Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Sajak malam

8 Komentar

aku masih melukis wajahmu pada langit malam dan bulat sekerat, beberapa bintang yang mengembalikan angan ke masa jauh. Dulu. Di kotaku ketika ku masih bocah, berlari diantara kerlip, menari sendiri nikmati bebas lepas di semesta.kembara hati masih sama, meski kucoba sadari fana. kumengerti tak ada yang abadi, dunia selalu berubah, begitupun hati. takkan lagi kupertanyakan rasa, apakah masih ada getar itu. aku percaya, percaya pada fana, percaya bahwa cinta mesti bebas, mengelupaskan apapun hingga tertinggal beningnya.

didalamku masih menggelepar dalam semadi. dalam. pendam.

Meski seorang penyair terkenal di tivi mengejek penulis picisan yang masih bercerita tentang bulan katanya terlalu dangkal, aku masih disini, mengagumi bulan dan bintang, dan awan yang pelan-pelan menutupinya. biarlah dia pikir dia hebat.

aku bahkan mengagumi sehelai daun ceri yang jatuh di rambut. Butiran embun malam yang perlahan menyejukkan malam musim panas, mengagumi keindahan langit yang kadang terlupakan. Sebab aku mengagumiNya. Sebab kau mengagumiNya. Biar kutahankan perih renjana.
————————————————————————————————-
Sebuah catatan pada malam:
Kota yang gelap, kita menikmati waktu dengan bulan dan bintang, api unggun, cappucino dan biskuit, riuh tawa anak-anak, remaja yg bernyanyi dengan gitar dan suara fales, anak jalanan yang lewat mengeluarkan sumpah serapah, sebuah perpaduan yang entah di kota besar ini!

Namun kita berbahagia, sebab kita memilihnya, kekasih. I love you, ingatkah kamu lagu always-nya BJ?

**Gambar minjem foto Ofai

Iklan

8 thoughts on “Sajak malam

  1. berdiri pada malam berteman bintang dan bersahabat dengan angin……kadang damai datang meski tak jarang gundah menemani….

    duh Meiy……indah banget sajak malamnya…..syahdu!

  2. Asl..sebuah renungan jiwa yg menyentuh……, sy terharu…,
    udah lama nggak kesini, karena blog uni tertutup…skarang berhasil masuk…undang dong al f di blognya ni..

  3. tapi heran kok masuknya al f bisanya dari pati.cjb.net ini ya?
    kok bisa ya ni?

  4. Indahnya Ni..speechless jadinya

  5. cantik dan membumi indahnya nduk, yang merasa sudah jadi penyair hebat emang kadang memandang sebelah mata pada keindahan yg sederhana dan biasa…

  6. Ni, aku baca berkali kali…indah sangat, mau lagi yang begini Ni

  7. begitulah sajak malam dari uni,,, menyampaikan berjuta harmoni.. menyentuh kaca-kaca bening hati..

    uhhh siapa lagi yang kan memuji,,kalau bukan kita sendiri uni???

    kata beberapa orang tua :
    manusia patut bangga pada hasil karyanya,,, karena bulan, bintang dan matahari hanya mengiringi!!

  8. Apa masih ada sisa-sisa masa dulu di zaman sekarang ini? Mungkin dipedalaman ada ya Meiy. Bukan seperti di hiruk pikuknya kota besar.

    Nyambung gak Meiy komenku ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s