Diposkan dalam Puisi cinta pada April 28, 2008 | 17 Komentar »
1. Luluh
masih beriak rasa
menyentak-nyentak jiwa
tak mau enyah
menarinari dalam nadi
berdenyardenyar mengisi arus darah
memenuhi ruh
pun tubuh
aku luluh
rasa ini membunuh!
2. Demikian
demikian menikam dia
ke jiwa
dalam, dalamku
kucoba bebaskan dendam
dalam siksa malam
tertawakan diri
yang mencari kesejatian pada cinta mayapada
kutau hanya satu
milikMu
demikian
bawa aku dalamMu
RB, 25 April 2008
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Puisi cinta pada April 24, 2008 | 9 Komentar »
Satu;
Hari ini
catatan cinta kueja tadi malam, bunda
ketika terdampar pada resah
tanahku
seolah jerit bumi berteriak
minta tolong pada penghuninya
yang tak peduli
tetap tergesa-gesa
kesana kemari memperkosa dirimu yang semakin tua
meratakan hutan jadi tanah kering
menuangkan banjir, menyisakan kerontang bergantian
asap kebakaran racun timbal tak cukup mencemari
bertambah intensitas hari ke hari
mereka menodai lautmu, sungaimu dengan racun kimia
membotaki gunung-gunung
melobangi tubuhmu seperti bopeng-bopeng bulan
mengerikan!
(sungguh aku [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Pendidikan Lingkungan pada April 18, 2008 | 11 Komentar »
Memang belum 22 April, tanggal hanya momen pengingat. Mari lakukan hari bumi setiap hari. Memulai adalah tindakan, berbuat, bukan hanya niat Aku yakin banyak orang sudah tahu tindakan apa yang bisa membuat bumi lebih hijau, bersih, segar, nyaman untuk dihuni….banyak sekali, mulai saja dari diri sendiri….saat ini juga!
Karena hari ini terakhir bisa online [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam My homey jokes pada April 15, 2008 | 11 Komentar »
Keriting
“Pa kenapa ya anak kita rambutnya lurus semua, papa mama kan ikal,” kataku pada abang.
“Iyalah, kan mama keritingnya kesana, papa kesini (ke kanan-kiri), ketemu ditengah, tabrakan kan jadi lurus.”
“Hihi…iya juga yah, dasar lo asal.”
Goyang.
Kebiasaan aku telmi pada ucapan Nay yang masih cadel.
“Ma, yang, yang….” Naysa menarik-narik tanganku yang lagi asyik bersih-bersih meja rias.
Tanpa melihatnya, “Apa [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Puisi cinta pada April 14, 2008 | 10 Komentar »
tak mampu kucegah diri
tuk merangkai sajak meski menyentak hati
hari ini
pada april ke 4 masih kuhitung sendiri
waktu-waktu berlalu
jejakjejak pada tanggal
tertinggal
mengilu
dendam rindu menggumpal
jadi nyeri
kukenangkan waktu
benarkah berlalu?
atau hanya ilusi
dendam rindu cemburu
pada waktu membayang jua
senyum dan harapan
kesejatian platonis yang manis
meracau aku
masih kusenandungkan lagu bangau
mencari cahaya yg hilang
ah biarlah ku kembalikan ruang ke waktu
mungkin dia bisa menyembuhkan lukaku
Untuk mentranslate bahasa