Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

My life my adventure!

7 Komentar

Wajah-wajah ceria di Angkutan umum ini membuatku merasa ringan menempuh perjalanan panjang ke Tangkahan dengan bus yang tampaknya ringkih. Kenyataannya mesin mobilnya kuat (mercy euy!), luarannya saja yang tak berdandan. Kali ke dua bagiku naik bus ke Tangkahan dan yang pertama bagi Nay. Mobil kantor sudah duluan bersama tamu kami, aku dan si Bos ngalah buat tamu, jadi naik angkutan umum. Semula aku khawatir Nay tidak akan nyaman karena bisnya lumayan jelek, tak ada AC, dsb. Kenyataannya, kenyamanan juga terletak pada hati dan perasaan, fasilitas hanya pendukung. Lagian, saat commit memilih kerjaan lapangan aku harus siap dengan segala rintangan. Naik bus, truk, gajah, jalan kaki, tidur di sleeping bag, digigit pacet, dsb…Bagi kami konservasi adalah juga efisiensi, bisa saja menyewa mobil, tapi terlalu boros kalau hanya untuk 3 orang.

Di kampung anak-anak harus menempuh beberapa kilo
ke sekolah dg berjalan kaki.
Ini mereka menumpang saat aku keliling ke sekolah-sekolah yang jaraknya berjauhan

Keluarga gajah yg bahagia biggrin

Tak sedikitpun kulihat keresahan di wajah beberapa Ibu yang juga membawa bayi dan anak-anak, mereka tetap bercanda dan tertawa-tawa. Bagi mereka ini adalah hal biasa, tak ada yang tak nyaman atau menganggu. Jadi ingat seorang kenalanku yang dulu secara ekonomi pas-pasan, sekarang sudah kaya. Kalau dulu sewaktu mau naik angkutan umum baginya biasa saja, kalau sekarang misalnya ada undangan mobilnya sedang tak bisa dipakai, dia akan mengeluh, “Aduuuh, jauh banget, saya nggak bisa datang, mobil lagi di bengkel, naik angkot susah, anak saya nggak tahan panas…” Padahal aku tahu persis dia juga pernah terbiasa dengan angkutan umum. Hanya psikologi yang membedakan perasaannya dulu dan sekarang.

 

Sedikit berdesakan, menempuh perjalanan 100 km lebih dengan kondisi jalan yang dua pertiganya lebih cocok untuk off-road. Perjalanan yang biasanya bisa ditempuh dengan 4 jam dengan mobil pribadi, dengan bis ini menjadi lebih panjang, 5.5 jam! Tambahannya adalah karena berhenti menaikkan/menunggu penumpang, plus pecah ban! Soal ini aku sudah tahu dari teman-teman adalah hal biasa kalau ke Tangkahan, walau tetap kaget sewaktu letusannya cukup besar!

Kenyataannya walau lama, perjalanan ini menyenangkan, disela oleh pengamen bersuara bagus bagai biduan menyanyikan lagu-lagu Melayu lama yang enak didengar saat memasuki daerah Stabat. Penyanyinya turun menjelang masuk ke pedalaman Kabupaten Langkat. Terbayang betapa sulit dia mencari nafkah untuk hidup, apakah cukup untuk anak istrinya ya? Karena tak semua orang bakal menghargai upayanya menyanyi.

 

Kalau dipikir-pikir, kenyamanan memang terletak pada hati dan pikiran, kalau kita nikmati perjalanan sebagai keasyikan tersendiri, panas bahkan pecah ban di jalanan pun akan menjadi semacam pengalaman berkesan. Bagiku; it’s, my life, my adventure! Yang penting hanyalah tidak menganggap enteng setiap risiko bahaya, tidak takabur dan tak sok sok-an. Aku tak ingin membahayakan Nay. Dan tujuannya hanyalah menyalurkan idealisme dan bekerja mencari nafkah halal yang semoga diridhoiNYA.

 

 

 

*Gbr emang gak nyambung hehehe biggrin

Iklan

7 thoughts on “My life my adventure!

  1. meiy, berdesakan di angkutan umum membuat kita nggak akan lupa bahwa banyak saudara kita sebangsa setanah air yang ternyata tetap bahagia meskipun hidup mereka pas-pasan. kita jadi diingatkan bahwa betapa beruntungnya hidup kita selama ini.

    tulisan ini, inspiratif buatku.
    thx.

  2. ondeh mandeh!!

    sabana sero perjalanan tuu!!
    awak bangga samo uni nan ciek ko, nyali nan uni punyo ndak ado tandingannyooo!!

    mantabbbb!!

    sabanta lai awak hiduik baliak. cuma sadang taragak samo kawan2 nan samo2 tumbuah n rajin nongkrong di gang!!

    awak masih tunggu info dari uni!

  3. Kalau dipikir-pikir, kenyamanan memang terletak pada hati dan pikiran, kalau kita nikmati perjalanan sebagai keasyikan tersendiri, panas bahkan pecah ban di jalanan pun akan menjadi semacam pengalaman berkesan…

    Para sufi malah melangkah lebih jauh: surga dan neraka itu bukanlah dua buah tempat di luar sana, tetapi dua buah kondisi di hati kita.

    Gajah, jika dipandang dengan hati yang riang, memang terlihat cantik. Apalagi yang dari sononya emang udah cantik…

    welkambek, uni.

  4. Meiy = an observant traveler.
    Baiknya dikau itu Meiy. Masih juga mau memperhatikan dan berpikir tentang kehidupan orang lain.

  5. emang bener ya Meiy, apa yg mau dikerjain itu, dimulai dari niat. Kalo niatnya oke, apapun yg terjadi ya enak aja ya…

  6. Ni lama amat perjalanan yang jalannya off road ituh..seru sekali yah Ni…kapan kapan ajaklah saya ke sana NI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s