Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

In the hidden paradise

5 Komentar

Perjalanan ke Tangkahan 29-31 Oktober 2007sebagian jalan masih rusak parah
Nay dan oom gajah
Sari aja pedicure!
pemeriksaan kesehatan kaki setiap hari oleh pawang (Pak Parman)
dari sungai ke camp (mendaki)
gajah, walaupun berbadan besar, tetapi bisa mendaki menurun dengan smooth, naik gajah tanpa pelana ada seninya, yaitu mengikuti ‘alunan’ gerakpungung, kalau tidak bisa jatuh. kalau aku takut bukan jatuhnya, tapi takut keinjak kalau jatuh, ngeri kan, gajah paling kecil saja,
Olive 1 ton kurang dikit.
di daerah yg lumayan curam, rasanya mungkin seperti naik ‘rodeo’ bikin naik adrenalin juga lo!
untuk turis kita menyediakan pelana yg nyaman kok.
Gajah adalah makhluk sosial yg sangat perlu bersosialisasi sesamanya. Theo (17 tahun), satu-satunya gajah jantan sedang masa puber, selalu berusaha mendekati semua betina, terutama Olive yg masih ABG, Ibu asuh Olive,Sari, selalu menghalangi agar Olive jangan diganggu.
Conservation Response Unit; camp-ku
Kamar Nay bobo’

Makan pagi bareng gajah
Iklan

5 thoughts on “In the hidden paradise

  1. Si Theo pleiboi juga ya?!

    Meiy, kayaknya comfy juga ya tempat kelen tinggal di “hidden paradise” itu. Aku maulah dibuatkan rumah kayak gitu.

  2. OMG!!! bener2 paradise… mau dong kesana…suasananya masih natur banget yah…
    beruntung bisa tinggal disana

  3. Meiy, kalah deh kamu ama gajah, gajah pedicure-an hehe……

  4. alam yang bener-bener indah..
    kapan ya bisa kesana?

  5. Ni kok bisa tahu gajah puber segala sih hehe, bisa bahasa gajah yah Ni?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s