Apa yang kau tahu tentang sesakku
retak hati
luka jiwa
hanya terbelenggu dendam?
Kutukar setiap jerit
sakit menjejak jiwa
dengan namaNya
Pada malam
hening membenam
Semoga bertemu beningNya
Semoga lumat segala debu
berlalu segala sendu
merapal siksa menjadi doa, kalian segala cinta
tak kubiarkan hati membatu
Kiralah aku mendendam pilu
tak dia berarti bagiku hanya debu
hanya karenamu
biar kutukar dera
dengan doa



Dalam keadaan seperti itu, saya selalu teringat dengan nasihat sederhana yang selalu disampaikan ibu saya tercinta, yaitu: Ikhlas lah…. Ia akan menjadi obat yang sangat mujarab. Sulit, namun obat itu harus ditelan….
Jauh banget interpretasinya yang mbak?
iya mas, makasih bgt ya, ikhlas yg sulit, tp mujarab…aku belajar
Menukar dera dengan doa; itu pastilah perniagaan hati yg paling menguntungkan.
mudah2an sukses ya ito, suse usaha jadi orang baik, secara aku kan memerankan penjahat pd bagian ini hehe *dunia panggung sandiwara*
Puisinya hebat banget. ……… ! Aku suka banget puisinya
salam kenal mas, wah hebat…gak mungkin lah mas, curahan hati saja. tar saya gr
makasih ya
coba perhatikan baris, “Semoga bertemu beningNya”
kalau ini yang menjadi “puncak” nya, baris yang lain menjadi “tidak ada” dan bukan permasalahan, karena memang tidak ada. kata-kata hanyalah “pakaian”, maknalah yang utama
makasih Oeban, kata2mu bening maknanya, menenangkan hati yg gundah sohib