Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Puisi Lama

2 Komentar

Ledakan keangkuhan

aku telah melewati duriduri di rimba yang beronak
pedih perih menusuk menggores
menyetrum benak
tapi tak seberapa sakit seperti ini

aku telah mendaki diterjal bukit-bukit, menapak harihari sulit
licin memilin memiuh tubuh
namun tak mengigit begini

aku telah melalui harihari mimpimimpi
kosong melompong – tak menyisakan rona
hanya melempar ke sepi ngarai
menanggung sansai

aku telah mengalahkan kelam
yang dahsyat menenggelamkan di pekat malam
tapi tak
meredam
hasrat meyesat

aku telah belajar, tapi tak belajar
aku telah sasar, tapi tak sadar?

aku telah mengalahkan kalian
tapi tak
keangkuhan sendiri

Lamreung, 21 Juni 2004

Iklan

2 thoughts on “Puisi Lama

  1. pekerjaan paling sulit yah melihat kekurangan diri ini serta segala keangkuhannya…

  2. whuaaaaa…….gw banget ni puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s