Disini
pernah tergurat kisah
indah ada
lara ada
kusyukuri semua di dominasi bahagia
Disini
pernah kutulis sajak hati
riak kalbu bergejolak serupa ombak
yang mencumbu bibir pantai
menghempas seirama nyiur
menarikan gelora
hati kita.
Pernah juga kulukis kisah
keluasan samudera
misteri dalamnya lautan
kembara jiwa melintas batas cakrawala
Kadang bercengkrama tentang
putih camar menarikan harmoni
bersama putih awan
Kadang kusaksikan kisah
anak nelayan
berlengan legam terbakar surya
dan senyum ronanya ketika menghela pukat ke darat
atau menarik perahu [...]
Arsip untuk ‘Puisi Alam’ Kategori
Di pucuk gelombang
Diposkan dalam Puisi Alam, Puisi cinta pada September 17, 2009 | 12 Komentar »
“aku, lingkungan dan resah…
Diposkan dalam Puisi Alam pada Juli 30, 2009 | 12 Komentar »
Puisi oleh: MAHJIJAH OZY–Analisa
Senandung alam era 80-an tak bisa kudengar dan kunikmati lagi.
Birunya langit menjadi pekat oleh emisi dan ulah manusia.
Tak sedikit orang meregang nyawa terjepit di reruntuhan tanah,
tak berdaya tercambuk panasnya ujung lidah petir.
Bumi terbakar, hutanku tersisa tunggul bernada parau.
Sungai jadi selokan, jelas aku resah.
Bila kudapati lagi sungai dan hutanku jernih, hijau.
Bila petir tak [...]
Putih siang
Diposkan dalam Puisi Alam pada Mei 15, 2009 | 6 Komentar »
Putih siang
Putih kembang lalang
menari bersama angin
menggugah ingin
gairah jiwa
kelana
putih
eksotik kembang jambu
melagu rindu
putih kupu-kupu mungil
menari diatas bunga rumput
sayapnya lembut
menembang nyanyian alam
disini cintaNya
menjelma indah
RB, 15 Mei 2009
KITA TELAH KEHILANGAN
Diposkan dalam Puisi Alam, Label 1 pada Juli 19, 2006 | 2 Komentar »
Kita telah kehilangan simfoni burung-burung di pagi hari
berganti jerit riuh kendaraan, manusia-manusia yang berlari
didesak. Didesak-desak
kebutuhan-kebutuhan manusia kini
berlari mengejar materi. tamak.
tak henti. tak hentihenti
Kita telah kehilangan lembut angin
menerbangkan aroma rumput wangi
berganti aroma sampah bertebaran
Kita telah kehilangan murni udara pohon-pohon hijau
Kini hanya tersisa
hutan-hutan yang risau
satwa-satwa yang gelisah
pohon-pohon yang resah
(kapan giliran mereka disesah?)
Kita telah kehilangan senja dan langit [...]
Catatan Perjalanan: Tangkahan 28-30 Agustus 2005
Diposkan dalam Puisi Alam, Label 1 pada Juli 19, 2006 | Leave a Comment »
Aku kembali
Selamat datang gunung
aku kembali
memenuhi janji
yang terucap di hati
setiap kita bertemu
mempertautkan rindu
menyatu bersama
damaimu
Senja di Tangkahan
(Taman Nasional Gunung Leuser)
Senja hening
di pinggir tebing
ini muara
di mana bening bertemu
gesekan sayap serangga
mengiringi nocturna
mendendangkan tembang
menyambut malam
Senja, 28 August 2005-Tangkahan-TNGL
Malam di Gunung
Damai
adalah tetesan hujan
jatuh di dahan
Hening adalah tentram yang datang
menemani mimpi
28 August 2005
Jejak
Perjalanan adalah indah
lentikan eksotis
pacet-pacet tropis
meliuk di antara tumpukan daun
membenamkan [...]


