nya disamping juga minum obat-obatan alami dan dari dokter spesialis darah. Alhamdulillah Tuhan, terimakasih Oom Oeban and MT, Pak dokter dan teman-temanku.

Lalu pernah membaca hasil penelitian Dr. Masaru Emoto yang menyebutkan bahwa air adalah hidup, subhanallah, betapa banyaknya rahasia semesta yang belum kita singkap, manusia hanya perlu membaca dan memikirkannya, maka ayat-ayatNya akan mampu dimengerti. Salah satu pesan penting buku itu adalah bahwa air kalau diperlakukan buruk, akan bereaksi buruk, mereka mendengar kata-kata kita, doa kita dalam bahasa apapun, pak Emoto membuktikannya secara ilmiah. Dan mengapa tidak mungkin isi alam yang lain juga begitu, dalam Alquran dikatakan mereka bertasbih kepada Allah. Subhanallah.

Saat ini, ketika kondisi bumi sudah kritis, kerusakan lingkungan yang parah, pemanasan global, kekurangan air bersih akan mengancam. Yang akan dapat menyelamatkan masa depan anak-anak kita adalah merubah cara hidup, perlakuan terhadap air, dan alam. Gunakanlah air dengan hemat, kalau masih bisa di daur ulang. Temanku Jess dari Australia, kalau datang kesini sangat sayang melihat air yang dibuang-buang begitu saja oleh orang Indonesia katanya. Di sana air sisa mandi akan ditampung lalu di daur ulang untuk menyiram tanaman atau mencuci mobil, dsb. Daerahnya jarang hujan, air sulit. Kalau hujan, ketika orang-orang kita menyingkir dan buru-buru berteduh, si manis ini berloncat-loncatan gembira bermain hujan. Katanya “I love rain.” Di beberapa negara yang kekurangan hujan, sudah dibuat wadah penampung hujan yang bisa digunakan di musim kering.

Akhir-akhir ini concern-ku terhadap penggunaan air, dan kerusakan lingkungan menjadi ‘berasa’ sekali, mungkin karena beberapa bulan terakhir ini mendesain program-program pendidikan lingkungan untuk beragam kelompok target dan terjun langsung ke lapangan. Beda dengan hanya duduk di kantor dan membantu teman-teman di lapangan dari depan monitor saja. Efek keterlibatan langsung. Gemanya lebih duluan memantul ke diri. Malu. Itu pasti kalau apa yang kita kampanyekan tidak dilakukan sendiri, minimal oleh keluarga. Saat ini berusaha sangat untuk mempratikkan sikap ramah lingkungan. Merasa bersalah punya hobi mandi hehe…biasanya sih aku pakai air bekas Nay berendam, lalu baru bilas. Air PAM di rumahku sangat kecil mengalirnya dan mahal karena rumah bekas bengkel jadi tipe bisnis, orang-orang yang egois memompa langsung dari pipa PAM, syukurnya di rumah ada sumur.

Dan aku sangat ingin kepedulian terhadap air dan lingkungan dilakukan juga oleh orang lain. Kunjungan ke blog ini memang tidak tinggi mungkin, aku tak tahu karena tidak sempat memasang tools-nya dan berbagai tools lain atau trik yang kubaca bisa memperbanyak pengunjung. Dari dulu aku tak peduli dengan begituan, intinya aku hanya ingin menulis. Lagipula tak mungkin bagiku dengan fasiltas dan waktu gratis serta prioritas bekerja untuk banyak ‘beredar’, blog walking atau browsing for fun. Itu persyaratan yang ‘kubaca’ setelah berinternet ria sembilan tahunan. Yang mungkin kuharapkan semoga teman-teman yang berkunjung bisa ikut mempraktikkan sikap ramah lingkungan dan menularkannya ke keluarga masing-masing dan orang lain, laksana virus positif lol

Salam hijau!

Ayahanda Medan, February 24, 200

Iklan

6 thoughts on “Perjalanan Air

  1. kalau airnya jernih…..seneng banget ya mandi di sungai atau telaga gitu…..

  2. Uni,..suatu pengalaman yg tak ternilai,..dekat dengan alam membuat uni mengerti dengannya,..insy saya akan download virus uni dalam kehidupan sehari-hari

  3. bawaklah aku kesini meiy kapan2x…ngiler liat airnya

  4. endang: kapan-kapan ke sini ya jeng…
    avar:thanks ini virus yg ajaib 😉

    dian: ayo dian, kalo pulkam ajak hubby juga ya! nanti kontak aku.

  5. emang banyak manffat dair yang uni tulis….!!

    enak banget bisa dibagikan ke orang2…
    aku bantu memasarkan bacaan dari uni ini

  6. ayo cal, bagi2 air, eh bagi2 kepedulian terhadap air dan alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s