Alam Takambang Jadi Guru

Mari berguru pada alam yang terhampar…

Menjejak Kota Mati

1 Komentar

Kesedihan merasuki lagi diriku

saat menjejak kembali tanah ini

bukan ku lari usai bencana

tetap mengabdi cinta walau disana

menyusuri kembali jalan-jalan sepi di kota mati

kulemparkan tanya pada debu kering yang tertiup angin

(perih menusuk hidung dan mata)

kapankah berakhir duka?

kuala ini seperti onggokan luka yang tercabik

seolah melantunkan suara-suara memekik

pedih terenggutkan

dipaksa keganasan

hantaman

gelombang meradang, melemparkan lumpur hitam

menyisakan penderitaan

aku masih saja termangu menatapi

reruntuhan dimana harapan pernah ada

tapi ku tak lagi meratapi derita

sebab kubiarkan dia pergi bersama tsunami

yang tak kuharap datang lagi.

27 Januari 2005 – Lamreung di puing rumahku.

Iklan

One thought on “Menjejak Kota Mati

  1. iya, aku bisa ngerti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s