Aku tersentak
terdiam
Mendengar ranah terkoyak
bumi Minang retak
Hatiku teriris
seperti ribuan saudara yang terluka, menangis
menderita dan trauma
Berdetak jantung
limbung
Tapi diam tak mampu berkata
serupa setiap musibah melanda
Tepekur
tafakur
Menghentikan isak segera
sebab lebih berguna jika berupaya dan berdoa
Ya Rahim, kasihi saudara ku yang tersiksa, yang terluka dan belum diselamatkan
terima mereka yang telah pergi dalam kasihMu
***Aku selalu tak mampu menulis spontan ketika musibah melanda, juga dulu ketika mengalami tsunami, baru setelah pulih aku bisa menuliskan kisah…
disini:
Berprasangkalah baik pada Sang Cinta atas bencana yang terjadi.
Sebagai hamba, aku, kita hanya bisa mohon ampun kesalahan, dosa…
dan berharap Rahman & RahimNYA…



(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Semoga ini hanya ujian buat kita
Kita tak pernah tahu pasti ujiankah atau hukuman, bertobat dan bersabar mungkin yg harus dijalani
Turut Berduka..
Makasih ya Okta
turit berduka….
makasih anang, concernnya
Hanya kepada ALLAh lah tempat kita berlindung dan memohon pertolongan…
benar sekali rita, jadi ingat kata ustadz *aku lupa nama* berharaplah hanya kepada DIA
Ibo bana hati malieknyo meiy
Ibo ndak takatokan pak zul…
bagaimanapun alam & segala peristiwa yang terjadi di dalamnya tak mampu menjadi guru sejati. Sang guru sejati jauh melampaui alam & segala mahluk. Dialah penafsir segala kejadian. Biarlah kita rebah dalam cintanya. Jika kita semua dapat mengungkap rahasia Ilahi, bukanlah itu dinamakan rahasia. Dengan izin-Nya rahasia itu tersimpan dalam lidah sang guru sejati. inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun.
Bukanlah rahasia andai kita bisa mengungkapnya…Mungkin disitu keindahanNYA. makasih Oeban
Turut berduka untuk siapapun yang telah menjadi bagian dari sabda-Nya… AL-Fatihah…
Makasih alfatihah-nya mas, semoga mereka bagian dari cintaNYA
Sadiah ni, mancaliak Padang kota tacinto nan hancua
Pariaman dan Agam gai ntah ka baa
Maaf Ed uni baru bisa balas komen, semoga saat ini Ed baik2 saja, ya, utk kampuang mari bantu nan bisa apo sajo
Amiyn.
alhamdulillah Lang
Turut berduka cita Uni-ku yg baik…..semoga kita semua di beri ketabahan dalam menerima ujian ini……smoga ada hikmah yg lebih agung di balik semua ini…
makasih adek, mana tulisan baru? aku susah buka blogmu harus pake IE. masih sekolah?
uni apakabar? sehat kah uni? bener uni, Allah itu seperti prasangka hambaNya, maka berprasangka yang baiklah kita kepadaNya
Alhamdulillah baik liz…ah liz kamu itu masih kecil tapi bijaksana
sedih ya, meiy…
terlalu sedih sehingga sulit menangis
Tetap tabah dan tawakal mungkin bencana itu petunjuk untuk kita agar ingat kepada yang maha kuasa.
makasih mas/mbak..maaf nih belum sempat kunjung balik…salamkenal ya
puisinya menyentuh. Amiin….
Ditunggu kunjungan baliknya ya… salam kenal
Makasih ya Tamrin, maaf nih belum sempet BW, nanti insya Allah
badai pasti berlalu..
keluarga di kampung baik-baik semua kan meiy..? semoga.
Alhamdulillah baik mande, masih ditakdirkan ortu dan rumahku sehat2 saja
salam kenal
salamkenal kembali julie
Baru hari ini bisa balas komen, maaf lagi buat teman2 yg mampir…*maaf2 trs bah aku ini!*, aku emang males no 1, baik update, BW dll…
malah tadinya janji sebelum deadline satu kerjaan yg gawats bgt selesai, gak bakal update2, tp tiba2 pengen break dr kerjaan bentar, nulis puisi…