Walaupun penangkapan terhadap gajah liar bukanlah pilihan (sangat tidak dianjurkan), namun “kebijakan” itu DULU terpaksa dilakukan pemerintah untuk mengatasi konflik gajah-manusia. Konflik ini mulai merebak sejak tahun 1980-an, ketika hutan dataran rendah dibabat secara besar-besaran menjadi perkebunan, pemukimam, jalan, dsb. Sang Raksasa mulai kehilangan rumahnya. Hal ini berlanjut bertambah parah sampai saat ini: fragmentasi atau terpecah-pecahnya areal hutan , kerusakan habitat, dan berbagai kejahatan terhadap hutan seperti penebangan liar, perambahan, perburuan, dsb telah menimbulkan kerusakan terhadap hutan hujan kita dan tentu saja manusia. Bencana demi bencana begitu akrab dengan kita saat ini.
Sang Raksasa yang terlanjur “disekolahkan” di Pusat-pusat Konservasi Gajah di Sumatera seperti Lampung, Sumatera Selatan, Aceh, Riau, dll., ternyata menimbulkam masalah lain seperti besarnya biaya makanannya & kesehatan serta kurangnya aktivitas yang bisa membuat mereka tetap aktif, sehat dan bermanfaat.
Conservation Response Unit (CRU) adalah sebuah program yang digagas dan difasilitasi oleh Fauna & Flora International-Sumatran Elephant Conservation Programme sejak 2002. Konsep pemberdayaan gajah terlatih ini, adalah intervensi konservasi dengan menghubungkan konservasi in-situ (di habitat) dengan ex-situ (di luar habitat). Gajah dan mahout (perawat gajah) bekerjasama dengan masyarakat lokal, pemerintah dan NGO membantu melindungi hutan demi masa depan bumi.
Kolaborasi adalah suatu pilihan yang “harus” sebab dengan keterbatasan personil penjaga hutan dan dana, cukup sulit melindungi lebih dari 1 juta ha Taman Nasional Gunung Leuser misalnya, jika dikerjakan satu institusi saja. FFI-CRU, bekerjasama dengan dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NAD serta Lembaga Pariwisata Tangkahan, bekerja di seputaran TNGL dengan aktivitas: patroli & monitoring, mitigasi konflik, education & Awareness, capacity building serta mendukung ekowisata.
Salah satu upaya mengatasi konflik gajah-manusia yang banyak terjadi di perbatasan Leuser, Tim CRU melakukan berbagai upaya & metode yang disesuaikan dengan sikon di daerah ybs (konflik sangat site specific). Selain bunyi-bunyian untuk menghalau gajah kembali ke habitatnya, satu teknik yang telah dicoba di daerah Damar Hitam, Sei Lepan, Langkat, Sumut, adalah dengan membuat penghalang di perbatasan antara kebun masyarakat dan hutan
(jalan masuk gajah liar) dengan tali dan chili grease (cabe dan pelumas/gemuk bekas) untuk menghalangi gajah liar masuk ke kebun masyarakat. Namun dimusim hujan barrier ini cepat rusak.
Teman-temanku di CRU ingin mencoba metode yang pernah sukses dilakukan Tim FFI Cambodia yaitu dengan memakai CD bekas *“Hah? Gajah kok pakai CD? celana dalam? “*
Hehe…Bukan, CD beneran ini! Jadi nantinya CD ini akan digantung di tali sebagai penghalang gajah liar masuk kebun, di Cambodia gajah langsung menjauh melihat kilau-kilau CD ini diterpa matahari dan bunyi desirannya pada malam hari juga menghalau gajah liar kembali ke hutan. Tapi ini butuh banyaaaak CD bekas apalagi kalau panjang jalan masuknya sampai berkilo-kilo meter. Wuih! Itu hanya salah satu upaya yang patut dicoba, teman-teman juga sedang mengupayakan penanaman tanaman yang tidak disukai gajah jadi dia tak ingin mampir.
Kalau teman-teman ingin membantu Sang Raksasa yang baik hati ini, CD/VCD/DVD bekas bolehlah dikirim ke aku:
Merry
Edwar Manager
Fauna & Flora International-Sumatran Elephant Conservation Programme
Jl. Garuda No. 61A, Sei Sikambing B, Medan 20122
Phone: 061-8452203-8474934
Catatan:
Pedoman penanggulangan konflik antara manusia-satwaliar bisa dilihat disini.
Foto-foto dari Jambore Konservasi
15-18 Januari 2009



eh meiy, kalo harimau sumatera gimana ? ceritain donk
aku gak byk tau ttg harimau di, maaf ya, walau keren bener si belang itu. ada orang FFI Tiger, Ibu Debby namanya yg kerja di Taman Nasional Kerinci Seblat untuk perlindungan harimau. Ada juga temanku Giles dari Tim Wildlife Warrior yg jago nangani big cats.
Ini bbrp linknya:
http://www.fauna-flora.org/tigers.php
http://www.zoo.org.au/zvf/ttf/ffi
http://www.21stcenturytiger.org/index.php?pg=1213002749
Pengen bgt ketemu Bu Deb yg selalu manggil aku darling kalau nelpon, dia dah lumayan tuwir tp kalau ke hutan jalannya ngalahin yg muda2, begitu kata teman2.
hehe…payah manjaiknyo ded, gadang bana
waw.. Kukira CD apa’an. Hehe.
ternyata…emang apaan
Hmm.. Titip salam saja buat para gajah.. Semoga para gajah sehat dan bahagia
nanti kalau ke camp lg mudah2an aku inget hehe
uni…aku rindu…fast reading nih jadinya. sabana sibuk ni…misyuuuu
aku juga rindu nai. jangan sibuk2 kali lah nai entar si baby itu protes pulak bah! sehat ya!
makin keren uni awak,, makin salut!..
makin mirip gajah cal haha
Ide kreatif, baguslah ditiru.
Semoga sukses, ya!
thx mas, kamu jg sangat kreatif mas, tulisan2nya oks semua tuh
foto-fotonya keren meiy…
gajahnya kalee yg keren pak zul
ntar aku cari ya meiy.
kayanya ada CD addon nya majalah komputer lumayan banyak, ntar aku cek dech.. smoga blom dibuang sama dona. gak tau sih kalo bisa dimanfaatkan gitu hehehe..
waah thanks bgt Okta, dapat smile nih dari Olive gajah kecil berbelalai panjang