Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘catatan perjalanan’ Kategori

Pulang
Catatan Perjalanan 9–tamat
Kerinduan
Serupa bumi
Mendamba hujan
Eh pas hujan beneran malah banzir maaak! Hari terakhir di Netrokona, hujan lebat sejak  malam. Sungai terdekat meluap dan rumah-rumah didekatnya mulai terendam. Ayah menakut-nakuti kami, bercanda sih; “We could not go back to Dhaka if it is flooded,“ dia bilang ke aku dan Wawa…Trus dia ketawa…”Hahaha…you’ll cry..you’ll cry…” katanya melihat [...]

Untuk mentranslate bahasa

Catatan perjalanan 8
Dari workshop ini aku belajar banyak hal, mulai dari materi Workshop yang tercakup dalam Buku Panduan bagaimana hidup harmonis dengan gajah, juga metode belajar- mengajar aktif, interaktif yang menyenangkan dan menarik seperti melalui gambar, drama, game dsb. Yang paling mengesankan adalah pertemanan dengan sesama anggota tim. Kami ‘dipaksa’ bekerjasama walau sebagian besar baru [...]

Untuk mentranslate bahasa

Catatan Perjalanan 3

Orang kampung dan indahnya pertemanan, keluarga…
Walau tak pernah benar-benar tinggal di kampung yang ndeso sekali, aku selalu merasa sebagai orang kampung, dan lebih nyaman begitu. Gedung-gedung tinggi, membuatku grogi, betapa berasa kecil dan tak punya apa-apa. Tapi kupikir, punya apakah aku buat dibangga-banggakan?
Janji bertemu dan melihat bisnis temanku Dedi dan istrinya Erni, di Indofood Centre, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Catatan Perjalanan 2

Kotamu, akhir perjalanankah?
di sini
harap pernah ada
berpendaran indah
kini
menahan gundah
gelisah menanti
masihkan peduli
kekasihkah
sahabat
saudara?
lelah
masih kutunggu sekedar sapa
kulihat kau ada untuk mereka
diam tak peduli
aku yg tuli
masih
menanti
mungkin nanti
akhir
hari ini
aku belajar tertawa pada luka
aku siapa?
kau siapa
masihkah kekasih? mimpi?
sahabat
saudara???
kotamu
kutinggalkan dalam deru
rindu
tercabik
sunyi
mungkin tak perlu lagi menanti
Batavia, 21-24 Mei 2009
Sekedar catatan kini, utk seorang ’sahabat’, tak ingin mengingat [...]

Untuk mentranslate bahasa

Catatan Perjalanan 1

Batavia, waktu yang menderu
Kembali menjejak Jakarta 21 Mei lalu, terasa beda,  biasanya sekedar lewat karena mau bertugas ke daerah lain. Kali ini selain ada keperluan ‘bisnis’ dengan teman, ingin membayar ‘hutang’ rencana berkunjung yang tertunda Maret lalu.
Dijemput adikku Wenny, berpelukan…dan ya Tuhan, baru kusadari 13 tahun lebih aku tak bertemu fisik dengannya, dia masih tetap [...]

Untuk mentranslate bahasa