Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Dunia (memang) maya

13 Komentar

Seorang teman yang lebih muda dan belum menikah bertanya padaku, “Kakak percaya pada hubungan jarak jauh?”

“Tergantung hubungan apa dulu, hubungan telepon, hubungan surat, internet, ato hubungan body..hehehe…? Nah kalo yang terakhir nggak bisa jarak jauh.” jawabku bercanda.

“Hush Kakak ini, serius nih.” Lalu si doi yang manis itu bercerita dia menerima ungkapan cinta cowo yang dikenalnya lewat internet, dia suka pada lelaki itu, tapi tak yakin dia juga cinta si cowo, walau sejujurnya dia akui ingin punya hubungan yang serius, ingin cepat-cepat menikah karena khawatir usianya sudah melewati angka 30 (kalau ini hubungan dengan budaya & agama kali ya?).

“Aku nggak percaya aja orang bisa cinta jarak jauh gitu, Kak. Lha ketemu aja belum. Gimana ya Kak?”

Sebut aja namanya Anna. “Anna, cinta itu sesuatu yang abstrak, tak ditentukan jarak, hati tak berjarak sama sekali, jadi ya bisa aja terjadi orang jatuh cinta beneran walau tak pernah bertemu sama sekali. Cinta lebih kepada rasa, apa yang kamu rasakan, spiritually. Memang sih sebagai manusia kita membutuhkan kehadiran secara fisik, memandang, menyentuh, me…apalah…Namun itu bukan hakekatnya. Nah gimana dengan saudara kita yang tunanetra? Mereka kan tidak bisa melihat sang tercintanya dengan mata, tapi mata hati? Apalagi pada cinta tingkat tinggi, cinta pada Sang Pencipta Cinta yang tak bisa dilihat, tak bisa disentuh?”

Lalu kita berdua diskusi panjang lebar tentang cinta, aku jadi sok pakar mentang-mentang udah married hehehe…:D

Cuma aku sarankan pada Anna, karena dunia cyber itu sama saja dengan dunia nyata, kalau mau serius lebih baik bertemu dia dulu. Saling mengenal, ya apapun bisa saja terjadi, di dunia yang kamu bilang nyata orang juga bisa saling membohongi, bahkan orang yang paling dekat sekalipun. Hati-hati kan perlu karena kamu akan memilih orang yang akan menemani sepanjang hidupmu.

Tahun lalu seorang temanku menikah dengan teman chatting-nya, setelah beberapa kali bertemu. Insya Allah mereka cocok. Banyak pendapat mengenai cinta di dunia cyber, ada yang bilang itu malah lebih murni karena seseorang jatuh cinta lebih duluan terhadap kepribadian seseorang bukan fisiknya. Ada juga yang berpendapat di dunia cyber orang banyak bohongnya. Bagiku sendiri itu sama saja, di dunia cyber, di dunia nyata semua bisa terjadi, baik atau buruk.

Aku sendiri kurang suka dengan terjemahan “dunia maya” untuk cyber world…Lha dunia ini memang maya atawa fana, tak ada yang abadi, juga cinta. Pernah ku protes pada temanku Anti yang peneliti di Balai Bahasa.

“Apaan sih terjemahan “cyber world” dunia maya? menyesatkan orang aja, tar orang jadi menduga kalau di dunia maya orang boleh nipu. Nggak suka gue, siapa sih yang pertama mempopulerkannya?!” Trus kata Anti, kalau nggak suka protes dong ke Lembaga Bahasa, kasih solusi, pembahasan, saran, apa terjemahan yang bagus…dengan pengkajian linguistic lengkap!

Lha disuruh pengkajian linguistic! waktu kuliah aja aku belajarnya di kantin (paling males kuliah linguistics), ato duduk sendirian di anjungan alias pagar yang mesti dipanjat dulu untuk naik, di kampus Limau Manis yang romantis itu liat-liat Kota Padang dari kejauhan.

“Mana gue inget lagi? Kan Lu yang ahli bahasa, lu dong yang nyari sinonim yang enak dan tepat, gitu.’” Nah aku jawab gak mau kalah, namanya juga orang endonasya, suka protes tapi nggak ngasih jalan keluar hehehe… Lho jadi melantur…

Waktu aku tanya (cari) ke mbah google pun aku gak nemu arti cyberworld (akunya yg bego kali), yang jelas ada perbedaan antara internet, cyberspce, cyberculture, cyber sex, dsb…

Bagiku sendiri internet hanyalah salah satu alat teknologi informasi seperti juga teknologi lainnya, hanya ini lebih canggih sebelum digantikan yang lebih canggih lainnya nanti. Aku tahu penemunya pas baca The Da Vinci Code-nya Dan Brown. Internet juga seperti pisau, tetap mempunyai dua sisi; baik dan buruk tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Itu yang aku ajarkan waktu ngasih training untuk anak-anak rangers dari Tangkahan yang ingin mengenal internet. Setelah mengajarkan dasar-dasar ber-internet ria, aku wanti-wanti, “nah jangan sekali-kali internet kantor dipakai untuk liat-liat situs parno ya, virus akan gampang masuk nak, apalagi virus mesum ke kepalamu…hehehe.”

Aku sendiri baru memakai internet rutin sejak tahun 2000. Pertama ngenet hanya sebatas email dan nyari data untuk kebutuhan pekerjaan. Baru setelah mulai memakai internet yang online 24 jam aku mulai memakai YM yang disarankan antar kantor untuk menghemat pulsa telepon serta mulai browsing sana sini jika ada waktu luang. Nah alasannya (untuk pembenaran diri) kan sayang internet dibiarkan nganggur 😀 Baru mulai kenal-kenalan dengan orang diluar urusan kantor lewat situs Cybersastra (sayangnya sudah nggak ada) karena aku suka baca-baca sastra. Dari situ aku kenal beberapa sahabat yang menyapaku dan masih akrab sampai sekarang; MT, Dien, Yuree, Pendekar 412, Mozes, Mus, …Terus-terang aku sendiri jarang menyapa orang-orang, bukan sombong sih, tapi aku mulai kerepotan dengan ABG jomblo yang banyak menggunakan internet untuk nyari jodoh (enggak semua lo), aku mesti ngasih tahu, “halo nak , aku pantes jadi ibumu..” eh cape deh ;p. Aku bahkan nggak pernah balas invite friendster siapapun juga, maaf bukan somse, hanya nggak punya waktu dan fasilitas di rumah. Kalau di kantor waah dipecat gue nanti, kalau asyik chat-chat ato browsing yang ga ada hubungan dg kerja.

Saat ini banyak ilmu dan teman kudapatkan di dunia cyber ini, namun waktuku terbatas sekali, blogging hanya sesekali, palingan 2-3 blog sempat kukunjungi sehari. Jadi maaf kalau aku jarang berkunjung ke blog teman-teman. YM sendiri lebih banyak aku gunakan untuk urusan kantor saja, bahkan aku dibilang boong sama sobatku ini waktu ngaku nggak pernah main ke chat room. Suer aku pernah ngintip 2-3 kali ngapain orang di chat room jaman dulu aku baru ngenet, ya udah segitu aja, gak pernah nimbrung. Chatting bagiku bukan hobi, sama saja dengan keseharian, aku kan pendiam, hanya suka senyum-senyum, baru ngomong dengan orang yang sudah akrab…(hehehe pasti yang baca jijay deh gak percaya…hahaha…). Mau ngomong ama siapa coba, kaya sekarang paling ngomong sama Naysa kalau si manis lagi mimi’, teman-temanku sering ke lapangan, tinggalah aku sendiri…Aku chatting hanya di waktu luang itupun kalau ada teman akrab yang kepingin ngobrol atau aku yang perlu sesuatu dengannya.

Well, jadi dunia cyber itu sama saja dengan keseharian kita di dunia fana ini. Itu hanyalah bagian dari teknologi. Dunia memang maya fren…kamu bisa pilih mau jujur, bohong, baik, nipu, ato apalah…

Ayahanda Medan

June 17, 2007

Iklan

13 thoughts on “Dunia (memang) maya

  1. Batua Ni, cyber world maupun dunia nyata, sama2 fana kok. So, kalo emang si Anna cinta dan yakin, coba aja jajaki dulu. 😛

    Jadi Uni anak Sastra Unand tho, pantesan baca puisinyo :))

  2. internet itu monyet. pernah tak posting kok meiy… 🙂

    dan mata ngga percaya dengan LDR. kalau dah masuk ketahap tanda kutip lho ya. kalau sekedar teman sih ya sah sah saja 🙂

  3. Duh Ni, sampe dibela belain tanya ke mbah gugel…jadi tempat curhat nih, besok besok nai curhat yah Ni…;)

  4. Meiy, ah masa’ si Meiy pendiam?! Ntar klo kopdaran aku jangan dicuekin ya!?

    Jaman sekarang emang banyak tuh orang yang dapat jodoh via chatroom. Sebenarnya sama aja dengan kita bersahabat pena, trus sahabat pena kita bisa jatuh cinta ama kita hanya dengan melihat photo dan membaca surat-surat kita.

    Mo nanya nih Meiy, “Ayahanda Medan” itu apaan sih, apa kelen tinggal dijalan Ayahanda?

  5. apapun nama dunianya, dimanapun dunia yang kita huni,,,, tergantung dari kita sebagai pelakon, jika kita mlakoninya dengan sungguh2, maka semuanya akan asli bukan maya…. hehehe makasih uni komennya sebagai pelipur lara….

  6. lho…lho…kok kisahku diposting sih mbak? hahaha….GR :p

    sekedar pemberitahuan, pengumuman, informasi, atau apapun namanya: Saya menjalani kehidupan dan hubungan macem postingan ini! hubungan jarak jauh itu asik, selalu kangen (walopun kadang2 rasanya seperti membunuh) dan…ga bikin hamil, hahaha! ups…maap, canda!

  7. jadi kepikiran lagi, apa iya dunia internet itu dunia maya. terus, aktifitas kita selama ini via internet, apa nggak ada hasilnya? pasti ada juga ya… jadi setuju juga kalau kamu ragu tentang terjemahan cyber-world. atau kita semua ini memang maya…

  8. Memang sih ngeBlog menyita banyak waktu. Tapi kalo udah ketagihan kayak aku gini, rasanay susah banget menghentikannya 🙂
    Biar menghemat waktu pake bloglines.com aja. Jadi bisa memantau blog temen2 kita kalo ada posting barunya.

  9. Hu….. temenku ada yang ketipu didunia nyi maya, kenalan2 taunya PSK bo………….

  10. waaah…pemikiran yg dalam….tapi semua memang tergantung manusia yg memegang “senjata” itu….aku kurang lebih sama ama kamu meiy….kayaknya bisa ngomong byk di tulisan, tp kalo ketemu, bisa jadi diam kalo blm akrab atau gak klik…padahal di blog, YM, semua terbuka tanpa ada yg kupalsukan artinya bersedia bergaul…

  11. “Lebih dulu mengenal kepribadiannya.” Itu pendapat yang bagus. Saya pun setuju, dan selalu mendorong kawan2 yg punya hubungan seperti ini untuk terus maju. Yg jelas, resiko hamil di luar nikah ngga ada (Yati!), dan kalaupun dia ternyata PSK, emg-nya knp?
    PSK juga manusia, bagiku lebih mulia dari pejabat terhormat pemakan uang rakyat, bahkan juga dari ulama yang berfatwa karena diberi dana.

  12. long distance relationship never works. percayalah. eh tapi ga semua kali yaaa? liat2 orangnya juga *nglirik2 yati takut ditimpuk*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s