Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Semestinya…

11 Komentar

Seperti air yang mengaliri urat-urat hausku setelah seharian berpuasa dan berjalan di terik mentari, dahagaku kini hilang, sejuk, nyaman, tentram. Hanya karena kudengar suaramu (Nov. 6, ’07).Lama kubiarkan tulisan ini mengambang satu paragraf saja, terbiar di draft, beberapa kali kubuka, batal lagi meneruskannya. Aku benci pada rasa yang indah yang kemudian berubah…seperti biasa melambung…. lalu limbung. Aku tak mau lagi, namun ia tak berhenti mengunjungi.

Mungkin sebuah kesalahan kucoba memasuki hati dan pikirmu, apalagi jiwamu….semestinya, aku akan ada disana tanpa perlu kuminta, kalau kau menginginkannya. Nyatanya aku sama saja dengan kata-kata klise yang sering diucapkan orang, ‘aku manusia biasa’ yang bisa benar, bisa salah, bisa cinta bisa benci, bisa memaafkan, bisa mendendam. Bisa mencinta dan berharap dicinta…Aku tak bisa menjadi luarbiasa, sendiri mengharap tanpa ada cahaya? Menunggu yang tak kan datang?

Mestinya kubiarkan rindu dendam berdiam tak coba membunuhnya, namun aku terlalu angkuh bila harus merindu sendiri. Mungkin lebih baik kulupakan bayang-bayang tak guna– mungkin hanya imaji sendiri–yang kucipta pada kembara di rimba larangan yang membuatku tersesat. Sesat yang kubiarkan mendalam sebab disana kutemu indah. Kubiar diri tersesat dalam hasrat dibuai lagu deru yang menyentak tak bersuara dalam setiap denyar darah mengisi pembuluh, ruhku penuh…Kubiarkan golak yang diam.

Mestinya….kubiarkan cinta dalam gelap sebab ia akan kembali kesejatinya semula, sebab selalu ada cahaya di dalamnya….

Iklan

11 thoughts on “Semestinya…

  1. kalau rindu itu tak layak ada, tak mengapa kau bunuh rasa dia.

    *rindu lampu, meiy…hihihihih*

  2. Seperti air yang mengaliri urat-urat hausku setelah seharian berpuasa dan berjalan di terik mentari, dahagaku kini hilang, sejuk, nyaman, tentram. Hanya karena kudengar suaramu (Nov. 6, ’07).

    ups… so sweet….. 😛

  3. so sweet with a bit hurt ni

  4. ehm…. ai lav yu

  5. nikmati saja kembang apimu. dan seperti kata yati, biarkan cinta yang jauh tetap jauh…

    *venus*

    masih terheran2 dgn blogspot yg makin lama makin ribet 😐

  6. baa uni??
    lai aman terkendali??
    ado nan tatahan di dado?

    apo emang sadang melow sajo?

  7. berbahagialah masih ada rasa dan rindu itu…, meski sisi gelap dan terangnya sama2 membutakan.

  8. ini komen dari my best fiend Oeban, lewat sms semalam, keren ban thanks:)

    “mestinya kubiarkan cinta memusnahkan jiwa, kembali kepada Sang Cinta”

    kata Oeban bagusnya akhir tulisanku seperti itu.

  9. Meiy, lagi dalam suasana hati yg apaan nih. Aku gak tau mau bilang apa nih Meiy!

    Ehemmm siapa tuh si Oeban.

    Meiy, sorry dah lama gak BW, gak maen kesini. Aku sibuk kerjaan numpuk. Kan akhir taon. Walopun Meiy lihat di XA aku ada update, itu kayaknya juga terpaksa, lagian kan itu ringan aja cuma upload foto gak perlu pake banyak
    cengkoneknya.
    Gak kayak blog aku ini musti ada ceritanya. Makasih yg banyak Meiy mau ngunjungin XAku. Kami semuanya baik-baik aja kok. Salam buat abang dan anak-anak ya.

  10. Jadi cinta itu bagaimanakah rasanya.

    It is sweet like honey or what?

  11. jengbauer: rinduku sudah terpuaskan, lampu sudah jarang mati bah hahaha :)(Kan rindu lampu)

    syiddat: hope it’s sweet like grape cos i don’t like honey…;)

    Unai: moga aja a bit nai

    Orangutan: pure love should care, not ignorance pongo :]

    Venus: iya ven, kalo kembang api udah abis, gue bakar petasan ato bom aja kalee sekalian 😀

    Ichal: kasadoalahe cal :p

    aroengbinang: iya mas, nikmati saja ya!

    vie: Oeban itu temenku juga, sepertimu, dia suka memberi pencerahan keagamaan, kalau vie suka nulis yg asyik2,lucu dan bikin awet muda. met busy, hugs n kiss ya buatmu n tamara 🙂

    ladokutu: ondeh iyo cinto tu padeh sarupo ladokutu, lamak tapi manyangek hehehe…
    sayang ambo ndak suko madu, terlalu libak yo ndak sanak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s